Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Universal Basic Income (UBI): Solusi Radikal untuk Kemiskinan dan Otomatisasi?

Universal Basic Income (UBI): Solusi Radikal untuk Kemiskinan dan Otomatisasi?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 78
  • comment 0 komentar

Bayangkan setiap bulan, semua warga negaraโ€”tanpa memandang kaya atau miskin, bekerja atau tidakโ€”menerima sejumlah uang tunai dari pemerintah tanpa syarat. Ide radikal yang dikenal sebagai Universal Basic Income (UBI) atau Pendapatan Dasar Universal ini semakin sering diperbincangkan sebagai jawaban atas dua tantangan besar abad ke-21: kemiskinan ekstrem dan ancaman hilangnya jutaan pekerjaan akibat otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI).

Konsep UBI sederhana: memberikan jaring pengaman finansial yang mendasar bagi semua orang. Para pendukungnya berpendapat bahwa UBI dapat memberantas kemiskinan secara efektif, meningkatkan kesehatan mental dan fisik masyarakat, serta memberikan kebebasan bagi individu untuk mengejar pendidikan, memulai usaha kecil, atau merawat anggota keluarga tanpa takut jatuh ke jurang kemiskinan. Dalam menghadapi era di mana robot dan algoritma mengambil alih banyak pekerjaan rutin, UBI dilihat sebagai cara untuk memastikan semua orang tetap memiliki daya beli dan martabat.

Namun, gagasan ini bukannya tanpa kritik tajam dan tantangan besar. Pertama, biaya implementasinya luar biasa mahal. Mendanai UBI untuk seluruh populasi sebuah negara akan memerlukan perombakan sistem pajak secara masif atau pemotongan anggaran besar-besaran dari sektor lain.

Kedua, ada kekhawatiran bahwa memberikan uang tanpa syarat akan mengurangi insentif orang untuk bekerja, yang berpotensi menyebabkan kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor vital. Selain itu, lonjakan permintaan agregat tanpa diimbangi peningkatan produksi barang dan jasa dapat memicu inflasi yang tinggi, sehingga menggerus nilai dari UBI itu sendiri.

Saat ini, berbagai eksperimen UBI dalam skala kecil sedang dilakukan di seluruh dunia untuk menguji dampak nyata dari kebijakan ini. Apakah UBI akan menjadi pilar ekonomi masa depan atau tetap menjadi sebuah utopia yang mahal? Jawabannya akan sangat bergantung pada hasil eksperimen yang sedang berjalan dan kesiapan kita untuk memikirkan kembali kontrak sosial di era otomatisasi ini.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Keamanan Data di Era Cloud Computing

    Menjaga Keamanan Data di Era Cloud Computing

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Era cloud computing telah membawa efisiensi dan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya. Bisnis dan individu di Indonesia semakin mengandalkan layanan cloud untuk menyimpan dan mengelola data. Namun, perpindahan ke cloud juga menimbulkan pertanyaan penting terkait keamanan data. Bagaimana kita memastikan informasi sensitif tetap aman di lingkungan yang dikelola oleh pihak ketiga? Tantangan Keamanan Data […]

  • Psikologi Investasi: Kunci Mengendalikan Emosi untuk Keputusan Cerdas

    Psikologi Investasi: Kunci Mengendalikan Emosi untuk Keputusan Cerdas

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Pasar saham mungkin digerakkan oleh angka dan data, namun keputusan investor seringkali dipengaruhi oleh sesuatu yang jauh lebih sulit dikendalikan: emosi. Psikologi investasi adalah studi tentang bagaimana bias kognitif dan emosi memengaruhi keputusan finansial. Menguasai psikologi ini adalah kunci untuk menjadi investor yang sukses dan rasional dalam jangka panjang. Dua emosi paling kuat dalam investasi […]

  • Harga Emas Hari Ini, Senin 21 Juli 2025: Stabil di Awal Pekan, Apa Artinya?

    Harga Emas Hari Ini, Senin 21 Juli 2025: Stabil di Awal Pekan, Apa Artinya?

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Mengawali pekan ketiga bulan Juli, harga emas batangan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau stabil. Pada hari Senin, 21 Juli 2025, harga logam mulia tidak bergerak, bertahan di level tinggi yang dicapai pada penutupan akhir pekan lalu. Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia yang diperbarui pada pukul 08:22 WIB, harga emas hari ini […]

  • Mengungkap Makna Simbolis Sirih Pinang dalam Tradisi Indonesia

    Mengungkap Makna Simbolis Sirih Pinang dalam Tradisi Indonesia

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Dari Sabang sampai Merauke, sajian sirih pinang menjadi elemen yang hampir tak pernah absen dalam berbagai upacara adat di Indonesia. Lebih dari sekadar suguhan atau kebiasaan mengunyah, tradisi ini menyimpan makna simbolis sirih pinang yang sangat mendalam dan telah mengakar kuat sebagai bagian dari kearifan lokal nusantara. Lambang Kehormatan dan Persatuan Fungsi utama sirih pinang […]

  • Teknologi Memori Baru: Lebih Cepat dan Lebih Besar

    Teknologi Memori Baru: Lebih Cepat dan Lebih Besar

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Dalam era data yang eksponensial, kebutuhan akan teknologi memori yang lebih cepat, lebih besar, dan lebih efisien semakin mendesak. Perangkat modern, mulai dari smartphone hingga pusat data raksasa, sangat bergantung pada kemampuan untuk menyimpan dan mengakses informasi dengan cepat. Inilah mengapa penelitian dan pengembangan memori generasi berikutnya menjadi fokus utama dalam industri teknologi. Teknologi memori […]

  • Genomik Selektif: Memilih Bibit Ternak Unggul Berbasis DNA

    Genomik Selektif: Memilih Bibit Ternak Unggul Berbasis DNA

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Dalam peternakan tradisional, seleksi bibit unggul seringkali didasarkan pada observasi visual atau silsilah keluarga, sebuah proses yang memakan waktu dan kurang akurat. Namun, dengan kemajuan bioteknologi, genomik selektif kini mengubah cara peternak memilih bibit ternak unggul. Teknologi ini memungkinkan peternak untuk menganalisis DNA ternak, mengidentifikasi gen-gen spesifik yang berkaitan dengan sifat-sifat penting, dan membuat keputusan […]

expand_less