Jumat, 6 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Di Balik Layar LMKN: Proses Pengumpulan Royalti dari Berbagai Sektor

Di Balik Layar LMKN: Proses Pengumpulan Royalti dari Berbagai Sektor

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana musisi mendapatkan royalti dari lagu mereka yang diputar di mana-mana? Jawabannya ada pada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Sebagai jembatan utama, LMKN memiliki proses pengumpulan royalti yang terstruktur dari berbagai sektor, memastikan hak ekonomi para pencipta terlindungi. Mari kita telusuri bagaimana proses ini berjalan di balik layar.

Proses pengumpulan royalti LMKN dimulai dengan pendataan. LMKN dan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di bawahnya memiliki daftar karya musik dan pemilik hak cipta yang terperinci. Ini menjadi dasar untuk menagih royalti dari para pengguna komersial. Ada tiga sektor utama yang menjadi fokus LMKN dalam pengumpulan royalti.

Pertama, sektor broadcasting. Sektor ini meliputi stasiun radio dan televisi. LMKN akan menagih royalti dari stasiun-stasiun ini berdasarkan laporan penggunaan karya musik yang mereka sampaikan. Frekuensi dan durasi pemutaran setiap lagu akan dicatat dan menjadi dasar perhitungan royalti yang harus dibayarkan.

Kedua, sektor tempat umum komersial. Sektor ini sangat luas, mencakup kafe, restoran, hotel, pusat perbelanjaan, hingga bar karaoke. LMKN menagih royalti dari tempat-tempat ini karena mereka menggunakan musik untuk menarik pelanggan atau menciptakan suasana. Besaran royalti dihitung berdasarkan kriteria tertentu, seperti luas tempat, jenis musik yang diputar, dan kapasitas pengunjung.

Ketiga, sektor digital. Di era modern ini, penggunaan musik di platform digital seperti layanan streaming menjadi sangat dominan. LMKN bekerja sama dengan platform-platform ini untuk mengumpulkan royalti berdasarkan jumlah stream atau pemutaran. Data ini sangat akurat dan menjadi sumber royalti yang signifikan bagi para pencipta.

Dengan sistem pengumpulan yang terintegrasi ini, LMKN memastikan setiap karya musik yang digunakan secara komersial mendapatkan penghargaan yang layak, sekaligus menciptakan ekosistem industri yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMF dan Bank Dunia: Mengenal Peran Dua Raksasa dalam Perekonomian Global

    IMF dan Bank Dunia: Mengenal Peran Dua Raksasa dalam Perekonomian Global

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dalam panggung ekonomi dunia, nama Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) sering disebut bersamaan. Keduanya merupakan pilar utama dalam arsitektur keuangan global yang dibentuk pasca-Perang Dunia II. Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki misi dan peran yang sangat berbeda. Lalu, apa sebenarnya fungsi utama mereka dan bagaimana mereka memengaruhi perekonomian global, termasuk […]

  • Ekonomi Kriminalitas: Apakah Kemiskinan Mendorong Tindak Kejahatan?

    Ekonomi Kriminalitas: Apakah Kemiskinan Mendorong Tindak Kejahatan?

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Hubungan antara kemiskinan dan tingkat kejahatan sering dianggap sederhana: orang miskin terpaksa berbuat jahat untuk bertahan hidup. Namun, bidang Ekonomi Kriminalitas menawarkan pandangan yang lebih terstruktur, melihat pelaku kejahatan sebagai individu rasional yang menimbang untung dan rugi. Dipopulerkan oleh pemenang Nobel Gary Becker, pendekatan ini berpendapat bahwa seseorang akan melakukan tindak kejahatan jika ekspektasi keuntungan […]

  • Menabung untuk Masa Depan: Tips Memulai Kebiasaan Baik Sejak Dini

    Menabung untuk Masa Depan: Tips Memulai Kebiasaan Baik Sejak Dini

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    LMembangun kebiasaan menabung sejak dini adalah salah satu langkah paling cerdas untuk mengamankan masa depan finansial Anda. Seringkali, kita menunda untuk memulai kebiasaan baik ini, padahal semakin cepat Anda memulainya, semakin besar manfaat yang akan Anda rasakan. Artikel ini akan membahas pentingnya menabung dan memberikan tips praktis untuk memulai kebiasaan ini sejak dini. Mengapa Menabung […]

  • Efek Pasar Mobil Lemon: Mengapa Barang Berkualitas Sulit Bertahan

    Efek Pasar Mobil Lemon: Mengapa Barang Berkualitas Sulit Bertahan

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda merasa ragu saat membeli mobil bekas atau produk daring dari penjual yang belum dikenal? Keraguan ini seringkali berakar pada konsep ekonomi yang dikenal sebagai “Market for Lemons” atau pasar mobil lemon. Istilah ini, dipopulerkan oleh ekonom George Akerlof, menggambarkan situasi di mana informasi asimetris (ketidakseimbangan informasi antara penjual dan pembeli) menyebabkan barang berkualitas […]

  • Jangan Terkecoh! Waspada Penipuan Undian Berhadiah di Toko atau Swalayan

    Jangan Terkecoh! Waspada Penipuan Undian Berhadiah di Toko atau Swalayan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Mendapatkan kabar menang undian berhadiah saat berbelanja di toko atau swalayan tentu bisa membuat siapa saja senang. Namun, kegembiraan ini bisa berubah menjadi kerugian jika Anda tidak waspada terhadap potensi penipuan. Oknum tidak bertanggung jawab seringkali memanfaatkan momen ini untuk mengelabui konsumen demi mendapatkan uang atau data pribadi. Di Indonesia, modus penipuan undian berhadiah di […]

  • Tari Caci: Pertarungan Seni dan Keberanian dari Manggarai

    Tari Caci: Pertarungan Seni dan Keberanian dari Manggarai

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Tari Caci adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Suku Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Uniknya, tarian ini bukanlah tarian biasa, melainkan sebuah tarian perang yang menampilkan pertarungan antara dua orang penari dengan menggunakan cambuk dan perisai. Pertunjukan ini bukan sekadar adu fisik, melainkan juga simbolisasi keberanian, sportivitas, dan kebersamaan, yang menjadi bagian penting dari adat […]

expand_less