Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Dari Kafe hingga Konser: Peran LMKN dalam Mengawasi Penggunaan Musik.

Dari Kafe hingga Konser: Peran LMKN dalam Mengawasi Penggunaan Musik.

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 70
  • comment 0 komentar

Setiap kali Anda menikmati alunan musik di sebuah kafe, hotel, pusat perbelanjaan, atau bahkan konser, ada satu hal penting yang sering terlupakan: musik tersebut adalah karya cipta yang dilindungi hukum. Di sinilah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memainkan peran vital dalam mengawasi penggunaan musik, memastikan semua pihak memenuhi kewajiban mereka.
Peran LMKN dalam pengawasan ini sangatlah luas, mencakup berbagai jenis tempat dan acara.
* Pengawasan di Ruang Komersial: LMKN secara aktif memantau tempat-tempat seperti kafe, restoran, hotel, dan pusat kebugaran yang menggunakan musik sebagai daya tarik. Musik yang diputar di sini bukanlah penggunaan pribadi; itu adalah bagian dari strategi bisnis untuk menciptakan suasana dan menarik pelanggan. LMKN memastikan para pengusaha memahami kewajiban mereka untuk membayar royalti dan memberikan solusi yang mudah melalui lisensi kolektif.
* Pengawasan di Acara Publik: LMKN juga mengawasi penggunaan musik di berbagai acara, mulai dari pameran, konferensi, hingga konser musik skala besar. Penyelenggara acara wajib membayar royalti untuk setiap lagu yang diputar atau dibawakan. LMKN memastikan bahwa pembayaran ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga para pencipta dan musisi mendapatkan haknya.
* Pengawasan di Media Penyiaran dan Digital: Di era modern, pengawasan LMKN meluas hingga media penyiaran seperti radio dan televisi, serta platform streaming digital. LMKN memiliki sistem untuk melacak lagu apa saja yang diputar dan berapa kali diputar. Data ini menjadi dasar akurat untuk penagihan royalti.
Dengan pengawasan yang menyeluruh ini, LMKN menciptakan sistem yang adil bagi semua pihak. Para pengguna musik dapat memutar musik secara legal dan tanpa khawatir, sementara para pencipta dan musisi mendapatkan imbalan yang layak. Ini adalah bukti nyata bahwa LMKN tidak hanya mengawasi, tetapi juga membangun ekosistem musik yang beretika, profesional, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahasia Sukses Amazon: Inovasi yang Lahir dari Obsesi pada Pelanggan

    Rahasia Sukses Amazon: Inovasi yang Lahir dari Obsesi pada Pelanggan

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Saat memikirkan raksasa teknologi, Amazon sering kali muncul di urutan teratas. Namun, kekuatan mereka bukan hanya terletak pada skala operasional atau teknologi canggih semata. Fondasi dari semua kesuksesan ini adalah sebuah prinsip yang tertanam kuat dalam budaya perusahaan: obsesi pada pelanggan (customer obsession). Inovasi Amazon secara konsisten lahir dari cara pandang yang unik ini. Berbeda […]

  • Jembatan Komunikasi Efektif: Panduan bagi Orang Tua untuk Berdialog dengan Guru Secara Sehat dan Produktif

    Jembatan Komunikasi Efektif: Panduan bagi Orang Tua untuk Berdialog dengan Guru Secara Sehat dan Produktif

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Hubungan antara orang tua dan guru adalah salah satu pilar terpenting dalam kesuksesan pendidikan anak. Namun, memulai dialog, terutama saat ada masalah, bisa terasa canggung. Kunci utamanya adalah membangun jembatan komunikasi orang tua dan guru yang efektif, sehat, dan produktif. Tujuannya bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk menemukan solusi terbaik bagi anak. Berikut […]

  • Tari Piring: Keindahan dan Keseimbangan dalam Atraksi Tradisional Minangkabau

    Tari Piring: Keindahan dan Keseimbangan dalam Atraksi Tradisional Minangkabau

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Sumatera Barat dikenal kaya akan tradisi dan budaya yang mempesona, salah satunya adalah Tari Piring. Tarian ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga warisan budaya Minangkabau yang sarat akan makna dan keindahan. Keunikan utama Tari Piring terletak pada atraksi para penari yang dengan lincah menggerakkan badan sambil membawa piring di kedua telapak tangan mereka, […]

  • PPATK dan Kepatuhan Pelapor: Mengapa Bank Wajib Melaporkan Transaksi?

    PPATK dan Kepatuhan Pelapor: Mengapa Bank Wajib Melaporkan Transaksi?

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Pencucian uang sering kali memanfaatkan sistem perbankan untuk menyembunyikan asal-usul dana ilegal. Untuk memerangi kejahatan ini, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak, terutama perbankan, melalui skema kepatuhan pelapor. Mengapa bank wajib melaporkan transaksi kepada PPATK? Dan apa dampaknya bagi sistem keuangan? Mencegah Bank Jadi Alat Kejahatan Aturan […]

  • Mendaki Gunung Batur: Pengalaman Trekking Mengejar Sunrise Tak Terlupakan

    Mendaki Gunung Batur: Pengalaman Trekking Mengejar Sunrise Tak Terlupakan

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Bagi para pecinta alam dan petualangan, mendaki Gunung Batur adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bali. Terletak di kawasan Kintamani, gunung berapi aktif ini menawarkan jalur trekking yang relatif mudah dijangkau namun menyuguhkan pemandangan matahari terbit yang benar-benar memukau. Petualangan biasanya dimulai pada dini hari, sekitar pukul 03.00 atau 04.00 WITA. Dipandu […]

  • Curug Leuwi Hejo: “Green Canyon” Mini yang Menyegarkan di Sentul, Bogor

    Curug Leuwi Hejo: “Green Canyon” Mini yang Menyegarkan di Sentul, Bogor

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jika Anda mencari alternatif “Green Canyon” yang lebih dekat dari Jakarta, Curug Leuwi Hejo di Sentul, Bogor, bisa menjadi pilihan yang tepat. Meski ukurannya lebih kecil, pesona air terjun bertingkat dengan airnya yang hijau jernih dan dikelilingi bebatuan eksotis ini tak kalah memikat. Leuwi Hejo, yang berarti “air terjun hijau” dalam bahasa Sunda, menawarkan kesegaran […]

expand_less