Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Rebo Wekasan: Mengupas Mitos dan Ritual di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Rebo Wekasan: Mengupas Mitos dan Ritual di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

Di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Jawa dan beberapa wilayah lainnya, dikenal sebuah tradisi atau keyakinan terkait hari Rabu Wekasan. Secara bahasa, ini berarti hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Hari ini dipercaya oleh sebagian masyarakat memiliki potensi datangnya berbagai musibah atau bala.

Asal-usul keyakinan ini tidak sepenuhnya jelas dan tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Namun, cerita dan mitos yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa pada hari tersebut, Allah SWT menurunkan berbagai macam penyakit dan kesulitan. Oleh karena itu, muncullah berbagai ritual dan amalan yang bertujuan untuk menolak bala atau menjauhkan diri dari kesialan.

Ritual Tolak Bala dan Pandangan Ulama

Beberapa ritual yang umum dilakukan saat Rebo Wekasan antara lain adalah melaksanakan salat sunah khusus, membaca doa-doa tertentu, membuat dan membagikan sedekah berupa makanan atau minuman, hingga mandi atau berendam di sungai dengan harapan membersihkan diri dari energi negatif. Di beberapa tempat, bahkan ada tradisi membuat nasi ketan kuning yang ditaburi serundeng sebagai simbol penolak bala.

Meskipun demikian, sebagian besar ulama dan tokoh agama Islam tidak membenarkan keyakinan khusus terkait kesialan hari Rabu terakhir bulan Safar. Mereka menekankan bahwa tidak ada hari yang secara inheren membawa sial atau keberuntungan. Setiap waktu adalah baik dan ketentuan nasib berada di tangan Allah SWT. Amalan-amalan yang dianjurkan dalam Islam bersifat umum dan tidak terikat pada hari atau waktu tertentu untuk menolak bala.

Rebo Wekasan menjadi menarik sebagai fenomena budaya yang mencerminkan bagaimana kepercayaan lokal dan interpretasi agama dapat berinteraksi. Penting untuk memahami tradisi ini dalam konteks sosial dan budaya masyarakat Indonesia, sambil tetap berpegang pada ajaran agama yang benar. Alih-alih meyakini kesialan hari tertentu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan berbuat kebaikan di setiap waktu.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SDGs dan Investasi Berkelanjutan: Kunci Masa Depan Gemilang

    SDGs dan Investasi Berkelanjutan: Kunci Masa Depan Gemilang

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan peta jalan global untuk mengatasi tantangan pembangunan yang mendesak, mulai dari kemiskinan, kesenjangan, hingga perubahan iklim. Mencapai 17 tujuan ambisius ini memerlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, dan investasi berkelanjutan memainkan peran krusial dalam mewujudkannya. Investasi berkelanjutan, atau dikenal juga sebagai investasi berbasis ESG […]

  • Free Diving di Amed: Belajar Menyelam Tanpa Tabung di Laut Tenang

    Free Diving di Amed: Belajar Menyelam Tanpa Tabung di Laut Tenang

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda membayangkan meluncur di bawah permukaan laut dengan keheningan total, tanpa suara gelembung dari tabung scuba? Itulah esensi dari free diving, sebuah seni menyelam dengan satu tarikan napas. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, Amed di pesisir timur Bali adalah salah satu tempat terbaik di dunia, terutama bagi pemula. Amed menawarkan kondisi yang nyaris sempurna […]

  • Di Balik Layar: Bagaimana PPATK Menganalisis Transaksi Mencurigakan

    Di Balik Layar: Bagaimana PPATK Menganalisis Transaksi Mencurigakan

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Mencegah tindak pidana pencucian uang bukanlah hal yang mudah. Di balik layar, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) bekerja keras untuk melacak dan menganalisis pergerakan uang yang mencurigakan. Proses ini merupakan kunci utama untuk mengidentifikasi dan membongkar jaringan kejahatan finansial yang rumit. Lantas, bagaimana PPATK melakukan analisis tersebut? Menerima Laporan dari Berbagai Sumber Langkah […]

  • Dunia Kerja di Ujung Tanduk? CEO Google DeepMind Beri Peringatan Keras Soal AI

    Dunia Kerja di Ujung Tanduk? CEO Google DeepMind Beri Peringatan Keras Soal AI

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Kecerdasan buatan (AI) terus berkembang pesat, membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk dunia kerja. CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, baru-baru ini menyampaikan prediksi yang cukup mengkhawatirkan. Ia memperkirakan bahwa dalam 5-10 tahun mendatang, AI dapat menghilangkan hingga 83 juta pekerjaan di seluruh dunia. Prediksi ini didasarkan pada kemampuan AI yang semakin canggih dalam melakukan […]

  • Investasi pada Pendidikan dan Kesehatan: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang.

    Investasi pada Pendidikan dan Kesehatan: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang.

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Ketika berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, banyak yang langsung berpikir tentang pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan tol atau pabrik. Namun, fondasi paling krusial bagi kemajuan sebuah bangsa sesungguhnya terletak pada kualitas rakyatnya. Inilah mengapa investasi pada pendidikan dan kesehatan dianggap sebagai kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan dan inklusif. Investasi ini secara […]

  • Membangun Kepercayaan: Strategi LMKN Menghadapi Kritikan Publik

    Membangun Kepercayaan: Strategi LMKN Menghadapi Kritikan Publik

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Tidak ada lembaga publik yang kebal dari kritik, termasuk Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Berbagai kritik, terutama terkait transparansi dan distribusi royalti, seringkali menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, alih-alih menghindari, LMKN justru melihat kritik sebagai masukan berharga untuk membangun kepercayaan publik. LMKN secara proaktif merumuskan strategi yang terukur dan terarah untuk menjawab setiap keraguan. […]

expand_less