Senin, 1 Sep 2025
light_mode
Beranda » Wisata » Kuta Dulu dan Sekarang: Masihkah Relevan untuk Dikunjungi?

Kuta Dulu dan Sekarang: Masihkah Relevan untuk Dikunjungi?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

Kuta. Nama ini kerap membangkitkan dua citra yang kontras. Bagi sebagian orang, ia adalah kenangan manis tentang surga para backpacker dan peselancar di tahun 70-an hingga 90-an; sebuah desa nelayan yang bertransformasi menjadi ikon pariwisata Bali dengan pantai legendaris dan suasana bebas. Namun, bagi sebagian lainnya, Kuta hari ini adalah pusat keramaian yang padat, identik dengan kemacetan dan komersialisasi.

Lantas, di tengah pesatnya perkembangan destinasi baru di Bali yang menawarkan ketenangan, masihkah Kuta relevan untuk dikunjungi? Jawabannya adalah iya, namun dengan ekspektasi yang berbeda.

Kuta di masa lalu adalah tentang petualangan dan kesederhanaan. Kini, ia telah berevolusi menjadi sebuah destinasi yang menawarkan kemudahan dan energi urban. Jantung Kuta memang tidak lagi berdetak dalam ritme yang sama, namun pesonanya belum sepenuhnya padam. Matahari terbenam di Pantai Kuta tetap menjadi salah satu yang terindah di Bali, menawarkan siluet magis yang tak lekang oleh waktu. Ombaknya yang konsisten juga masih menjadi “sekolah” terbaik bagi para peselancar pemula.

Di balik citranya yang ramai, Kuta modern menawarkan fasilitas yang sangat lengkap. Mulai dari pusat perbelanjaan megah seperti Beachwalk Shopping Center, beragam pilihan kuliner yang tak ada habisnya, hingga kehidupan malam yang semarak. Akomodasi pun bervariasi, dari hostel ramah kantong hingga hotel-hotel berbintang dengan akses langsung ke pantai.

Jadi, Kuta mungkin bukan lagi pilihan utama bagi mereka yang mencari ketenangan spiritual atau suasana pedesaan otentik. Namun, bagi wisatawan yang mendambakan liburan dinamis, penuh energi, dengan segala kemudahan di depan mata, Kuta tetaplah sebuah destinasi yang sangat relevan. Kuta tidak hilang, ia hanya bertransformasi, menawarkan wajah baru bagi generasi baru para pelancong.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantai Pangandaran: Destinasi Klasik untuk Liburan Keluarga yang Tak Lekang Waktu

    Pantai Pangandaran: Destinasi Klasik untuk Liburan Keluarga yang Tak Lekang Waktu

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Pantai Pangandaran, yang terletak di pesisir selatan Jawa Barat, telah lama menjadi ikon pariwisata Indonesia dan destinasi favorit untuk liburan keluarga. Keindahan alamnya yang memukau, ombaknya yang bersahabat, serta fasilitas wisata yang lengkap menjadikannya pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta. Salah satu daya tarik utama Pantai Pangandaran adalah pantainya yang luas […]

  • Batas Anggaran: Mengelola Pilihan Terbatas di Tengah Kebutuhan Tak Terhingga

    Batas Anggaran: Mengelola Pilihan Terbatas di Tengah Kebutuhan Tak Terhingga

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sebagai konsumen, kita seringkali dihadapkan pada keinginan yang tak terbatas. Ada begitu banyak barang dan jasa yang menarik perhatian kita. Namun, kenyataannya, kemampuan kita untuk memenuhi semua keinginan tersebut dibatasi oleh batas anggaran (budget constraint). Konsep ekonomi mendasar ini menggambarkan kombinasi barang dan jasa yang mampu dibeli oleh seorang konsumen dengan tingkat pendapatan tertentu dan […]

  • Mamapas Lewu: Ritual Sakral Suku Dayak untuk Membersihkan Lingkungan dari Pengaruh Buruk

    Mamapas Lewu: Ritual Sakral Suku Dayak untuk Membersihkan Lingkungan dari Pengaruh Buruk

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Indonesia kaya akan kearifan lokal yang sarat makna, salah satunya adalah Mamapas Lewu, sebuah ritual sakral yang dijalankan oleh Suku Dayak, khususnya Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Secara harfiah, “Mamapas” berarti membersihkan atau menyapu, dan “Lewu” berarti kampung atau lingkungan. Jadi, Mamapas Lewu adalah tradisi untuk membersihkan lingkungan dari segala pengaruh buruk. Ritual ini bukan […]

  • Uranium Diperkaya: Dualitas Penggunaan dari Pembangkit Listrik hingga Senjata Nuklir

    Uranium Diperkaya: Dualitas Penggunaan dari Pembangkit Listrik hingga Senjata Nuklir

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Uranium adalah elemen alami yang menjadi bahan bakar utama untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Namun, dalam bentuk yang lebih terkonsentrasi melalui proses pengayaan uranium, material ini juga dapat digunakan dalam pembuatan senjata nuklir. Dualitas penggunaan inilah yang menjadikannya subjek pengawasan internasional yang ketat. Proses Pengayaan Uranium Uranium alami sebagian besar terdiri dari dua isotop […]

  • Tari Kecak: Drama Ramayana yang Diceritakan Lewat Paduan Suara “Cak”

    Tari Kecak: Drama Ramayana yang Diceritakan Lewat Paduan Suara “Cak”

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Bali, pulau dewata, tak pernah kehabisan pesona budaya. Salah satu pertunjukannya yang paling ikonik dan memukau dunia adalah Tari Kecak. Lebih dari sekadar tarian, Kecak adalah sebuah drama musikal yang unik, menceritakan фрагменты dari epos রামায়ণ (Ramayana) melalui kekuatan vokal ratusan penari pria yang membentuk paduan suara “Cak”. Keistimewaan utama Tari Kecak terletak pada absennya […]

  • Prediksi Inovasi 10 Tahun ke Depan: Apa yang Akan Berubah?

    Prediksi Inovasi 10 Tahun ke Depan: Apa yang Akan Berubah?

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Dunia berada di ambang revolusi teknologi yang akan mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi secara fundamental. Dalam satu dekade mendatang, laju inovasi tidak akan melambat, justru akan semakin cepat. Prediksi inovasi 10 tahun ke depan menunjukkan pergeseran besar yang didorong oleh kemajuan dalam berbagai bidang kunci. Dominasi Kecerdasan Buatan (AI) dan Otomatisasi Kecerdasan Buatan […]

expand_less