Rabu, 5 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Budaya “Ngeliwet”: Makan Bersama di Atas Daun Pisang

Budaya “Ngeliwet”: Makan Bersama di Atas Daun Pisang

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
  • visibility 170
  • comment 0 komentar

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, ada satu tradisi kuno yang kembali menemukan tempatnya di hati banyak orang: budaya “ngeliwet”. Lebih dari sekadar makan bersama, ngeliwet adalah sebuah ritual komunal yang sarat makna, di mana kebersamaan dan kesederhanaan menjadi bintang utamanya. Tradisi yang berasal dari tanah Sunda ini mengundang kita untuk kembali terhubung dengan alam dan satu sama lain melalui cara yang paling otentik.

Inti dari ngeliwet adalah nasi liwet yang dimasak dengan santan, serai, daun salam, dan cabai, memberikan aroma wangi yang begitu menggugah selera. Setelah matang, nasi ini dituang langsung di atas hamparan daun pisang yang panjang, disebar merata di sepanjang meja atau tikar. Kemudian, aneka lauk pauk tradisional ditata di sekeliling nasi, menciptakan sebuah “prasmanan” alami yang begitu kaya warna dan rasa.

Lauk-pauk yang biasa menemani ngeliwet sangat beragam. Mulai dari ayam goreng atau bakar, aneka ikan asin, tahu dan tempe goreng, hingga sayur lalapan segar, sambal, dan kerupuk. Semua hidangan ini disusun sedemikian rupa, memanjakan mata sekaligus menggugah selera.

Yang paling spesial dari ngeliwet adalah cara makannya. Semua orang akan duduk melingkar di sekitar hamparan daun pisang, makan bersama-sama menggunakan tangan. Tradisi ini menghapus sekat-sekat sosial dan menciptakan suasana yang akrab, hangat, dan penuh canda tawa. Di sini, yang terpenting bukanlah kemewahan, melainkan kebersamaan dan kenikmatan sederhana yang tercipta.

Budaya ngeliwet adalah pengingat akan pentingnya menghargai momen bersama dan bersyukur atas rezeki yang ada. Ia adalah ajakan untuk meninggalkan sejenak gadget, bersantai, dan menikmati kebersamaan dalam kesederhanaan yang indah. Ngeliwet bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang menciptakan kenangan dan mempererat tali silaturahmi yang berharga.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Terjun Gitgit: Keindahan Alam Liar di Jantung Bali Utara

    Air Terjun Gitgit: Keindahan Alam Liar di Jantung Bali Utara

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Menjelajahi keindahan Bali tidak hanya terbatas pada pantai dan pura. Di kawasan Bali Utara yang masih alami, tersembunyi sebuah permata alam yang memukau: Air Terjun Gitgit. Terletak di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, air terjun ini menawarkan pesona alam liar dengan air yang jernih dan pepohonan hijau yang rimbun. Air Terjun Gitgit terkenal dengan […]

  • Kreativitas dan Inovasi: Dua Sisi Mata Uang yang Sama untuk Kemajuan

    Kreativitas dan Inovasi: Dua Sisi Mata Uang yang Sama untuk Kemajuan

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Seringkali, istilah kreativitas dan inovasi digunakan secara bergantian, namun keduanya memiliki nuansa yang berbeda namun saling terkait erat. Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru, unik, dan orisinal. Sementara itu, inovasi adalah proses mengimplementasikan ide-ide kreatif tersebut menjadi sesuatu yang nyata dan bernilai, baik berupa produk, layanan, atau proses yang lebih baik. Keduanya adalah dua […]

  • Aliran Institusional: Mengapa Hukum dan Norma Adalah Kunci Ekonomi? 🏛️

    Aliran Institusional: Mengapa Hukum dan Norma Adalah Kunci Ekonomi? 🏛️

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Dalam studi ekonomi arus utama, kita sering fokus pada angka, kurva penawaran, dan permintaan. Namun, Ekonomi Institusional hadir dengan perspektif berbeda: ekonomi tidak berjalan di ruang hampa. Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam atau modal, tetapi oleh institusi—yaitu “aturan main” yang mengatur interaksi manusia. Apa Itu Institusi? Institusi mencakup dua hal […]

  • Pantai Pulau Merah Banyuwangi: Pesona Bukit Merah di Tepi Pantai

    Pantai Pulau Merah Banyuwangi: Pesona Bukit Merah di Tepi Pantai

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Banyuwangi, sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Jawa, menyimpan banyak permata tersembunyi, salah satunya adalah Pantai Pulau Merah. Pantai yang kian populer ini menawarkan pemandangan unik yang membedakannya dari pantai lain: sebuah bukit kecil berwarna kemerahan yang menjulang di tepi pantai. Dinamakan Pulau Merah bukan tanpa alasan. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai, […]

  • Investasi Obligasi Hijau: Langkah Nyata Dukung Lingkungan Sambil Raih Keuntungan

    Investasi Obligasi Hijau: Langkah Nyata Dukung Lingkungan Sambil Raih Keuntungan

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Semakin meningkatnya kesadaran akan isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan mendorong lahirnya berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk di sektor keuangan. Salah satu instrumen investasi yang semakin populer adalah obligasi hijau. Investasi ini tidak hanya berpotensi memberikan keuntungan finansial, tetapi juga memungkinkan investor untuk berkontribusi secara langsung pada proyek-proyek yang memiliki dampak positif bagi lingkungan. Apa Itu […]

  • David Ricardo dan Keunggulan Komparatif: Dasar Perdagangan Bebas 🌐

    David Ricardo dan Keunggulan Komparatif: Dasar Perdagangan Bebas 🌐

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 113
    • 0Komentar

    David Ricardo (1772–1823), seorang ekonom politik klasik Inggris, adalah salah satu pemikir paling penting dalam sejarah ekonomi, terutama karena kontribusinya pada teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage). Teori ini, yang dijelaskan dalam karyanya On the Principles of Political Economy and Taxation (1817), menjadi dasar filosofis utama bagi argumen perdagangan bebas global hingga saat ini. Mengatasi Keunggulan […]

expand_less