Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Edukasi » Ketika Hukuman dan Disiplin Menjadi Dilema: Di Mana Batasan Wajar bagi Guru?

Ketika Hukuman dan Disiplin Menjadi Dilema: Di Mana Batasan Wajar bagi Guru?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
  • visibility 77
  • comment 0 komentar

Menegakkan disiplin di sekolah adalah tugas penting, namun kini menjadi dilema besar. Di satu sisi, guru dituntut untuk membentuk karakter siswa agar bertanggung jawab. Di sisi lain, ada kekhawatiran tindakan disiplin disalahartikan sebagai kekerasan, bahkan berujung viral di media sosial.

Lantas, di manakah sebenarnya batasan wajar hukuman guru yang efektif, mendidik, namun tetap manusiawi dan aman bagi semua?

Kunci utamanya terletak pada tujuan dan cara. Disiplin yang benar bertujuan untuk mendidik dan memperbaiki perilaku, bukan untuk menyakiti atau melampiaskan amarah. Hukuman mendidik seharusnya membuat siswa merenungi kesalahannya dan belajar tentang konsekuensi, bukan sekadar menimbulkan rasa takut, sakit, atau trauma.

Batas yang tidak boleh dilanggar sangat jelas: segala bentuk kekerasan. Aturan hukum dan prinsip perlindungan anak dengan tegas melarang:

* Kekerasan Fisik: Seperti mencubit, menjewer, memukul, atau hukuman fisik lain yang mencederai tubuh.

* Kekerasan Verbal: Menggunakan kata-kata kasar, makian, hinaan, atau julukan yang merendahkan martabat siswa.

* Kekerasan Psikologis: Mengisolasi, mengancam, atau mempermalukan siswa di depan teman-temannya.

Tindakan semacam itu bukanlah disiplin, melainkan perundungan (bullying) oleh orang dewasa yang dapat meninggalkan luka jangka panjang pada anak.

Lalu, seperti apa disiplin yang dapat diterima? Contohnya adalah memberikan konsekuensi yang relevan, seperti meminta siswa membersihkan coretan yang dibuatnya, memberikan tugas tambahan yang berkaitan dengan pelajaran yang diabaikan, atau mengurangi hak istimewa (privilege) untuk sementara.

Pada intinya, garis batas terletak pada dampaknya: apakah hukuman itu membangun atau justru merusak? Penting bagi sekolah dan orang tua untuk memiliki kesepahaman bersama mengenai metode disiplin yang positif. Tujuannya satu, yaitu menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan mendukung perkembangan karakter anak.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Depan Royalti Musik: Tantangan LMKN di Era Digital

    Masa Depan Royalti Musik: Tantangan LMKN di Era Digital

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Industri musik terus berevolusi, dan begitu pula tantangan yang dihadapi oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Di era digitalisasi yang serba cepat, masa depan royalti musik berada pada persimpangan jalan, di mana LMKN harus beradaptasi untuk memastikan hak-hak pencipta tetap terlindungi. Tantangan terbesar LMKN saat ini adalah volume data yang masif dan kompleksitasnya. Di era […]

  • Waspada “Halo Dek”: Modus Penipuan Baru yang Meresahkan di Indonesia

    Waspada “Halo Dek”: Modus Penipuan Baru yang Meresahkan di Indonesia

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Masyarakat Indonesia kembali diresahkan dengan munculnya modus penipuan baru yang dikenal dengan istilah “Halo Dek”. Modus ini memanfaatkan panggilan telepon acak dari nomor yang tidak dikenal, di mana penelepon akan langsung menyapa dengan sapaan akrab “Halo Dek” atau variasi sapaan familial lainnya. Tujuannya adalah untuk membangun kedekatan semu dan mengeksploitasi psikologis korban agar terperangkap dalam […]

  • Ancaman Ransomware: Strategi Efektif untuk Pencegahan dan Pemulihan

    Ancaman Ransomware: Strategi Efektif untuk Pencegahan dan Pemulihan

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Ransomware adalah salah satu ancaman siber paling merusak saat ini, di mana peretas mengenkripsi data penting korban lalu menuntut uang tebusan untuk mengembalikannya. Serangan ini terus berevolusi dan tidak hanya menargetkan perusahaan besar, tetapi juga usaha kecil hingga pengguna perorangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Memahami strategi pencegahan yang proaktif dan langkah pemulihan yang tepat […]

  • Waspada! Kenali Skema Ponzi dan Bedanya dengan Investasi Saham yang Sah di Indonesia

    Waspada! Kenali Skema Ponzi dan Bedanya dengan Investasi Saham yang Sah di Indonesia

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Di Indonesia, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu jebakan yang sering muncul adalah skema Ponzi. Meskipun tampak menarik, skema ini sangat berbeda dengan bisnis saham yang merupakan instrumen investasi legal dan diawasi. Memahami perbedaan mendasar antara keduanya penting agar Anda tidak menjadi korban penipuan berkedok […]

  • ETF Global: Membuka Akses ke Pasar Internasional

    ETF Global: Membuka Akses ke Pasar Internasional

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Bagi investor di Indonesia yang ingin melampaui batas pasar domestik dan meraih potensi pertumbuhan di kancah global, ETF Global menawarkan solusi yang menarik dan efisien. Instrumen investasi ini memungkinkan Anda untuk memiliki eksposur ke berbagai pasar dan aset di seluruh dunia tanpa perlu membuka banyak rekening di berbagai negara. Mengenal Lebih Dekat ETF Global Sama […]

  • Mengapa Berpikir Kritis adalah Kunci Terhindar dari Penipuan Digital?

    Mengapa Berpikir Kritis adalah Kunci Terhindar dari Penipuan Digital?

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus informasi dan tawaran di dunia online, kemampuan untuk berpikir kritis menjadi perisai terpenting. Berpikir kritis adalah proses menganalisis informasi secara objektif dan rasional, bukan sekadar bereaksi secara emosional. Ini adalah kunci untuk membedakan antara informasi yang valid dan jebakan penipuan. Menghindari “Krisis Pikir” dalam Situasi Darurat Penipu sangat ahli dalam menciptakan […]

expand_less