Rabu, 16 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda merasa lebih kecewa saat kehilangan uang Rp100.000 dibandingkan rasa senang saat menemukan nominal yang sama? Jika ya, Anda tidak sendiri. Fenomena psikologis ini adalah inti dari Prospect Theory (Teori Prospek), sebuah konsep pemenang Nobel yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky.

Teori ini secara fundamental menantang asumsi ekonomi klasik bahwa manusia selalu membuat keputusan rasional. Sebaliknya, Prospect Theory menunjukkan bahwa keputusan kita, terutama yang melibatkan risiko, sangat dipengaruhi oleh persepsi kita terhadap keuntungan (gain) dan kerugian (loss).

Konsep utamanya adalah aversi kerugian (loss aversion). Penelitian menunjukkan bahwa secara psikologis, dampak dari kerugian terasa sekitar dua kali lebih kuat dibandingkan dampak dari keuntungan dengan nilai yang sama. Inilah sebabnya rasa sakit karena kehilangan Rp100.000 jauh lebih membekas daripada kegembiraan sesaat karena mendapatkannya. Otak kita terprogram untuk memprioritaskan upaya menghindari kerugian daripada upaya mengejar keuntungan.

Selain itu, teori ini memperkenalkan gagasan titik referensi (reference point). Kita tidak mengevaluasi hasil secara absolut, melainkan relatif terhadap kondisi awal kita. Bagi seseorang yang memiliki uang pas-pasan, kehilangan Rp100.000 bisa terasa seperti bencana, sementara bagi seorang jutawan, dampaknya mungkin tidak terasa.

Implikasinya dalam kehidupan sehari-hari sangat besar, terutama dalam keputusan finansial. Aversi kerugian adalah alasan mengapa banyak investor terlalu lama memegang saham yang merugi, karena menjualnya berarti “merealisasikan” rasa sakit dari kerugian tersebut. Mereka lebih memilih berharap harga akan pulih, meskipun itu keputusan yang tidak rasional.

Dengan memahami Prospect Theory, kita bisa lebih waspada terhadap jebakan emosional ini. Mengenali bahwa rasa takut kehilangan sering kali lebih dominan adalah langkah pertama untuk membuat keputusan finansial yang lebih seimbang dan objektif.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Investasi Syariah: Prinsip dan Instrumen Keuangan Islami

    Investasi Syariah: Prinsip dan Instrumen Keuangan Islami

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Bagi banyak investor, keselarasan antara kegiatan finansial dan keyakinan pribadi menjadi prioritas utama. Inilah yang ditawarkan oleh investasi syariah, sebuah pendekatan investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam. Investasi syariah terbuka bagi siapa saja yang tertarik pada sistem investasi yang etis dan bertanggung jawab. Sistem ini beroperasi berdasarkan […]

  • Melindungi Ide, Memicu Kemajuan: Peran Vital Hak Kekayaan Intelektual dalam Mendorong Inovasi

    Melindungi Ide, Memicu Kemajuan: Peran Vital Hak Kekayaan Intelektual dalam Mendorong Inovasi

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Dalam lanskap ekonomi global yang dinamis dan kompetitif, inovasi menjadi motor penggerak utama pertumbuhan dan kemajuan. Namun, agar semangat inovasi terus berkobar, diperlukan mekanisme yang melindungi hasil karya intelektual para inovator. Di sinilah peran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi krusial. HKI, seperti paten, merek dagang, hak cipta, dan desain industri, memberikan hak eksklusif kepada pencipta […]

  • Coding Itu Mudah: Mengapa Belajar Pemrograman Penting di Abad ke-21

    Coding Itu Mudah: Mengapa Belajar Pemrograman Penting di Abad ke-21

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda berpikir bahwa coding itu rumit dan hanya untuk para ahli komputer? Buang jauh-jauh pemikiran itu! Faktanya, coding itu mudah untuk dipelajari, bahkan bagi pemula sekalipun. Dengan sumber daya yang melimpah dan komunitas yang suportif, siapa pun kini bisa memulai perjalanan di dunia pemrograman. Mengapa belajar coding menjadi begitu penting di abad ke-21 ini? […]

  • Inflasi Inti vs. Inflasi Utama: Mana yang Lebih Diperhatikan Bank Sentral?

    Inflasi Inti vs. Inflasi Utama: Mana yang Lebih Diperhatikan Bank Sentral?

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Dalam dunia ekonomi, sering kali kita mendengar dua istilah yang berkaitan dengan kenaikan harga: inflasi utama (headline inflation) dan inflasi inti (core inflation). Keduanya sama-sama mengukur laju kenaikan harga, namun dengan fokus yang berbeda. Memahami perbedaan ini sangat krusial, terutama untuk mengetahui bagaimana bank sentral, seperti Bank Indonesia, mengambil keputusan kebijakan moneter.   Inflasi Utama: […]

  • Hyperpersonalization: Masa Depan Layanan Keuangan yang Sangat Individual

    Hyperpersonalization: Masa Depan Layanan Keuangan yang Sangat Individual

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Di era digital yang serba terhubung, nasabah mengharapkan lebih dari sekadar layanan keuangan yang standar. Mereka mendambakan pengalaman yang relevan, intuitif, dan disesuaikan secara unik dengan kebutuhan dan preferensi individual mereka. Inilah yang ditawarkan oleh hyperpersonalization. Lebih jauh dari sekadar personalisasi biasa, hyperpersonalization memanfaatkan data mendalam dan teknologi canggih untuk menghadirkan layanan keuangan yang terasa […]

  • Penti: Ritual Syukur Panen Meriah di Desa Adat Wae Rebo

    Penti: Ritual Syukur Panen Meriah di Desa Adat Wae Rebo

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Di ketinggian pegunungan Flores, Nusa Tenggara Timur, tersembunyi desa adat Wae Rebo yang magis dengan rumah kerucutnya yang ikonik, Mbaru Niang. Setiap tahun, biasanya pada bulan November, masyarakatnya menggelar ritual adat terpenting dan termeriah mereka, yaitu Penti. Ini adalah sebuah perayaan akbar sebagai ungkapan syukur atas panen yang telah usai dan permohonan berkah untuk musim […]

expand_less