Minggu, 21 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 97
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda merasa lebih kecewa saat kehilangan uang Rp100.000 dibandingkan rasa senang saat menemukan nominal yang sama? Jika ya, Anda tidak sendiri. Fenomena psikologis ini adalah inti dari Prospect Theory (Teori Prospek), sebuah konsep pemenang Nobel yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky.

Teori ini secara fundamental menantang asumsi ekonomi klasik bahwa manusia selalu membuat keputusan rasional. Sebaliknya, Prospect Theory menunjukkan bahwa keputusan kita, terutama yang melibatkan risiko, sangat dipengaruhi oleh persepsi kita terhadap keuntungan (gain) dan kerugian (loss).

Konsep utamanya adalah aversi kerugian (loss aversion). Penelitian menunjukkan bahwa secara psikologis, dampak dari kerugian terasa sekitar dua kali lebih kuat dibandingkan dampak dari keuntungan dengan nilai yang sama. Inilah sebabnya rasa sakit karena kehilangan Rp100.000 jauh lebih membekas daripada kegembiraan sesaat karena mendapatkannya. Otak kita terprogram untuk memprioritaskan upaya menghindari kerugian daripada upaya mengejar keuntungan.

Selain itu, teori ini memperkenalkan gagasan titik referensi (reference point). Kita tidak mengevaluasi hasil secara absolut, melainkan relatif terhadap kondisi awal kita. Bagi seseorang yang memiliki uang pas-pasan, kehilangan Rp100.000 bisa terasa seperti bencana, sementara bagi seorang jutawan, dampaknya mungkin tidak terasa.

Implikasinya dalam kehidupan sehari-hari sangat besar, terutama dalam keputusan finansial. Aversi kerugian adalah alasan mengapa banyak investor terlalu lama memegang saham yang merugi, karena menjualnya berarti “merealisasikan” rasa sakit dari kerugian tersebut. Mereka lebih memilih berharap harga akan pulih, meskipun itu keputusan yang tidak rasional.

Dengan memahami Prospect Theory, kita bisa lebih waspada terhadap jebakan emosional ini. Mengenali bahwa rasa takut kehilangan sering kali lebih dominan adalah langkah pertama untuk membuat keputusan finansial yang lebih seimbang dan objektif.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LMKN dan Keadilan: Memastikan Pencipta dan Musisi Mendapatkan Haknya

    LMKN dan Keadilan: Memastikan Pencipta dan Musisi Mendapatkan Haknya

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Di balik setiap nada dan lirik yang kita nikmati, ada kerja keras para pencipta dan musisi. Namun, memastikan mereka mendapatkan imbalan yang adil sering kali menjadi tantangan. Di sinilah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) hadir sebagai pilar keadilan, memastikan hak ekonomi mereka terpenuhi secara merata. Peran LMKN dalam menciptakan keadilan sangatlah penting. Sebelum adanya LMKN, […]

  • Mendalami Kekuatan Atom: Museum dan Pameran tentang Energi Nuklir dan Uranium

    Mendalami Kekuatan Atom: Museum dan Pameran tentang Energi Nuklir dan Uranium

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Memahami energi nuklir dan uranium tidak hanya melalui buku dan artikel, tetapi juga melalui pengalaman visual dan interaktif yang ditawarkan oleh museum dan pameran. Tempat-tempat ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat tentang sejarah, prinsip ilmiah, aplikasi, dan dampak dari kekuatan atom. Mengunjungi museum dan pameran tentang energi nuklir dan uranium adalah cara yang menarik dan informatif […]

  • Data Center Ramah Lingkungan: Inovasi Pendinginan dan Energi

    Data Center Ramah Lingkungan: Inovasi Pendinginan dan Energi

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Di era digital yang terus berkembang, data center menjadi infrastruktur krusial yang mendukung hampir semua aspek kehidupan modern. Namun, konsumsi energi yang besar dan dampak lingkungannya menjadi perhatian utama. Inilah mengapa inovasi dalam menciptakan data center ramah lingkungan semakin mendesak, terutama dalam hal pendinginan dan sumber energi. Salah satu tantangan terbesar adalah panas yang dihasilkan […]

  • Panduan Praktis: Cara Memilih Obligasi yang Tepat Sesuai Tujuan Investasi Anda

    Panduan Praktis: Cara Memilih Obligasi yang Tepat Sesuai Tujuan Investasi Anda

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Obligasi adalah pilihan populer untuk membangun portofolio pendapatan tetap, namun banyaknya jenis yang tersedia seringkali membuat investor bingung. Memilih obligasi yang salah dapat menghambat pencapaian tujuan finansial Anda. Agar tidak salah langkah, berikut adalah tiga langkah praktis untuk membantu Anda memilih obligasi yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. 1. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu Investasi […]

  • Ruwatan: Ritual Penyucian Diri dan Tolak Bala dalam Kebudayaan Jawa

    Ruwatan: Ritual Penyucian Diri dan Tolak Bala dalam Kebudayaan Jawa

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Dalam khazanah kebudayaan Jawa yang kaya, terdapat sebuah ritual mendalam yang dikenal sebagai Ruwatan. Tradisi ini merupakan upacara penyucian diri yang bertujuan untuk membersihkan seseorang dari nasib buruk, kesialan, atau sukerta (noda spiritual), serta sebagai sarana tolak bala. Hingga kini, Ruwatan masih menjadi bagian penting dari spiritualitas masyarakat Jawa, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai […]

  • Menjaga Keseimbangan: Mengenal Regulasi Penambangan Uranium Global

    Menjaga Keseimbangan: Mengenal Regulasi Penambangan Uranium Global

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Penambangan uranium bukanlah sekadar aktivitas ekstraksi mineral biasa. Karena potensinya sebagai sumber energi sekaligus bahan untuk senjata nuklir, setiap tahapannya diawasi oleh regulasi penambangan uranium yang sangat ketat. Kerangka kerja regulasi ini dirancang untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan di tingkat nasional maupun internasional. Peran Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Di tingkat global, Badan […]

expand_less