Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agama » Mengenal Lebih Dekat Kiswah Ka’bah: Kain Suci Penutup Baitullah

Mengenal Lebih Dekat Kiswah Ka’bah: Kain Suci Penutup Baitullah

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar

Bagi setiap Muslim yang berkunjung ke Masjidil Haram, kemegahan Ka’bah dengan balutan kain hitam pekat berhias kaligrafi emas selalu berhasil memukau mata. Kain ini dikenal dengan nama Kiswah. Lebih dari sekadar penutup, Kiswah memiliki sejarah panjang dan detail pembuatan yang luar biasa rumit.

1. Material Mewah dan Berkualitas Tinggi

Kiswah terbuat dari sekitar 670 kg sutra alami yang diimpor dari luar negeri, kemudian diwarnai dengan warna hitam pekat. Untuk bagian kaligrafinya, pengrajin menggunakan sekitar 120 kg benang emas dan 100 kg benang perak. Kombinasi material ini membuat Kiswah tidak hanya terlihat megah, tetapi juga tahan terhadap berbagai kondisi cuaca di Makkah.

2. Detail Kaligrafi yang Penuh Makna

Setiap bagian Kiswah dihiasi dengan sulaman ayat-ayat suci Al-Qur’an menggunakan teknik sulam timbul. Kaligrafi ini dikerjakan oleh tangan-tangan ahli di pabrik khusus bernama King Abdul Aziz Complex for Holy Kaaba Kiswah di Makkah. Salah satu bagian paling ikonik adalah Burqu’ atau tirai pintu Ka’bah yang memiliki detail sulaman paling rumit dan indah.

3. Tradisi Penggantian Kiswah

Secara tradisional, penggantian Kiswah dilakukan sekali dalam setahun. Sejak tahun 2022, otoritas Arab Saudi menetapkan penggantian Kiswah dilakukan pada tanggal 1 Muharram (Tahun Baru Islam), yang sebelumnya biasa dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah saat jamaah haji sedang melaksanakan Wukuf di Arafah.

4. Proses Pembuatan yang Memakan Waktu Lama

Pembuatan satu helai Kiswah melibatkan lebih dari 200 pengrajin ahli dan memakan waktu hampir setahun penuh. Setiap inci kain diperiksa dengan sangat teliti untuk memastikan kualitas terbaik bagi rumah Allah. Kiswah terdiri dari 47 bagian kain yang dijahit menjadi satu hingga mencapai ukuran sekitar 14 meter persegi.

5. Ke mana Kiswah Lama Pergi?

Setelah diganti, Kiswah yang lama akan dilepas, dipotong menjadi bagian-bagian kecil, dan biasanya diberikan kepada tamu negara, museum, atau lembaga keagamaan tertentu sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan suci.

Mengenal Kiswah lebih dekat membuat kita semakin menghargai keagungan Ka’bah sebagai pusat kiblat umat Islam di seluruh dunia.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ETF (Exchange Traded Funds): Diversifikasi Mudah ala Investor Profesional

    ETF (Exchange Traded Funds): Diversifikasi Mudah ala Investor Profesional

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda ingin memiliki portofolio yang terdiversifikasi seperti investor profesional, namun terasa rumit dan mahal? Kini, ada instrumen modern yang menjawab kebutuhan itu: ETF (Exchange Traded Funds). ETF memungkinkan siapa saja untuk berinvestasi secara luas dengan cara yang sederhana. Apa Sebenarnya ETF itu? Secara sederhana, ETF adalah perpaduan unik antara reksa dana dan saham. Seperti […]

  • Kiat Jitu Mengelola Emosi dan Kesabaran di Tengah Keramaian

    Kiat Jitu Mengelola Emosi dan Kesabaran di Tengah Keramaian

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Pernah merasa kesal saat terjebak macet, antre panjang di supermarket, atau berdesakan di konser? Mengelola emosi dan kesabaran di tengah keramaian bisa jadi tantangan besar. Namun, dengan beberapa strategi sederhana, Anda bisa tetap tenang dan menjaga kesehatan mental. 1. Rencanakan Segalanya Sebelum memasuki situasi ramai, persiapkan diri Anda. Perkirakan waktu perjalanan, cari tahu rute alternatif, […]

  • Membebaskan Diri dari Sunk Cost Fallacy: Mengambil Keputusan yang Lebih Baik

    Membebaskan Diri dari Sunk Cost Fallacy: Mengambil Keputusan yang Lebih Baik

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Pernahkah kamu merasa kesulitan untuk meninggalkan suatu proyek, hubungan, atau investasi, meskipun sudah jelas-jelas tidak memberikan hasil yang baik? Jika iya, kamu mungkin sedang terjebak dalam sunk cost fallacy. Ini adalah kecenderungan psikologis di mana kita terus mengalokasikan sumber daya (waktu, uang, atau tenaga) ke suatu hal karena sudah banyak yang kita korbankan di dalamnya, […]

  • Bangsawan: Seni Teater Panggung Melayu di Riau

    Bangsawan: Seni Teater Panggung Melayu di Riau

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Bangsawan adalah salah satu bentuk seni teater panggung tradisional yang kaya dan memesona, berasal dari komunitas Melayu, terutama di Riau dan Malaysia. Seni ini sering disebut sebagai “opera Melayu” karena menggabungkan berbagai elemen seni, mulai dari drama, musik, tari, hingga lagu, dalam satu pertunjukan yang utuh. Bangsawan memiliki sejarah panjang yang berawal pada akhir abad […]

  • Menjaga Amanah Nasabah: Peran Krusial Regulasi Data Pribadi di Sektor Keuangan

    Menjaga Amanah Nasabah: Peran Krusial Regulasi Data Pribadi di Sektor Keuangan

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, data adalah aset paling berharga. Bagi industri keuangan, data pribadi nasabah—mulai dari identitas, nomor rekening, hingga riwayat transaksi—merupakan fondasi utama untuk menjalankan operasional dan membangun kepercayaan. Oleh karena itu, regulasi data pribadi memegang peran krusial dalam menjaga stabilitas dan integritas sektor ini. Regulasi ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan benteng […]

  • Budaya Minum Kopi di Indonesia: Evolusi dari Warung Kopi ke Kafe Modern

    Budaya Minum Kopi di Indonesia: Evolusi dari Warung Kopi ke Kafe Modern

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Indonesia, sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, memiliki budaya minum kopi yang kaya dan terus berkembang. Dari secangkir kopi hitam pahit di warung tradisional hingga sajian kopi modern di kafe-kafe kekinian, kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian dan gaya hidup masyarakatnya. Awalnya, kopi diperkenalkan oleh Belanda pada abad ke-17. Perkebunan kopi […]

expand_less