Rabu, 5 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Milton Friedman dan Aliran Monetaris: “Inflasi Adalah Fenomena Moneter” 💸

Milton Friedman dan Aliran Monetaris: “Inflasi Adalah Fenomena Moneter” 💸

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 163
  • comment 0 komentar

Milton Friedman (1912–2006) adalah salah satu ekonom paling berpengaruh di abad ke-20 dan pemimpin utama Aliran Monetaris dari Universitas Chicago. Kontribusi terbesarnya adalah menghidupkan kembali peran penting uang dalam menentukan hasil ekonomi, sebuah pandangan yang sempat terpinggirkan oleh dominasi teori Keynesian setelah Depresi Besar.

Inflasi sebagai Fenomena Moneter

Gagasan Friedman yang paling terkenal dan sering dikutip adalah: “Inflasi selalu dan di mana saja merupakan fenomena moneter.” Frasa ini merangkum inti dari teori monetaris. Friedman berpendapat bahwa kenaikan harga secara umum (inflasi) tidak disebabkan oleh kekuatan serikat pekerja, pengeluaran pemerintah yang boros, atau kenaikan harga minyak, melainkan oleh pertumbuhan jumlah uang beredar yang lebih cepat daripada pertumbuhan output perekonomian.

Sederhananya, jika ada lebih banyak uang yang mengejar jumlah barang dan jasa yang sama, nilai setiap unit uang akan turun, dan harga akan naik. Menurut Friedman, jika bank sentral mencetak uang terlalu banyak dan terlalu cepat, inflasi adalah hasil yang tak terhindarkan.

Kritik terhadap Keynesianisme

Aliran Monetaris Friedman secara fundamental menentang intervensi pemerintah yang dianjurkan oleh John Maynard Keynes. Friedman berpendapat bahwa upaya pemerintah untuk “menyetel halus” perekonomian melalui belanja fiskal atau kebijakan moneter jangka pendek sering kali berbahaya dan tidak efektif dalam jangka panjang, karena adanya time lag (jeda waktu) dalam dampak kebijakan.

Friedman mengadvokasi kebijakan moneter yang sederhana dan stabil. Ia menyarankan agar bank sentral hanya fokus pada satu hal: mempertahankan pertumbuhan jumlah uang beredar pada tingkat yang konstan (seperti 3% hingga 5% per tahun), sejalan dengan tingkat pertumbuhan potensial riil perekonomian. Tujuan tunggal ini, katanya, akan memastikan stabilitas harga dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan pasar bebas.

Meskipun monetarisme tidak lagi menjadi satu-satunya panduan kebijakan, warisan Friedman tetap kuat. Bank sentral modern di seluruh dunia—bahkan yang tidak sepenuhnya monetaris—tetap memprioritaskan pengendalian inflasi sebagai tujuan utama mereka, sebuah penghormatan langsung terhadap wawasan mendasar Milton Friedman.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nudge Theory’: Mendorong Keputusan yang Lebih Baik Tanpa Paksaan

    Nudge Theory’: Mendorong Keputusan yang Lebih Baik Tanpa Paksaan

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda sadar mengapa buah-buahan sering diletakkan di dekat kasir supermarket, atau mengapa formulir donasi organ di beberapa negara sudah tercentang “Ya” secara otomatis? Ini bukanlah kebetulan, melainkan penerapan dari Nudge Theory atau Teori Dorongan. Dipopulerkan oleh Richard Thaler, pemenang Nobel Ekonomi, Nudge Theory adalah sebuah pendekatan untuk memengaruhi perilaku dan pengambilan keputusan orang banyak […]

  • Gudeg: Lebih dari Sekadar Manisan, Simbol Kesabaran Yogyakarta

    Gudeg: Lebih dari Sekadar Manisan, Simbol Kesabaran Yogyakarta

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Gudeg, hidangan khas Yogyakarta, telah lama memikat lidah para pecinta kuliner dengan cita rasa manisnya yang unik dan teksturnya yang lembut. Namun, di balik kelezatannya, tersembunyi filosofi kesabaran dan ketelatenan yang tercermin dalam proses pembuatannya yang memakan waktu berjam-jam. Gudeg bukan hanya makanan, melainkan juga bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Yogyakarta. Bahan utama gudeg […]

  • Apa Itu Keunggulan Komparatif dan Mengapa Ini Mendasari Perdagangan Internasional?

    Apa Itu Keunggulan Komparatif dan Mengapa Ini Mendasari Perdagangan Internasional?

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda bertanya mengapa negara seperti Indonesia mengekspor kopi dan rempah, sementara mengimpor ponsel dari Tiongkok atau Korea Selatan? Jawabannya terletak pada salah satu konsep paling fundamental dalam ekonomi: keunggulan komparatif. Teori ini adalah landasan utama yang menjelaskan mengapa perdagangan internasional saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Dikembangkan oleh ekonom legendaris David Ricardo, keunggulan […]

  • MSTI Bagikan Dividen Tunai Rp 50 Miliar: Siap-Siap Cuan di Akhir Tahun!

    MSTI Bagikan Dividen Tunai Rp 50 Miliar: Siap-Siap Cuan di Akhir Tahun!

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    PT Mastersystem Infotama Tbk. (MSTI) membawa kabar gembira bagi para pemegang sahamnya. Perusahaan teknologi informasi terkemuka ini resmi mengumumkan pembagian dividen tunai dengan total nilai yang fantastis, mencapai Rp 50 miliar. Keputusan ini menjadi sinyal kuat mengenai kinerja keuangan MSTI yang solid dan komitmen perusahaan untuk berbagi keuntungan dengan investor. Pembagian dividen ini setara dengan […]

  • Memahami Dampak Kebijakan Moneter pada Portofolio Investasi Anda

    Memahami Dampak Kebijakan Moneter pada Portofolio Investasi Anda

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Setiap pengumuman dari Bank Indonesia (BI) mengenai perubahan suku bunga acuan (BI-Rate) selalu menjadi sorotan utama di pasar keuangan. Namun, apa sebenarnya dampak kebijakan moneter ini bagi investor ritel seperti Anda? Memahaminya adalah kunci untuk menavigasi pasar investasi dengan lebih bijak. Kebijakan moneter adalah serangkaian tindakan yang diambil oleh bank sentral untuk mengendalikan jumlah uang […]

  • Kuta Dulu dan Sekarang: Masihkah Relevan untuk Dikunjungi?

    Kuta Dulu dan Sekarang: Masihkah Relevan untuk Dikunjungi?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Kuta. Nama ini kerap membangkitkan dua citra yang kontras. Bagi sebagian orang, ia adalah kenangan manis tentang surga para backpacker dan peselancar di tahun 70-an hingga 90-an; sebuah desa nelayan yang bertransformasi menjadi ikon pariwisata Bali dengan pantai legendaris dan suasana bebas. Namun, bagi sebagian lainnya, Kuta hari ini adalah pusat keramaian yang padat, identik […]

expand_less