Jumat, 6 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Komputasi Berbasis Otak (Neuromorphic Computing): Meniru Otak Manusia

Komputasi Berbasis Otak (Neuromorphic Computing): Meniru Otak Manusia

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Selama puluhan tahun, komputer konvensional telah menjadi tulang punggung teknologi. Namun, arsitektur mereka sangat berbeda dari otak manusia, terutama dalam hal efisiensi energi saat menangani tugas-tugas kompleks seperti pengenalan pola. Inilah yang mendorong lahirnya Komputasi Berbasis Otak atau Neuromorphic Computing, sebuah pendekatan revolusioner yang bertujuan meniru arsitektur dan cara kerja otak.

Berbeda dengan komputer biasa yang memisahkan unit pemrosesan (CPU) dan memori, chip neuromorphic mengintegrasikan keduanya. Chip ini dibangun dengan komponen yang berfungsi seperti neuron dan sinapsis digital, meniru jaringan saraf biologis yang masif. Hal ini menghilangkan “kemacetan von Neumann”, yaitu keterlambatan akibat transfer data bolak-balik antara prosesor dan memori, sehingga membuatnya jauh lebih cepat dan hemat daya.

Cara Kerja dan Keunggulannya

Komputasi neuromorphic tidak memproses data secara linier seperti komputer biasa. Sebaliknya, ia bekerja berdasarkan peristiwa atau “lonjakan” (spikes), mirip dengan cara neuron di otak kita berkomunikasi. Sistem ini, yang dikenal sebagai Spiking Neural Networks (SNN), hanya aktif ketika ada data baru yang masuk, sehingga menghasilkan efisiensi energi yang luar biasa.

Keunggulan utamanya adalah kemampuannya dalam pembelajaran real-time dan pengenalan pola yang sangat kompleks. Teknologi ini ideal untuk aplikasi kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut, robotika, sensor pintar, dan analisis data sensorik seperti penglihatan dan pendengaran. Contoh nyata dari teknologi ini adalah chip Loihi dari Intel.

Sebagai kesimpulan, komputasi berbasis otak bukanlah pengganti komputer tradisional, melainkan sebuah arsitektur khusus yang dirancang untuk tugas-tugas AI. Dengan meniru efisiensi otak, teknologi ini membuka jalan menuju era baru komputasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persiapan Finansial Jangka Panjang untuk Umrah

    Persiapan Finansial Jangka Panjang untuk Umrah

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Umrah adalah ibadah yang sangat diimpikan oleh banyak Muslim. Selain persiapan spiritual, persiapan finansial yang matang menjadi kunci agar perjalanan suci ini berjalan lancar dan khusyuk. Merencanakan keuangan untuk Umrah sebaiknya dilakukan secara jangka panjang, bukan mendadak. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda terapkan.   1. Tentukan Target Biaya dan Waktu Langkah pertama adalah […]

  • Kawah Ijen: Mendaki Malam Hari Demi Fenomena Api Biru yang Langka

    Kawah Ijen: Mendaki Malam Hari Demi Fenomena Api Biru yang Langka

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Di ujung timur Pulau Jawa, tersembunyi sebuah keajaiban alam yang hanya bisa disaksikan di kegelapan malam: Kawah Ijen. Terkenal dengan fenomena “api biru” atau blue fire yang sangat langka, gunung berapi ini menawarkan pengalaman pendakian yang tak hanya menantang fisik, tetapi juga memanjakan mata dengan pemandangan luar biasa. Untuk menyaksikan api biru, Anda harus memulai […]

  • Panduan Wisata Nusa Lembongan: Ketenangan Pulau Santai & Pesona Hutan Mangrove

    Panduan Wisata Nusa Lembongan: Ketenangan Pulau Santai & Pesona Hutan Mangrove

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Lelah dengan hiruk pikuk Bali? Sebuah pelarian singkat berjarak hanya 30 menit dengan perahu cepat akan membawa Anda ke Nusa Lembongan, sebuah pulau santai yang menawarkan ritme kehidupan yang jauh lebih tenang. Sebagai bagian dari panduan wisata Nusa Lembongan, artikel ini akan mengajak Anda menjelajahi pesona utamanya, dari pantai indah hingga ekosistem mangrove yang menyejukkan. […]

  • Pantai Sawarna: Pesona Tebing Karang dan Ombak Ganas di Selatan Banten

    Pantai Sawarna: Pesona Tebing Karang dan Ombak Ganas di Selatan Banten

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Terletak di ujung selatan Provinsi Banten, Pantai Sawarna menawarkan pesona alam yang eksotis dan berbeda dari pantai-pantai utara Jawa. Pantai ini terkenal dengan tebing-tebing karang yang menjulang tinggi, formasi batuan unik, serta ombaknya yang besar dan menantang, menjadikannya surga bagi para peselancar. Keindahan alamnya yang masih alami dan suasana yang tenang menjadikan Pantai Sawarna sebagai […]

  • Panduan Lengkap Eksplorasi Nusa Penida: Itinerary, Biaya, dan Transportasi

    Panduan Lengkap Eksplorasi Nusa Penida: Itinerary, Biaya, dan Transportasi

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Nusa Penida, pulau eksotis di tenggara Bali, menawarkan pemandangan alam yang dramatis dan tak terlupakan. Popularitasnya terus meningkat, menjadikannya destinasi wajib bagi wisatawan yang mencari petualangan di luar Bali daratan. Namun, sebelum Anda berangkat, penting untuk memiliki panduan yang jelas mengenai itinerary, biaya, dan transportasi di Nusa Penida. Itinerary Singkat Nusa Penida: Idealnya, Anda membutuhkan […]

  • Ekosistem Musik Sehat: Peran Krusial LMKN bagi Semua Pihak

    Ekosistem Musik Sehat: Peran Krusial LMKN bagi Semua Pihak

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Dalam sebuah orkestra, setiap instrumen memiliki perannya masing-masing untuk menciptakan harmoni. Begitu pula dengan ekosistem musik yang sehat, di mana setiap pihak – mulai dari pencipta, musisi, hingga pengguna karya – memiliki peran vital. Di tengah kompleksitas ini, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) muncul sebagai konduktor utama yang memastikan seluruh elemen bekerja selaras. Peran LMKN […]

expand_less