Rabu, 5 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda merasa lebih kecewa saat kehilangan uang Rp100.000 dibandingkan rasa senang saat menemukan nominal yang sama? Jika ya, Anda tidak sendiri. Fenomena psikologis ini adalah inti dari Prospect Theory (Teori Prospek), sebuah konsep pemenang Nobel yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky.

Teori ini secara fundamental menantang asumsi ekonomi klasik bahwa manusia selalu membuat keputusan rasional. Sebaliknya, Prospect Theory menunjukkan bahwa keputusan kita, terutama yang melibatkan risiko, sangat dipengaruhi oleh persepsi kita terhadap keuntungan (gain) dan kerugian (loss).

Konsep utamanya adalah aversi kerugian (loss aversion). Penelitian menunjukkan bahwa secara psikologis, dampak dari kerugian terasa sekitar dua kali lebih kuat dibandingkan dampak dari keuntungan dengan nilai yang sama. Inilah sebabnya rasa sakit karena kehilangan Rp100.000 jauh lebih membekas daripada kegembiraan sesaat karena mendapatkannya. Otak kita terprogram untuk memprioritaskan upaya menghindari kerugian daripada upaya mengejar keuntungan.

Selain itu, teori ini memperkenalkan gagasan titik referensi (reference point). Kita tidak mengevaluasi hasil secara absolut, melainkan relatif terhadap kondisi awal kita. Bagi seseorang yang memiliki uang pas-pasan, kehilangan Rp100.000 bisa terasa seperti bencana, sementara bagi seorang jutawan, dampaknya mungkin tidak terasa.

Implikasinya dalam kehidupan sehari-hari sangat besar, terutama dalam keputusan finansial. Aversi kerugian adalah alasan mengapa banyak investor terlalu lama memegang saham yang merugi, karena menjualnya berarti “merealisasikan” rasa sakit dari kerugian tersebut. Mereka lebih memilih berharap harga akan pulih, meskipun itu keputusan yang tidak rasional.

Dengan memahami Prospect Theory, kita bisa lebih waspada terhadap jebakan emosional ini. Mengenali bahwa rasa takut kehilangan sering kali lebih dominan adalah langkah pertama untuk membuat keputusan finansial yang lebih seimbang dan objektif.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisis Data dalam Inovasi: Mengidentifikasi Peluang Tersembunyi

    Analisis Data dalam Inovasi: Mengidentifikasi Peluang Tersembunyi

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, inovasi tidak lagi hanya bergantung pada intuisi atau firasat. Perusahaan yang paling sukses adalah mereka yang mampu membuat keputusan berbasis bukti. Di sinilah peran analisis data dalam inovasi menjadi sangat vital, yaitu sebuah proses untuk mengubah kumpulan data mentah menjadi wawasan strategis guna mengidentifikasi peluang baru yang sering kali tidak […]

  • Mengunjungi Desa Penglipuran: Pesona Desa Adat Terbersih di Dunia

    Mengunjungi Desa Penglipuran: Pesona Desa Adat Terbersih di Dunia

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KDi tengah pesatnya pariwisata modern Bali, Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli hadir sebagai oase ketenangan dan tradisi. Dikenal luas sebagai salah-satu desa terbersih di dunia, desa adat ini menawarkan pengalaman budaya yang otentik dan memukau, menjadikannya destinasi wajib kunjung saat Anda berlibur di Pulau Dewata. Saat pertama kali melangkahkan kaki, Anda akan langsung disambut oleh […]

  • Perbankan Syariah di Indonesia: Perkembangan dan Potensi

    Perbankan Syariah di Indonesia: Perkembangan dan Potensi

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Dalam lanskap keuangan nasional, perbankan syariah di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang mengesankan, bergerak dari pasar ceruk menjadi salah satu pilar utama perekonomian. Didorong oleh populasi muslim terbesar di dunia dan meningkatnya literasi keuangan syariah, sektor ini memegang potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Perkembangan signifikan dalam satu dekade terakhir ditandai oleh beberapa faktor […]

  • Update Harga Emas Hari Ini: Rabu, 25 Juni 2025 di Logam Mulia

    Update Harga Emas Hari Ini: Rabu, 25 Juni 2025 di Logam Mulia

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Bagi Anda yang selalu mengikuti pergerakan pasar logam mulia, hari Rabu, 25 Juni 2025, membawa informasi terbaru mengenai harga emas dan perak dari Logam Mulia. Sebagai acuan investasi yang diminati banyak kalangan, memahami update harga harian menjadi krusial untuk membuat keputusan yang tepat. Menurut data terbaru dari situs resmi Logam Mulia per tanggal 25 Juni […]

  • Ketika Lensa Menjadi Senjata: Bahaya Tersembunyi di Balik Google VEO 3

    Ketika Lensa Menjadi Senjata: Bahaya Tersembunyi di Balik Google VEO 3

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Di era digital ini, teknologi berkembang dengan pesat. Salah satu inovasi terbaru adalah Google VEO 3, sebuah perangkat canggih yang menjanjikan kemudahan dalam merekam dan berbagi momen. Namun, di balik kecanggihannya, tersembunyi potensi bahaya yang perlu kita waspadai, yaitu penyalahgunaan untuk fitnah. Google VEO 3, dengan kemampuannya merekam video berkualitas tinggi dan menyebarkannya secara instan, […]

  • Kebo-Keboan: Ritual Manusia Kerbau di Banyuwangi sebagai Permohonan Kesuburan

    Kebo-Keboan: Ritual Manusia Kerbau di Banyuwangi sebagai Permohonan Kesuburan

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Banyuwangi, Jawa Timur, dikenal dengan kekayaan tradisi dan ritual uniknya. Salah satu yang paling menarik adalah Kebo-Keboan, sebuah upacara sakral yang melibatkan manusia yang bertransformasi menjadi kerbau. Ritual ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan perwujudan permohonan kepada Sang Pencipta agar memberikan kesuburan pada tanah dan hasil panen yang melimpah. Dalam tradisi Kebo-Keboan, beberapa pria pilihan dari […]

expand_less