Senin, 4 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Budaya “Ngeliwet”: Makan Bersama di Atas Daun Pisang

Budaya “Ngeliwet”: Makan Bersama di Atas Daun Pisang

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, ada satu tradisi kuno yang kembali menemukan tempatnya di hati banyak orang: budaya “ngeliwet”. Lebih dari sekadar makan bersama, ngeliwet adalah sebuah ritual komunal yang sarat makna, di mana kebersamaan dan kesederhanaan menjadi bintang utamanya. Tradisi yang berasal dari tanah Sunda ini mengundang kita untuk kembali terhubung dengan alam dan satu sama lain melalui cara yang paling otentik.

Inti dari ngeliwet adalah nasi liwet yang dimasak dengan santan, serai, daun salam, dan cabai, memberikan aroma wangi yang begitu menggugah selera. Setelah matang, nasi ini dituang langsung di atas hamparan daun pisang yang panjang, disebar merata di sepanjang meja atau tikar. Kemudian, aneka lauk pauk tradisional ditata di sekeliling nasi, menciptakan sebuah “prasmanan” alami yang begitu kaya warna dan rasa.

Lauk-pauk yang biasa menemani ngeliwet sangat beragam. Mulai dari ayam goreng atau bakar, aneka ikan asin, tahu dan tempe goreng, hingga sayur lalapan segar, sambal, dan kerupuk. Semua hidangan ini disusun sedemikian rupa, memanjakan mata sekaligus menggugah selera.

Yang paling spesial dari ngeliwet adalah cara makannya. Semua orang akan duduk melingkar di sekitar hamparan daun pisang, makan bersama-sama menggunakan tangan. Tradisi ini menghapus sekat-sekat sosial dan menciptakan suasana yang akrab, hangat, dan penuh canda tawa. Di sini, yang terpenting bukanlah kemewahan, melainkan kebersamaan dan kenikmatan sederhana yang tercipta.

Budaya ngeliwet adalah pengingat akan pentingnya menghargai momen bersama dan bersyukur atas rezeki yang ada. Ia adalah ajakan untuk meninggalkan sejenak gadget, bersantai, dan menikmati kebersamaan dalam kesederhanaan yang indah. Ngeliwet bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang menciptakan kenangan dan mempererat tali silaturahmi yang berharga.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Panik Dulu! Waspada Penipuan Pura-pura Kecelakaan yang Menguras Emosi dan Uang di Indonesia

    Jangan Panik Dulu! Waspada Penipuan Pura-pura Kecelakaan yang Menguras Emosi dan Uang di Indonesia

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Di tengah hiruk pikuk lalu lintas Indonesia, kabar mengenai kecelakaan seringkali membuat kita khawatir, apalagi jika melibatkan orang yang kita kenal. Sayangnya, situasi ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan pura-pura kecelakaan. Mereka menggunakan taktik manipulatif yang menguras emosi korban demi mendapatkan uang dengan cara yang tidak benar. Penting untuk memahami modus […]

  • Bagaimana Uranium Merusak Ekosistem?

    Bagaimana Uranium Merusak Ekosistem?

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Ketika uranium mencemari tanah dan air, dampaknya terasa di seluruh jaring-jaring makanan. Unsur ini tidak hanya bersifat radioaktif tetapi juga beracun secara kimia. * Kontaminasi Air dan Tanah: Uranium yang larut dalam air dapat menyebar luas, meracuni perairan dan mengendap di dasar sungai atau danau. Di darat, ia merusak struktur tanah, membunuh mikroorganisme penting yang […]

  • Peran Strategis OJK dalam Menjaga Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia

    Peran Strategis OJK dalam Menjaga Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Sektor keuangan merupakan urat nadi perekonomian suatu negara, tak terkecuali Indonesia. Stabilitas dan kesehatannya memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kesejahteraan masyarakat. Di sinilah peran krusial Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga independen hadir untuk memastikan sektor keuangan Indonesia tetap stabil, efisien, dan berdaya saing. OJK memiliki mandat yang luas, meliputi pengaturan, pengawasan, […]

  • Aplikasi Smartphone yang Wajib Dimiliki Petani Milenial

    Aplikasi Smartphone yang Wajib Dimiliki Petani Milenial

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Di era digital ini, smartphone bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan “pisau Swiss Army” bagi para petani, terutama generasi milenial. Dengan berbagai aplikasi yang inovatif, smartphone kini menjadi alat penting untuk mengelola pertanian secara lebih efisien dan modern. Berikut adalah beberapa aplikasi smartphone yang wajib dimiliki petani milenial untuk memaksimalkan hasil panen. 1. Aplikasi Pemantau […]

  • Utang Produktif vs. Konsumtif: Memahami Perbedaan dan Risikonya

    Utang Produktif vs. Konsumtif: Memahami Perbedaan dan Risikonya

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Dalam mengelola keuangan, istilah utang seringkali memicu kekhawatiran. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua utang itu buruk? Ada perbedaan mendasar antara utang produktif dan utang konsumtif yang perlu dipahami agar keuangan Anda tetap sehat. tang Produktif: Investasi untuk Masa Depan Utang produktif adalah jenis pinjaman yang digunakan untuk tujuan yang dapat menghasilkan pendapatan atau meningkatkan […]

  • Waspada Uranium di Air Minum: Kenali Risiko dan Standar Keamanannya

    Waspada Uranium di Air Minum: Kenali Risiko dan Standar Keamanannya

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Tahukah Anda bahwa uranium, elemen yang identik dengan energi nuklir, dapat ditemukan secara alami di air minum? Uranium adalah logam yang ada di bebatuan, tanah, dan air. Saat air tanah mengalir melewati formasi batuan ini, uranium dapat larut dan masuk ke dalam pasokan air sumur atau sumber air publik. Keberadaan uranium di air minum ini […]

expand_less