Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 120
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda merasa lebih kecewa saat kehilangan uang Rp100.000 dibandingkan rasa senang saat menemukan nominal yang sama? Jika ya, Anda tidak sendiri. Fenomena psikologis ini adalah inti dari Prospect Theory (Teori Prospek), sebuah konsep pemenang Nobel yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky.

Teori ini secara fundamental menantang asumsi ekonomi klasik bahwa manusia selalu membuat keputusan rasional. Sebaliknya, Prospect Theory menunjukkan bahwa keputusan kita, terutama yang melibatkan risiko, sangat dipengaruhi oleh persepsi kita terhadap keuntungan (gain) dan kerugian (loss).

Konsep utamanya adalah aversi kerugian (loss aversion). Penelitian menunjukkan bahwa secara psikologis, dampak dari kerugian terasa sekitar dua kali lebih kuat dibandingkan dampak dari keuntungan dengan nilai yang sama. Inilah sebabnya rasa sakit karena kehilangan Rp100.000 jauh lebih membekas daripada kegembiraan sesaat karena mendapatkannya. Otak kita terprogram untuk memprioritaskan upaya menghindari kerugian daripada upaya mengejar keuntungan.

Selain itu, teori ini memperkenalkan gagasan titik referensi (reference point). Kita tidak mengevaluasi hasil secara absolut, melainkan relatif terhadap kondisi awal kita. Bagi seseorang yang memiliki uang pas-pasan, kehilangan Rp100.000 bisa terasa seperti bencana, sementara bagi seorang jutawan, dampaknya mungkin tidak terasa.

Implikasinya dalam kehidupan sehari-hari sangat besar, terutama dalam keputusan finansial. Aversi kerugian adalah alasan mengapa banyak investor terlalu lama memegang saham yang merugi, karena menjualnya berarti “merealisasikan” rasa sakit dari kerugian tersebut. Mereka lebih memilih berharap harga akan pulih, meskipun itu keputusan yang tidak rasional.

Dengan memahami Prospect Theory, kita bisa lebih waspada terhadap jebakan emosional ini. Mengenali bahwa rasa takut kehilangan sering kali lebih dominan adalah langkah pertama untuk membuat keputusan finansial yang lebih seimbang dan objektif.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Snorkeling di Manta Point Nusa Penida: Pengalaman Ajaib Bertemu Pari Manta Raksasa

    Snorkeling di Manta Point Nusa Penida: Pengalaman Ajaib Bertemu Pari Manta Raksasa

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Nusa Penida, surga tersembunyi di tenggara Bali, menawarkan pesona bahari yang tak ada duanya. Salah satu pengalaman paling ikonik dan dicari para wisatawan adalah snorkeling di Manta Point Nusa Penida. Spot ini terkenal di seluruh dunia sebagai “rumah” bagi pari manta raksasa yang anggun, memberikan kesempatan langka untuk berenang langsung bersama mereka di habitat aslinya. […]

  • Mengenal Komputer Generasi Pertama: Era Tabung Vakum Raksasa

    Mengenal Komputer Generasi Pertama: Era Tabung Vakum Raksasa

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sebelum laptop tipis atau smartphone di genggaman, dunia komputasi dimulai dengan mesin-mesin raksasa di era Komputer Generasi Pertama (sekitar 1940-an – 1950-an). Ini adalah masa ketika tabung vakum menjadi “otak” utama komputer, menjadikannya perangkat yang sangat besar, mahal, dan haus daya. Meskipun primitif menurut standar modern, generasi inilah yang meletakkan fondasi bagi revolusi digital. Komputer […]

  • Jangan Remehkan yang Kecil: Kekuatan Inovasi Skala Kecil yang Mengubah Dunia

    Jangan Remehkan yang Kecil: Kekuatan Inovasi Skala Kecil yang Mengubah Dunia

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Ketika mendengar kata “inovasi”, banyak yang langsung membayangkan terobosan teknologi canggih atau penemuan revolusioner dari perusahaan raksasa. Namun, kekuatan perubahan seringkali datang dari tempat yang tidak terduga. Inovasi skala kecil—perbaikan sederhana dan cerdas dalam proses, produk, atau layanan sehari-hari—memiliki potensi luar biasa untuk tumbuh dan menciptakan dampak yang sangat besar. Dari Ide Sederhana Menjadi Dampak […]

  • Tips Berbelanja Cerdas di Arab Saudi

    Tips Berbelanja Cerdas di Arab Saudi

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Berbelanja di Arab Saudi adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman umrah atau haji. Namun, agar tidak boros dan tetap mendapatkan barang berkualitas, Anda perlu menerapkan strategi cerdas. Berikut adalah beberapa tips untuk berbelanja hemat dan efektif di Tanah Suci. 1. Kenali Barang yang Akan Dibeli Sebelum berangkat, buatlah daftar barang yang ingin Anda beli, baik […]

  • Teknologi Geotermal Tingkat Lanjut: Energi Panas Bumi yang Lebih Efisien

    Teknologi Geotermal Tingkat Lanjut: Energi Panas Bumi yang Lebih Efisien

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Indonesia, yang terletak di Cincin Api Pasifik, memiliki potensi energi panas bumi terbesar di dunia. Selama ini, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) konvensional telah menjadi andalan. Namun, untuk memaksimalkan potensi ini, teknologi geotermal tingkat lanjut kini hadir sebagai solusi untuk menghasilkan energi yang lebih efisien dan dari sumber yang lebih beragam. Berbeda dengan sistem […]

  • 5G dan Beyond: Mempercepat Era Konektivitas

    5G dan Beyond: Mempercepat Era Konektivitas

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    5G telah hadir, menjanjikan kecepatan internet super cepat dan latensi yang sangat rendah, namun inovasi di dunia konektivitas tidak berhenti di sana. Konsep “Beyond 5G” atau generasi jaringan seluler berikutnya sudah mulai dikembangkan, siap untuk lebih jauh mempercepat era konektivitas dan membuka peluang transformatif di berbagai sektor. Keunggulan utama 5G terletak pada kemampuannya menghadirkan kecepatan […]

expand_less