Joseph Schumpeter dan “Penghancuran Kreatif”: Mesin Utama Inovasi Kapitalis π
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Dalam dunia ekonomi, perubahan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan inti dari kemajuan. Pemikiran ini dipopulerkan oleh Joseph Schumpeter (1883β1950), seorang ekonom asal Austria yang memperkenalkan konsep revolusioner bernama “Penghancuran Kreatif” (Creative Destruction).
Apa Itu Penghancuran Kreatif?
Melalui karyanya, Capitalism, Socialism and Democracy (1942), Schumpeter menjelaskan bahwa kapitalisme bersifat dinamis dan tidak pernah statis. Penghancuran Kreatif adalah proses mutasi industri yang secara terus-menerus merombak struktur ekonomi dari dalam.
Proses ini bekerja dengan cara:
* Menghancurkan yang Lama: Inovasi baru membuat teknologi, produk, dan model bisnis lama menjadi usang atau tidak relevan.
* Menciptakan yang Baru: Inovasi tersebut melahirkan industri baru yang lebih efisien, produktif, dan memberikan nilai lebih tinggi bagi konsumen.
Contoh klasiknya adalah bagaimana munculnya mobil menghancurkan industri kereta kuda, atau bagaimana layanan streaming (seperti Netflix) melenyapkan toko penyewaan video fisik (seperti Blockbuster).
Inovasi Sebagai Penggerak Utama
Bagi Schumpeter, tokoh kunci dalam proses ini adalah Wirausahawan (Entrepreneur). Wirausahawan bukan sekadar manajer, melainkan agen perubahan yang berani mengambil risiko untuk memperkenalkan cara produksi baru atau membuka pasar baru. Persaingan yang paling penting dalam kapitalisme bukanlah persaingan harga antar perusahaan yang menjual barang serupa, melainkan persaingan dari teknologi baru yang mengancam fondasi perusahaan yang sudah ada.
Relevansi di Era Digital
Di abad ke-21, konsep ini jauh lebih relevan daripada sebelumnya. Kita melihat bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) mulai mengubah lanskap berbagai pekerjaan, dan bagaimana e-commerce mengubah wajah ritel konvensional.
Meskipun “penghancuran” sering kali membawa dampak menyakitkanβseperti hilangnya pekerjaan di sektor lama atau bangkrutnya perusahaan raksasaβSchumpeter berpendapat bahwa ini adalah harga yang harus dibayar untuk pertumbuhan jangka panjang dan peningkatan standar hidup. Tanpa penghancuran kreatif, ekonomi akan mengalami stagnasi. Memahami konsep ini sangat penting bagi pelaku bisnis dan pembuat kebijakan agar tetap adaptif dalam menghadapi arus inovasi yang tak terbendung.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar