Selasa, 14 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Kawah Wurung: Bukit Teletubbies Hijau di Bondowoso

Kawah Wurung: Bukit Teletubbies Hijau di Bondowoso

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Di balik keindahan Kawah Ijen yang tersohor, Kabupaten Bondowoso menyimpan sebuah “surga” tersembunyi yang menawarkan pemandangan alam yang sangat menenangkan, yaitu Kawah Wurung. Dijuluki sebagai “Bukit Teletubbies” oleh wisatawan, destinasi ini menyuguhkan hamparan padang savana dan perbukitan hijau yang melengkung indah, persis seperti latar dalam serial anak-anak ikonik tersebut.

Nama Kawah Wurung sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti kawah yang ‘gagal’ atau ‘tidak jadi’. Kawasan ini merupakan bekas kaldera gunung api purba yang sudah mati, namun keunikannya justru terletak pada cekungan luas yang dikelilingi oleh perbukitan. Alih-alih berisi air belerang, Anda akan disuguhkan pemandangan hijau yang luas sejauh mata memandang, menjadikannya destinasi yang unik dan aman untuk dinikmati.

Ketinggian Kawah Wurung yang mencapai sekitar 1.500 mdpl menjamin udara yang sejuk dan segar. Pesona visualnya sangat bergantung pada musim. Saat musim hujan, kawasan ini akan didominasi warna hijau segar seperti permadani tebal. Sebaliknya, saat musim kemarau, rumput akan mengering dan berubah menjadi kuning keemasan, menciptakan nuansa eksotis yang menyerupai savana di Afrika atau New Zealand.

Salah satu spot favorit di sini adalah Bukit Cincin yang melingkari kawah dan Tanjakan Cinta dengan kemiringan cukup curam yang menantang untuk didaki. Dari puncaknya, Anda bisa menyaksikan panorama Kawah Wurung secara menyeluruh, bahkan jika cuaca cerah, puncak Kawah Ijen pun akan terlihat di kejauhan.

Dengan keindahan alamnya yang memukau, Kawah Wurung adalah destinasi yang ideal untuk fotografi landscape, camping ringan, atau sekadar piknik santai. Pastikan untuk memasukkan “zamrud Bondowoso” ini dalam daftar perjalanan Anda saat menjelajahi kawasan Ijen Geopark.

 

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zombie Companies: Perusahaan yang Seharusnya Bangkrut Tapi Tetap Hidup

    Zombie Companies: Perusahaan yang Seharusnya Bangkrut Tapi Tetap Hidup

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Istilah “zombie companies” mungkin terdengar menyeramkan, tetapi dalam dunia ekonomi, maknanya sangat jelas: ini adalah perusahaan yang tidak lagi menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membayar utang mereka. Secara teknis, mereka seharusnya bangkrut, namun entah bagaimana, mereka terus bertahan hidup. Fenomena ini semakin banyak terjadi, terutama setelah era suku bunga rendah yang panjang di banyak negara. […]

  • NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

    NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dalam ekonomi makro, hubungan antara pengangguran dan inflasi adalah topik yang selalu menarik. Salah satu konsep paling penting yang menggambarkan hubungan ini adalah NAIRU atau Non-Accelerating Inflation Rate of Unemployment. Sederhananya, NAIRU adalah tingkat pengangguran “alami” di mana inflasi tidak naik atau turun secara signifikan. Ini bukan berarti pengangguran nol, melainkan tingkat di mana tekanan […]

  • Randai: Teater Tradisional Minangkabau yang Memadukan Silat dan Sastra

    Randai: Teater Tradisional Minangkabau yang Memadukan Silat dan Sastra

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Dari ranah Minangkabau, Sumatera Barat, lahir sebuah seni pertunjukan yang kompleks dan memukau bernama Randai. Pertunjukan ini adalah sebuah teater tradisional yang unik, karena berhasil memadukan berbagai elemen seni seperti musik, tari, drama, sastra lisan, dan yang paling khas, gerakan pencak silat atau silek. Pertunjukan Randai memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Para pemain, yang […]

  • Kesiapan Indonesia Menghadapi Resesi Global: Analisis Fundamental

    Kesiapan Indonesia Menghadapi Resesi Global: Analisis Fundamental

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Isu resesi global terus menjadi perhatian, dan pertanyaan krusialnya adalah: seberapa siap Indonesia menghadapinya? Analisis fundamental ekonomi saat ini memberikan gambaran yang beragam. Beberapa indikator menunjukkan ketahanan, sementara tantangan juga tetap membayangi. Dari sisi positif, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa kuartal terakhir relatif stabil, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan investasi yang mulai menggeliat, […]

  • Mengintip Pusat Produksi: Lokasi Tambang Uranium Terbesar di Dunia

    Mengintip Pusat Produksi: Lokasi Tambang Uranium Terbesar di Dunia

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Uranium, sebagai sumber energi nuklir yang penting, ditambang di berbagai belahan dunia. Beberapa lokasi memiliki deposit uranium yang sangat besar, menjadikannya pemain kunci dalam industri ini. Artikel ini akan mengulas beberapa lokasi tambang uranium terbesar di dunia dan peran pentingnya dalam rantai pasokan global. Dominasi Kazakhstan dalam Produksi Uranium Dalam beberapa tahun terakhir, Kazakhstan telah […]

  • Guru Ngaji di Demak Didenda Rp 25 Juta: Kasus Viral yang Menguras Empati Publik

    Guru Ngaji di Demak Didenda Rp 25 Juta: Kasus Viral yang Menguras Empati Publik

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DEMAK, JAWA TENGAH – Sebuah peristiwa yang menimpa seorang guru ngaji di Demak, Ahmad Zuhdi (63), menjadi viral dan memicu perbincangan luas di seluruh Indonesia. Kasus ini bermula saat sang guru, yang telah mengabdi puluhan tahun, didenda Rp 25 juta oleh wali murid setelah memberikan sanksi fisik kepada seorang siswa. Kronologi kejadian bermula pada bulan […]

expand_less