Jumat, 1 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Tiwah: Mengenal Ritual Megah Mengantar Arwah Leluhur Suku Dayak Ngaju

Tiwah: Mengenal Ritual Megah Mengantar Arwah Leluhur Suku Dayak Ngaju

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

Bagi Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang menuju alam keabadian. Puncak dari perjalanan ini ditandai oleh Tiwah, sebuah ritual kematian tingkat akhir yang paling besar, megah, dan sakral. Tiwah bukanlah upacara pemakaman biasa, melainkan sebuah kewajiban suci untuk mengantarkan arwah leluhur (Liau) menuju surga atau Lewu Tatau.

Ritual ini tidak dilaksanakan sesaat setelah seseorang meninggal, melainkan bisa bertahun-tahun kemudian, menunggu kesiapan keluarga secara finansial dan spiritual. Upacara Tiwah yang berlangsung berhari-hari ini menjadi pesta besar bagi seluruh desa, dipenuhi dengan tarian, musik gong, dan nyanyian sakral.

Prosesi Sakral Menuju Kesempurnaan Arwah

Inti dari prosesi Tiwah adalah memindahkan tulang-belulang jenazah dari makam sementara ke sebuah bangunan kecil yang indah bernama Sandung. Sandung adalah rumah abadi bagi para arwah. Prosesi ini diyakini menyempurnakan perjalanan arwah sehingga dapat diterima di Lewu Tatau dan terhindar dari menjadi roh penasaran.

Upacara ini juga melibatkan persembahan kurban, seperti ayam, babi, hingga kerbau, yang dipercaya akan menjadi bekal dan kendaraan bagi arwah di alam baka. Bagi keluarga yang menyelenggarakannya, Tiwah adalah bentuk bakti dan cinta tertinggi kepada leluhur mereka, sekaligus melepaskan segala ikatan duniawi.

Tiwah lebih dari sekadar upacara; ia adalah ekspresi kompleks dari teologi, seni, dan tatanan sosial masyarakat Dayak Ngaju. Ritual megah ini merupakan warisan budaya tak benda yang menunjukkan betapa dalamnya penghormatan mereka terhadap siklus kehidupan dan arwah para pendahulu.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Ekonomi Global

    Menjaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Ekonomi Global

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Memasuki pertengahan tahun 2025, panggung ekonomi global diwarnai oleh berbagai tantangan, mulai dari ketegangan geopolitik hingga ketidakpastian kebijakan moneter di negara-negara maju. Kondisi ini secara alami memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah. Namun, di tengah gejolak tersebut, menjaga stabilitas Rupiah tetap menjadi prioritas utama. Bank Indonesia (BI) sebagai garda terdepan stabilitas moneter, […]

  • Hoaks, Fakta, dan Filter: Cara Melatih Akal Sehat di Era Informasi

    Hoaks, Fakta, dan Filter: Cara Melatih Akal Sehat di Era Informasi

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, informasi mengalir deras tanpa henti. Dari berita terkini hingga gosip selebriti, semuanya hanya berjarak satu ketukan jari. Namun, di tengah banjir informasi ini, kemampuan kita untuk membedakan antara hoaks dan fakta menjadi semakin krusial. Melatih akal sehat bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk tetap waras dan tidak mudah termakan informasi […]

  • Tips Foto dan Dokumentasi yang Etis Selama Umrah

    Tips Foto dan Dokumentasi yang Etis Selama Umrah

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Mendokumentasikan momen-momen suci selama umrah adalah hal yang wajar. Namun, di Tanah Suci, ada etika dan adab yang harus dijaga agar kegiatan foto dan video tidak mengganggu kekhusyukan jamaah lain atau melanggar kesucian tempat. Berikut adalah tips agar dokumentasi Anda tetap etis dan beretika. 1. Niatkan untuk Beribadah, Bukan Berfoto Prioritas utama Anda di Tanah […]

  • Komputasi Terdistribusi: Memecahkan Masalah Besar Bersama

    Komputasi Terdistribusi: Memecahkan Masalah Besar Bersama

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi tantangan komputasi yang semakin kompleks dan data yang terus membesar, satu komputer tunggal seringkali tidak lagi mencukupi. Di sinilah peran komputasi terdistribusi menjadi krusial. Secara sederhana, komputasi terdistribusi adalah sebuah sistem di mana komponen-komponen perangkat lunak tersebar di beberapa komputer (atau node) yang saling berkomunikasi melalui jaringan untuk mencapai satu tujuan bersama. Pendekatan […]

  • Robotika di Ladang: Otomatisasi Traktor dan Mesin Panen

    Robotika di Ladang: Otomatisasi Traktor dan Mesin Panen

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Robotika, teknologi yang sering kita lihat dalam film fiksi ilmiah, kini telah menjadi bagian integral dari dunia pertanian. Penerapan robotika di ladang membawa perubahan fundamental dalam praktik bercocok tanam, terutama melalui otomatisasi traktor dan mesin panen. Teknologi ini bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra cerdas yang membantu petani meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara signifikan. Mengubah […]

  • Dari Ruang Kelas ke Masa Depan Cerah: Dampak Langsung Dukungan Anda pada Semangat Guru Mengajar

    Dari Ruang Kelas ke Masa Depan Cerah: Dampak Langsung Dukungan Anda pada Semangat Guru Mengajar

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Seringkali kita melihat hasil akhir dari pendidikan—siswa yang berprestasi, lulusan yang sukses. Namun, di balik setiap pencapaian itu, ada sosok guru yang berdedikasi, mencurahkan waktu dan energinya. Dukungan kita, sekecil apapun, memiliki dampak langsung dan signifikan pada semangat guru dalam mengajar, yang pada akhirnya akan membentuk masa depan cerah para siswa. Mengapa demikian? Semangat Guru […]

expand_less