Jumat, 29 Agu 2025
light_mode
Beranda » Ekonomi » Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

Globalisasi, sebagai proses terintegrasinya ekonomi, budaya, dan masyarakat dunia, telah menjadi kekuatan dominan yang membentuk peradaban modern. Bagi negara-negara maju, ia sering dilihat sebagai mesin kemakmuran. Namun, bagi negara berkembang, dampak globalisasi layaknya pedang bermata dua yang menghadirkan peluang sekaligus ancaman.

Lantas, dalam panggung global yang masif ini, siapa yang sebenarnya menjadi pemenang, dan siapa yang menjadi pecundang?

Sisi Terang: Peluang Pertumbuhan dan Modernisasi 📈

Bagi para “pemenang”, globalisasi membuka pintu menuju kemajuan yang sebelumnya sulit dijangkau. Beberapa dampak positif utamanya adalah:

* Aliran Investasi Asing (FDI): Masuknya modal dari luar negeri membantu menciptakan lapangan kerja, membangun infrastruktur, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

* Transfer Teknologi: Negara berkembang dapat mengadopsi teknologi dan pengetahuan baru dari negara maju, meningkatkan produktivitas dan daya saing.

* Akses Pasar Global: Produk-produk lokal mendapatkan kesempatan untuk diekspor dan menjangkau pasar yang jauh lebih luas.

Secara keseluruhan, globalisasi menawarkan jalan pintas bagi negara berkembang untuk mengakselerasi pembangunan ekonominya.

Sisi Gelap: Risiko Ketimpangan dan Ketergantungan 📉

Namun, di sisi lain, ada “pecundang” yang merasakan dampak negatif dari proses ini. Beberapa risiko yang paling mengkhawatirkan meliputi:

* Ancaman bagi Industri Lokal: Gempuran produk impor yang lebih murah dapat mematikan industri dalam negeri yang belum siap bersaing.

* Meningkatnya Ketimpangan: Manfaat globalisasi sering kali tidak terdistribusi secara merata, memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin.

* Eksploitasi Tenaga Kerja: Demi menarik investasi, upah tenaga kerja sering ditekan, dan standar ketenagakerjaan diabaikan.

* Erosi Budaya: Dominasi budaya populer dari negara maju dapat mengancam kelestarian budaya dan nilai-nilai lokal.

Kesimpulan: Tidak ada jawaban hitam-putih. Globalisasi menciptakan pemenang dan pecundang. Tantangan terbesar bagi negara berkembang adalah merumuskan kebijakan yang cerdas untuk memaksimalkan peluangnya sambil memitigasi risikonya, demi mewujudkan pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pajak Penghasilan Terbaru di Indonesia (2025): Apa Saja Perubahannya?

    Pajak Penghasilan Terbaru di Indonesia (2025): Apa Saja Perubahannya?

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Memahami regulasi Pajak Penghasilan (PPh) adalah kewajiban setiap warga negara yang memiliki penghasilan di Indonesia, termasuk Anda yang berada di Tuban, Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan baru terkait PPh. Artikel ini akan membahas perubahan-perubahan signifikan dalam ketentuan PPh di Indonesia yang berlaku di tahun 2025. Perubahan Tarif Pajak Penghasilan (Jika Ada) […]

  • 5 Cara Sederhana Menunjukkan Terima Kasih yang Tulus kepada Guru

    5 Cara Sederhana Menunjukkan Terima Kasih yang Tulus kepada Guru

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Tentu, ini draf artikel SEO-friendly sekitar 300 kata dengan format listicle yang menarik bagi pembaca.   Jasa seorang guru dalam membentuk masa depan kita sungguh tak ternilai. Mereka adalah pahlawan yang mendedikasikan hidupnya untuk mendidik. Sering kali, kita ingin mengucapkan terima kasih namun bingung bagaimana cara yang tepat. Padahal, menghargai guru tidak harus dengan sesuatu […]

  • Penambangan Uranium: Bawah Tanah vs. Terbuka, Mana Lebih Unggul?

    Penambangan Uranium: Bawah Tanah vs. Terbuka, Mana Lebih Unggul?

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Uranium, bahan bakar utama untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, diekstraksi dari bumi melalui beberapa metode. Dua yang paling umum adalah penambangan uranium bawah tanah dan penambangan terbuka (dikenal juga sebagai open-pit). Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang signifikan, terutama dari segi biaya, keamanan, dan dampak lingkungan. Penambangan Bawah Tanah: Presisi di Kedalaman Metode ini […]

  • Harga Emas Antam Turun Tipis di Awal Pekan, Senin 30 Juni 2025

    Harga Emas Antam Turun Tipis di Awal Pekan, Senin 30 Juni 2025

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Mengawali pekan terakhir di bulan Juni, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dibuka dengan pelemahan. Setelah stabil selama akhir pekan, pasar logam mulia kembali bergerak pada hari Senin, 30 Juni 2025. Berdasarkan data yang dirilis di situs resmi Logam Mulia pada pukul 08:37 WIB, harga emas hari ini tercatat turun tipis sebesar […]

  • Ngaben: Lebih dari Sekadar Kremasi, Sebuah Upacara Pembebasan Jiwa di Bali

    Ngaben: Lebih dari Sekadar Kremasi, Sebuah Upacara Pembebasan Jiwa di Bali

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali, pemandangan upacara Ngaben yang megah dan penuh warna tentu akan membekas di ingatan. Namun, lebih dari sekadar prosesi kremasi, Ngaben merupakan ritual suci yang memiliki makna filosofis mendalam bagi umat Hindu di Bali, yakni upacara pembebasan jiwa. Ngaben bukanlah momen kesedihan yang berlarut-larut, melainkan sebuah perayaan pelepasan roh orang […]

  • Krisis Finansial Global 2008: Pelajaran Berharga yang Tidak Boleh Dilupakan

    Krisis Finansial Global 2008: Pelajaran Berharga yang Tidak Boleh Dilupakan

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Lebih dari satu dekade lalu, dunia menyaksikan salah satu guncangan ekonomi terdahsyat sejak Depresi Besar: Krisis Finansial Global 2008. Krisis ini tidak hanya meruntuhkan institusi keuangan raksasa, tetapi juga memicu resesi mendalam yang dampaknya terasa hingga bertahun-tahun kemudian di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Mengingat kembali peristiwa ini bukanlah untuk membuka luka lama, melainkan untuk memetik […]

expand_less