Dari Konvensional ke Digital: Perjalanan LMKN dalam Mengelola Royalti
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sel, 19 Agu 2025
- visibility 15
- comment 0 komentar

Industri musik telah melewati transformasi besar dari era fisik ke era digital. Pergeseran ini juga menuntut Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) untuk ikut beradaptasi, melakukan perjalanan dari konvensional ke digital dalam mengelola royalti musik. Transisi ini adalah kunci bagi LMKN untuk tetap relevan dan efektif di masa kini.
Pada awalnya, pengelolaan royalti bersifat konvensional dan didominasi oleh penggunaan musik di media-media fisik dan ruang publik. Pengumpulan data royalti dilakukan secara manual, seringkali melalui survei lapangan dan laporan dari pengguna. Proses ini memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan, serta tidak mampu melacak penggunaan musik di ranah digital yang terus berkembang.
Seiring dengan munculnya layanan streaming, YouTube, dan media sosial, LMKN menyadari perlunya perubahan fundamental. Tantangan terbesar adalah bagaimana melacak jutaan putaran lagu secara akurat dan real-time. Menghadapi hal ini, LMKN mulai berinvestasi pada teknologi digital.
LMKN kini bekerja sama dengan berbagai penyedia teknologi untuk mengembangkan sistem pelacakan digital yang canggih. Sistem ini mengumpulkan data penggunaan musik secara otomatis dari berbagai platform, menganalisisnya, dan menghasilkan laporan yang akurat untuk dasar perhitungan royalti. Dengan teknologi ini, LMKN dapat memastikan bahwa setiap putaran lagu, baik di Spotify, TikTok, maupun platform lainnya, terhitung dan dihargai.
Pergeseran ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang transparansi dan akuntabilitas. Sistem digital memungkinkan LMKN untuk memberikan data yang lebih jelas kepada para pencipta dan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) lain. Dengan demikian, proses distribusi royalti menjadi lebih adil, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perjalanan LMKN dari konvensional ke digital adalah bukti komitmen mereka untuk terus beradaptasi dengan zaman. Ini adalah langkah krusial yang memastikan bahwa industri musik Indonesia memiliki masa depan yang cerah, di mana setiap karya dihargai secara akurat di era teknologi.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar