Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Sasando: Suara Merdu dari Daun Lontar Pulau Rote

Sasando: Suara Merdu dari Daun Lontar Pulau Rote

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
  • visibility 190
  • comment 0 komentar

Dari kepulauan timur Indonesia, tepatnya Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, lahirlah sebuah alat musik petik yang unik dan mempesona: Sasando. Dikenal karena suaranya yang merdu dan bentuknya yang eksotis, Sasando adalah salah satu harta karun musikal Indonesia yang paling istimewa, di mana alam dan seni berpadu secara harmonis.

Keunikan utama Sasando terletak pada strukturnya yang jenius. Bagian intinya adalah sebuah tabung bambu panjang yang berfungsi sebagai tempat merentangkan senar. Namun, yang membuatnya benar-benar khas adalah bagian resonatornya. Tidak seperti alat musik lain, resonator Sasando terbuat dari anyaman daun lontar kering yang dibentuk melengkung seperti kipas atau mangkuk. Wadah dari daun lontar inilah yang menangkap dan memperkuat getaran senar, menghasilkan suara lembut nan jernih yang menjadi ciri khasnya.

Secara harfiah, nama “Sasando” berarti “alat yang bergetar” atau “berbunyi”. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik menggunakan kedua tangan, di mana setiap jari memetik senar yang berbeda untuk menghasilkan nada-nada melodi dan harmoni secara bersamaan. Jumlah senarnya bervariasi, mulai dari Sasando tradisional yang berskala pentatonis hingga Sasando elektrik modern yang diatonis dengan puluhan senar.

Secara tradisional, Sasando digunakan untuk mengiringi nyanyian, syair, dan tarian dalam upacara adat masyarakat Rote. Kini, fleksibilitasnya telah membawa suara merdu Sasando ke panggung yang lebih luas, mampu membawakan berbagai genre musik dari pop, jazz, hingga klasik.

Sasando adalah bukti nyata bagaimana kreativitas manusia dapat mengubah sumber daya alam menjadi sebuah mahakarya. Suara merdunya yang mengalun dari getaran senar dan daun lontar Pulau Rote akan selalu menjadi simbol keindahan dan kearifan lokal NTT yang mendunia.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jipeng: Akulturasi Seni Tionghoa dan Tanji di Jawa Barat

    Jipeng: Akulturasi Seni Tionghoa dan Tanji di Jawa Barat

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Jipeng adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang unik, merupakan hasil akulturasi budaya antara Tionghoa dan Tanji (nama lain untuk Gambang Kromong) yang berkembang di wilayah Jawa Barat, khususnya di Bekasi dan sekitarnya. Kesenian ini menggabungkan unsur musik, tari, dan drama dalam satu panggung, menciptakan harmoni yang khas dan menjadi cerminan dari keragaman budaya di Nusantara. […]

  • Risiko dan Peluang Investasi di Pasar Negara Berkembang

    Risiko dan Peluang Investasi di Pasar Negara Berkembang

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pasar negara berkembang (emerging markets) menawarkan potensi pertumbuhan ekonomi yang menarik bagi investor global. Namun, di balik peluang keuntungan yang menggiurkan, terdapat pula serangkaian risiko yang perlu dipahami dengan baik. Artikel ini akan mengulas keduanya secara ringkas. Peluang Investasi di Pasar Negara Berkembang Mengapa investor tertarik pada pasar negara berkembang? Beberapa alasannya meliputi: * Potensi […]

  • Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

    Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harga suatu barang bisa naik atau turun? Jawabannya terletak pada dua kekuatan dasar ekonomi: permintaan dan penawaran. Memahami kedua konsep ini adalah kunci untuk menguraikan bagaimana harga keseimbangan terbentuk di pasar. Permintaan mengacu pada kuantitas suatu barang atau jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalam […]

  • Peusijuek: Tradisi Tepung Tawar untuk Keberkahan di Aceh

    Peusijuek: Tradisi Tepung Tawar untuk Keberkahan di Aceh

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, menyimpan kekayaan tradisi yang kental dengan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Salah satu tradisi yang hingga kini terus lestari adalah Peusijuek. Dikenal juga sebagai prosesi tepung tawar, Peusijuek merupakan upacara adat untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini menjadi bagian […]

  • Memahami Hak dan Kewajiban dalam Ekosistem LMKN

    Memahami Hak dan Kewajiban dalam Ekosistem LMKN

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Dalam dunia musik, setiap nada yang dimainkan, lirik yang dinyanyikan, dan komposisi yang diciptakan memiliki nilai ekonomi. Untuk memastikan para pencipta dan pemilik hak terkait mendapatkan imbalan yang layak, hadirlah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Lembaga ini menjadi jembatan antara para pemegang hak cipta dengan pengguna karya musik. Untuk memahami peran LMKN secara menyeluruh, penting […]

  • Kisah Para Sahabat Nabi yang Menginspirasi dalam Ibadah Umrah

    Kisah Para Sahabat Nabi yang Menginspirasi dalam Ibadah Umrah

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Ibadah umrah adalah perjalanan yang penuh makna spiritual. Banyaknya ritual yang kita jalankan hari ini memiliki akar sejarah dari para sahabat Nabi Muhammad SAW. Kisah-kisah mereka saat di Tanah Suci dapat menjadi sumber inspirasi tak terbatas, mengajarkan kita tentang keteguhan iman, pengorbanan, dan kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT. 1. Kisah Umar bin Khattab: Ketegasan […]

expand_less