Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda merasa lebih kecewa saat kehilangan uang Rp100.000 dibandingkan rasa senang saat menemukan nominal yang sama? Jika ya, Anda tidak sendiri. Fenomena psikologis ini adalah inti dari Prospect Theory (Teori Prospek), sebuah konsep pemenang Nobel yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky.

Teori ini secara fundamental menantang asumsi ekonomi klasik bahwa manusia selalu membuat keputusan rasional. Sebaliknya, Prospect Theory menunjukkan bahwa keputusan kita, terutama yang melibatkan risiko, sangat dipengaruhi oleh persepsi kita terhadap keuntungan (gain) dan kerugian (loss).

Konsep utamanya adalah aversi kerugian (loss aversion). Penelitian menunjukkan bahwa secara psikologis, dampak dari kerugian terasa sekitar dua kali lebih kuat dibandingkan dampak dari keuntungan dengan nilai yang sama. Inilah sebabnya rasa sakit karena kehilangan Rp100.000 jauh lebih membekas daripada kegembiraan sesaat karena mendapatkannya. Otak kita terprogram untuk memprioritaskan upaya menghindari kerugian daripada upaya mengejar keuntungan.

Selain itu, teori ini memperkenalkan gagasan titik referensi (reference point). Kita tidak mengevaluasi hasil secara absolut, melainkan relatif terhadap kondisi awal kita. Bagi seseorang yang memiliki uang pas-pasan, kehilangan Rp100.000 bisa terasa seperti bencana, sementara bagi seorang jutawan, dampaknya mungkin tidak terasa.

Implikasinya dalam kehidupan sehari-hari sangat besar, terutama dalam keputusan finansial. Aversi kerugian adalah alasan mengapa banyak investor terlalu lama memegang saham yang merugi, karena menjualnya berarti “merealisasikan” rasa sakit dari kerugian tersebut. Mereka lebih memilih berharap harga akan pulih, meskipun itu keputusan yang tidak rasional.

Dengan memahami Prospect Theory, kita bisa lebih waspada terhadap jebakan emosional ini. Mengenali bahwa rasa takut kehilangan sering kali lebih dominan adalah langkah pertama untuk membuat keputusan finansial yang lebih seimbang dan objektif.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Cuma Mimpi: Kisah Investor Muda yang Meraih Kebebasan Finansial dari Nol

    Bukan Cuma Mimpi: Kisah Investor Muda yang Meraih Kebebasan Finansial dari Nol

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Meraih kebebasan finansial—kondisi di mana pendapatan pasif dari aset mampu menutupi seluruh biaya hidup—adalah impian banyak orang. Namun, sering kali hal ini dianggap mustahil bagi karyawan biasa. Kisah investor bernama Rina (bukan nama sebenarnya) membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, impian tersebut sangat mungkin diwujudkan. Langkah Awal yang Menentukan Kisah Rina dimulai satu dekade lalu, […]

  • Sejarah Uranium dalam Industri Keramik dan Kaca: Dari Warna Indah hingga Isu Keamanan

    Sejarah Uranium dalam Industri Keramik dan Kaca: Dari Warna Indah hingga Isu Keamanan

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Jauh sebelum dikenal sebagai bahan bakar nuklir, uranium memiliki peran yang mengejutkan dalam dunia seni dan industri, yaitu sebagai pigmen pewarna. Selama lebih dari satu abad, senyawa uranium digunakan untuk menciptakan warna-warna cerah dan unik pada keramik serta kaca, meninggalkan warisan berupa barang koleksi yang indah sekaligus kontroversial. Glazur Cerah pada Keramik Penggunaan paling terkenal […]

  • Garuda Wisnu Kencana (GWK): Menikmati Kemegahan Patung Tertinggi di Indonesia

    Garuda Wisnu Kencana (GWK): Menikmati Kemegahan Patung Tertinggi di Indonesia

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sebagai salah satu ikon wisata Bali yang paling megah, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. Daya tarik utama kawasan ini tentu saja adalah patung GWK, sebuah mahakarya seni monumental yang menjadi patung tertinggi di Indonesia. Menggambarkan Dewa Wisnu yang menunggangi burung Garuda, patung ini tidak hanya memukau dari segi ukuran […]

  • Akuaponik: Simbiosis Mutualisme Ikan dan Tanaman dalam Satu Sistem

    Akuaponik: Simbiosis Mutualisme Ikan dan Tanaman dalam Satu Sistem

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Akuaponik adalah inovasi pertanian yang menggabungkan dua sistem menjadi satu: akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (menanam tanaman tanpa tanah). Dalam sistem ini, ikan dan tanaman hidup berdampingan dalam simbiosis mutualisme, menciptakan ekosistem mini yang sangat efisien dan berkelanjutan. Cara kerjanya sederhana namun cerdas. Air dari kolam ikan yang kaya akan nutrisi dari kotoran ikan dipompa […]

  • AI Generatif: Bukan Sekadar ChatGPT, Ini Lho yang Bikin Belajar dan Kerja Kamu Makin Canggih

    AI Generatif: Bukan Sekadar ChatGPT, Ini Lho yang Bikin Belajar dan Kerja Kamu Makin Canggih

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Hai, Gen Z! Pasti kalian sudah nggak asing lagi kan sama ChatGPT? Si asisten AI yang bisa nulis esai, jawab pertanyaan, sampai bikin kode. Tapi, tahu nggak sih, kalau itu baru permulaan? Dunia AI generatif itu jauh lebih luas dan bakal mengubah cara kita belajar serta bekerja dengan cara yang super keren! AI generatif adalah […]

  • Munduk: Desa Sejuk dengan Pemandangan Danau Kembar dan Air Terjun Tersembunyi

    Munduk: Desa Sejuk dengan Pemandangan Danau Kembar dan Air Terjun Tersembunyi

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Bagi Anda yang mencari ketenangan dan keindahan alam yang otentik di Bali, desa Munduk adalah pilihan yang tepat. Terletak di ketinggian pegunungan Buleleng, kawasan ini menawarkan udara sejuk yang menyegarkan, pemandangan spektakuler Danau Buyan dan Tamblingan yang dikenal sebagai Danau Kembar, serta sejumlah air terjun tersembunyi yang menawan. Munduk terkenal dengan suasana pedesaannya yang tenang […]

expand_less