Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang: Perkampungan Kumuh yang Disulap Jadi Indah
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar

Malang memang tak pernah kehabisan inovasi dalam hal pariwisata. Salah satu destinasi yang paling mencuri perhatian dunia adalah Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ). Terletak di bantaran Sungai Brantas, kampung ini telah bertransformasi dari kawasan pemukiman padat dan kumuh menjadi salah satu destinasi wisata paling Instagramable di Jawa Timur.
Awal Mula Transformasi yang Menginspirasi
Perubahan besar ini berawal dari inisiatif kreatif sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bekerja sama dengan perusahaan cat. Tujuannya sederhana namun berdampak besar: mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli lingkungan melalui estetika. Kini, setiap sudut rumah, atap, hingga jalanan sempit di Jodipan dicat dengan warna-warna cerah yang kontras, menciptakan pemandangan yang memukau bahkan dari kejauhan.
Daya Tarik Utama dan Spot Foto
Selain keindahan gradasi warnanya, daya tarik utama di sini adalah Jembatan Kaca Ngalam Indonesia. Jembatan ini menghubungkan Kampung Warna-Warni Jodipan dengan Kampung Tridi (Tiga Dimensi) yang berada di seberangnya. Sensasi berjalan di atas lantai kaca dengan ketinggian sekitar 9,5 meter memberikan tantangan tersendiri bagi pengunjung, sambil menikmati pemandangan aliran sungai di bawahnya.
Selain jembatan, lorong-lorong sempit di kampung ini penuh dengan mural kreatif dan payung-payung gantung yang berwarna-warni, menjadikannya surga bagi para pemburu foto.
Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Transformasi ini membuktikan bahwa kreativitas dapat menggerakkan roda ekonomi. Warga lokal kini merasakan manfaat langsung melalui pengelolaan tiket masuk, penjualan suvenir, hingga warung makan. Kesadaran akan kebersihan lingkungan pun meningkat drastis, membuktikan bahwa Kampung Jodipan bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan simbol kebanggaan warga Malang.
Jika Anda berkunjung ke Malang, pastikan untuk mampir dan merasakan langsung keceriaan di setiap sudut kampung yang unik ini.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar