Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Gentrifikasi: Dilema Pembangunan Kota yang Menggusur Warga Lokal

Gentrifikasi: Dilema Pembangunan Kota yang Menggusur Warga Lokal

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

Sebuah kawasan kota yang tadinya sepi tiba-tiba ramai dengan kafe-kafe trendi, butik modern, dan ruang seni. Tampilannya menjadi lebih bersih, aman, dan menarik. Fenomena inilah yang disebut gentrifikasi: proses transformasi sebuah lingkungan dari yang semula dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kawasan bagi kelas menengah ke atas. Namun, di balik wajah baru yang gemerlap, tersimpan dilema besar.

Proses gentrifikasi biasanya dimulai dari masuknya investasi baru yang bertujuan merevitalisasi area tersebut. Hal ini memicu kenaikan harga properti dan biaya sewa yang meroket. Bagi pemilik properti, ini adalah keuntungan. Namun, bagi warga lokal yang telah lama tinggal di sanaโ€”terutama para penyewa dan pedagang kecilโ€”kenaikan biaya hidup ini menjadi beban yang tak tertanggungkan.

Inilah sisi gelap dari pembangunan kota yang tidak terencana dengan baik. Secara perlahan namun pasti, warga asli terpaksa pindah mencari tempat tinggal yang lebih terjangkau. Proses ini tidak hanya menggusur orang secara fisik, tetapi juga mengikis identitas budaya dan ikatan sosial yang telah terbentuk selama puluhan tahun. Warung makan legendaris digantikan restoran mahal, dan rasa kebersamaan komunitas luntur tergerus individualisme.

Dampak gentrifikasi menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada estetika dan keuntungan ekonomi. Tanpa kebijakan yang inklusif, seperti penyediaan hunian terjangkau atau kontrol sewa, modernisasi sebuah kawasan justru menciptakan ketidakadilan sosial.

Pada akhirnya, tantangan terbesar bagi perencana kota adalah menyeimbangkan kemajuan dengan kemanusiaan, memastikan bahwa pembangunan dapat dinikmati oleh semua kalangan, bukan hanya segelintir orang yang mampu membayar harga mahal untuk sebuah “kemajuan”.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral di Jogja: Kekasih Driver Shopee Food Dianiaya Customer Karena Telat 5 Menit, Begini Kronologi Lengkapnya

    Viral di Jogja: Kekasih Driver Shopee Food Dianiaya Customer Karena Telat 5 Menit, Begini Kronologi Lengkapnya

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 90
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan insiden penganiayaan terhadap kekasih seorang driver Shopee Food di Godean, Sleman, Yogyakarta. Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, 3 Juli 2025, ini menjadi puncak kemarahan publik dan memicu aksi solidaritas masif dari ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Gudeg. Kasus ini kembali menyorot risiko […]

  • Pertanian Organik: Lebih dari Sekadar Bebas Pestisida

    Pertanian Organik: Lebih dari Sekadar Bebas Pestisida

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan kelestarian lingkungan, pertanian organik semakin diminati di Indonesia. Namun, praktik ini seringkali disederhanakan hanya sebagai metode bertani yang bebas pestisida. Padahal, pertanian organik adalah sebuah sistem holistik yang jauh lebih luas, mencakup praktik-praktik yang mendukung kesehatan tanah, keanekaragaman hayati, dan kesejahteraan hewan, serta menghasilkan pangan yang lebih sehat […]

  • Waspada! Kenali Skema Ponzi dan Bedanya dengan Investasi Saham yang Sah di Indonesia

    Waspada! Kenali Skema Ponzi dan Bedanya dengan Investasi Saham yang Sah di Indonesia

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Di Indonesia, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu jebakan yang sering muncul adalah skema Ponzi. Meskipun tampak menarik, skema ini sangat berbeda dengan bisnis saham yang merupakan instrumen investasi legal dan diawasi. Memahami perbedaan mendasar antara keduanya penting agar Anda tidak menjadi korban penipuan berkedok […]

  • Memuliakan Guru, Memajukan Bangsa: Mengapa Kesejahteraan dan Martabat Guru adalah Urusan Kita Semua

    Memuliakan Guru, Memajukan Bangsa: Mengapa Kesejahteraan dan Martabat Guru adalah Urusan Kita Semua

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur fisiknya, tetapi dari kualitas sumber daya manusianya. Di jantung pembangunan sumber daya manusia itu, berdiri seorang guru. Namun, sering kali kita lupa bahwa untuk menciptakan pendidikan berkualitas, kita harus terlebih dahulu memastikan kesejahteraan dan martabat guru terjamin. Isu kesejahteraan guru bukanlah sekadar tentang kenaikan gaji atau tunjangan. […]

  • Mapalus: Mengenal Spirit Gotong Royong Khas Masyarakat Minahasa

    Mapalus: Mengenal Spirit Gotong Royong Khas Masyarakat Minahasa

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Di tengah keragaman budaya Indonesia, semangat gotong royong menjadi salah satu perekat sosial terkuat. Bagi masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara, semangat ini terwujud dalam sebuah tradisi luhur yang disebut Mapalus. Lebih dari sekadar tolong-menolong, Mapalus adalah sistem kerja kolektif yang menjadi fondasi kehidupan sosial dan budaya mereka sejak zaman leluhur. Mapalus pada dasarnya adalah sistem […]

  • Labirin Hukum Limbah Nuklir: Menelisik Tantangan Penanganan Uranium Bekas

    Labirin Hukum Limbah Nuklir: Menelisik Tantangan Penanganan Uranium Bekas

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menghasilkan energi yang signifikan, namun konsekuensi sampingnya adalah keberadaan uranium bekas atau bahan bakar nuklir bekas. Material ini sangat radioaktif dan memerlukan penanganan yang sangat hati-hati serta penyimpanan jangka panjang yang aman. Di sinilah berbagai tantangan hukum yang kompleks muncul, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu tantangan utama […]

expand_less