Rabu, 5 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agama » Mengenal Lebih Dekat Kiswah Ka’bah: Kain Suci Penutup Baitullah

Mengenal Lebih Dekat Kiswah Ka’bah: Kain Suci Penutup Baitullah

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Bagi setiap Muslim yang berkunjung ke Masjidil Haram, kemegahan Ka’bah dengan balutan kain hitam pekat berhias kaligrafi emas selalu berhasil memukau mata. Kain ini dikenal dengan nama Kiswah. Lebih dari sekadar penutup, Kiswah memiliki sejarah panjang dan detail pembuatan yang luar biasa rumit.

1. Material Mewah dan Berkualitas Tinggi

Kiswah terbuat dari sekitar 670 kg sutra alami yang diimpor dari luar negeri, kemudian diwarnai dengan warna hitam pekat. Untuk bagian kaligrafinya, pengrajin menggunakan sekitar 120 kg benang emas dan 100 kg benang perak. Kombinasi material ini membuat Kiswah tidak hanya terlihat megah, tetapi juga tahan terhadap berbagai kondisi cuaca di Makkah.

2. Detail Kaligrafi yang Penuh Makna

Setiap bagian Kiswah dihiasi dengan sulaman ayat-ayat suci Al-Qur’an menggunakan teknik sulam timbul. Kaligrafi ini dikerjakan oleh tangan-tangan ahli di pabrik khusus bernama King Abdul Aziz Complex for Holy Kaaba Kiswah di Makkah. Salah satu bagian paling ikonik adalah Burqu’ atau tirai pintu Ka’bah yang memiliki detail sulaman paling rumit dan indah.

3. Tradisi Penggantian Kiswah

Secara tradisional, penggantian Kiswah dilakukan sekali dalam setahun. Sejak tahun 2022, otoritas Arab Saudi menetapkan penggantian Kiswah dilakukan pada tanggal 1 Muharram (Tahun Baru Islam), yang sebelumnya biasa dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah saat jamaah haji sedang melaksanakan Wukuf di Arafah.

4. Proses Pembuatan yang Memakan Waktu Lama

Pembuatan satu helai Kiswah melibatkan lebih dari 200 pengrajin ahli dan memakan waktu hampir setahun penuh. Setiap inci kain diperiksa dengan sangat teliti untuk memastikan kualitas terbaik bagi rumah Allah. Kiswah terdiri dari 47 bagian kain yang dijahit menjadi satu hingga mencapai ukuran sekitar 14 meter persegi.

5. Ke mana Kiswah Lama Pergi?

Setelah diganti, Kiswah yang lama akan dilepas, dipotong menjadi bagian-bagian kecil, dan biasanya diberikan kepada tamu negara, museum, atau lembaga keagamaan tertentu sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan suci.

Mengenal Kiswah lebih dekat membuat kita semakin menghargai keagungan Ka’bah sebagai pusat kiblat umat Islam di seluruh dunia.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayam Taliwang: Pedasnya Sengatan dari Lombok

    Ayam Taliwang: Pedasnya Sengatan dari Lombok

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Di Pulau Lombok yang indah, tersembunyi sebuah mahakarya kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membakar semangat: Ayam Taliwang. Lebih dari sekadar hidangan ayam bakar, Ayam Taliwang adalah representasi dari cita rasa pedas khas Lombok yang begitu kuat dan berani. Kelezatan yang satu ini telah menjadi ikon kuliner dan magnet bagi para pencinta makanan […]

  • Mengubah Hujan Menjadi Oase: Pemanfaatan Air Hujan untuk Irigasi

    Mengubah Hujan Menjadi Oase: Pemanfaatan Air Hujan untuk Irigasi

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Air hujan, yang sering dianggap sebagai anugerah alam yang datang dan pergi begitu saja, sesungguhnya menyimpan potensi luar biasa, terutama untuk dunia pertanian. Pemanfaatan air hujan, atau Rainwater Harvesting, adalah solusi cerdas dan berkelanjutan untuk mengairi lahan pertanian, menjadikannya praktik yang semakin relevan di tengah isu kelangkaan air dan perubahan iklim. Mengapa Air Hujan Begitu […]

  • Menelusuri Jejak Sejarah di Kota Bandung: Gedung Sate hingga Jalan Braga

    Menelusuri Jejak Sejarah di Kota Bandung: Gedung Sate hingga Jalan Braga

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Bandung tidak hanya terkenal dengan wisata kuliner dan fashion-nya, tetapi juga kaya akan situs sejarah yang menarik untuk dijelajahi. Kota ini menyimpan banyak cerita masa lalu, terutama di masa kolonial dan awal kemerdekaan. Dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah ini, Anda tidak hanya berwisata, tetapi juga belajar tentang perjalanan bangsa. Pemberhentian pertama adalah Gedung Sate, sebuah ikon […]

  • Panen Lebih Sehat, Tanah Lebih Subur: Kunci Rotasi Tanaman

    Panen Lebih Sehat, Tanah Lebih Subur: Kunci Rotasi Tanaman

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dalam dunia pertanian, keberlanjutan adalah kunci. Salah satu praktik kuno namun tetap relevan adalah rotasi tanaman. Ini bukan hanya tentang menanam tanaman berbeda di lahan yang sama, melainkan strategi cerdas untuk memutus rantai masalah dan memastikan kesehatan tanah jangka panjang. Memutus Siklus Hama dan Penyakit Hama dan penyakit sering kali menjadi momok yang sulit diatasi. […]

  • Prosa dan Novel di Era Balai Pustaka: Tonggak Sastra Modern Indonesia

    Prosa dan Novel di Era Balai Pustaka: Tonggak Sastra Modern Indonesia

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Balai Pustaka, sebuah lembaga penerbitan yang didirikan pada tahun 1908 oleh pemerintah kolonial Belanda, memainkan peran krusial dalam sejarah perkembangan prosa dan novel di Indonesia. Era Balai Pustaka menjadi tonggak penting yang menandai transisi dari tradisi sastra lisan ke sastra modern yang menggunakan format tulisan, terutama novel. Karya-karya yang diterbitkan pada masa ini tidak hanya […]

  • Ngaben: Lebih dari Sekadar Kremasi, Sebuah Upacara Pembebasan Jiwa di Bali

    Ngaben: Lebih dari Sekadar Kremasi, Sebuah Upacara Pembebasan Jiwa di Bali

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali, pemandangan upacara Ngaben yang megah dan penuh warna tentu akan membekas di ingatan. Namun, lebih dari sekadar prosesi kremasi, Ngaben merupakan ritual suci yang memiliki makna filosofis mendalam bagi umat Hindu di Bali, yakni upacara pembebasan jiwa. Ngaben bukanlah momen kesedihan yang berlarut-larut, melainkan sebuah perayaan pelepasan roh orang […]

expand_less