Memahami Respons Konsumen: Efek Substitusi dan Efek Pendapatan
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Ming, 17 Agu 2025
- visibility 19
- comment 0 komentar

Ketika harga suatu barang berubah, respons kita sebagai konsumen bukanlah hal yang sederhana. Perubahan ini memicu dua efek psikologis dan ekonomis yang berbeda namun saling terkait: efek substitusi dan efek pendapatan. Memahami kedua konsep ini sangat penting untuk menganalisis perilaku konsumen dan dinamika permintaan pasar.
Efek Substitusi: Mencari Alternatif yang Lebih Murah
Efek substitusi adalah kecenderungan konsumen untuk beralih dari barang yang harganya naik ke barang lain yang relatif lebih murah. Ini terjadi karena ketika harga suatu barang meningkat, barang tersebut menjadi kurang menarik dibandingkan dengan barang substitusi (pengganti) yang harganya tetap.
Contoh sederhananya adalah kopi. Jika harga kopi merek A naik drastis, kita cenderung akan beralih membeli kopi merek B atau teh yang harganya lebih stabil. Meskipun preferensi kita tidak berubah, rasionalitas ekonomi mendorong kita untuk mencari barang pengganti yang menawarkan nilai yang lebih baik. Efek ini selalu bekerja secara negatif; ketika harga naik, permintaan akan turun, karena konsumen akan mensubstitusi barang tersebut dengan yang lain.
Efek Pendapatan: Merasa Lebih Miskin atau Lebih Kaya
Efek pendapatan adalah dampak perubahan harga terhadap daya beli riil konsumen. Ketika harga suatu barang turun, daya beli kita secara efektif meningkat, seolah-olah kita mendapatkan “tambahan pendapatan.” Sebaliknya, jika harga naik, daya beli kita menurun, membuat kita merasa lebih miskin.
Kembali ke contoh kopi. Jika harga kopi merek A naik, daya beli uang kita untuk membeli kopi dan barang lain menjadi berkurang. Ini memaksa kita untuk mengurangi konsumsi kopi (dan mungkin barang lain) karena kita tidak lagi mampu membelinya sebanyak sebelumnya. Efek pendapatan bisa bersifat positif atau negatif, tergantung pada jenis barangnya (normal atau inferior).
Kombinasi Kedua Efek
Respons total konsumen terhadap perubahan harga adalah hasil dari gabungan efek substitusi dan efek pendapatan.
* Barang Normal: Untuk sebagian besar barang (barang normal), efek substitusi dan efek pendapatan bekerja ke arah yang sama. Jika harga naik, kedua efek ini akan mendorong penurunan permintaan.
* Barang Inferior: Untuk barang yang permintaannya menurun saat pendapatan naik (barang inferior, seperti mie instan), kedua efek ini bekerja berlawongan. Kenaikan harga akan menyebabkan efek substitusi yang mendorong penurunan permintaan, namun juga menyebabkan efek pendapatan yang mendorong kenaikan permintaan (karena konsumen merasa lebih miskin dan beralih ke pilihan yang lebih murah).
Dengan menganalisis efek substitusi dan efek pendapatan, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang mengapa konsumen berperilaku seperti yang mereka lakukan, dan bagaimana kebijakan harga dapat memengaruhi keputusan pembelian mereka.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar