Signalling Theory: Bagaimana Ijazah dan Merek Memberi Sinyal Kualitas
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Ming, 24 Agu 2025
- visibility 9
- comment 0 komentar
Signalling theory menjelaskan bagaimana pihak dengan informasi lebih banyak (insider) menggunakan sinyal untuk menyampaikan informasi kredibel kepada pihak dengan informasi lebih sedikit (outsider). Dalam konteks ekonomi, sinyal ini sering digunakan untuk mengurangi asimetri informasi, di mana satu pihak dalam transaksi memiliki lebih banyak pengetahuan daripada pihak lain. Dua contoh umum sinyal kualitas adalah ijazah pendidikan dan kekuatan merek.
Ijazah sebagai Sinyal Kemampuan
Memperoleh gelar atau ijazah dari institusi pendidikan yang terkemuka seringkali dilihat sebagai sinyal kemampuan dan produktivitas potensial seorang pekerja. Bagi calon karyawan, sulit untuk secara langsung membuktikan kepada perusahaan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan. Di sisi lain, perusahaan kesulitan untuk mengevaluasi kualitas setiap pelamar secara mendalam dalam waktu singkat.
Ijazah bertindak sebagai sinyal yang dapat diamati dan diverifikasi. Mendapatkan ijazah membutuhkan waktu, usaha, dan seringkali biaya yang signifikan. Oleh karena itu, individu yang berhasil memperolehnya dianggap telah menunjukkan tingkat disiplin, ketekunan, dan kemampuan belajar yang lebih tinggi. Perusahaan kemudian menggunakan ijazah ini sebagai proxy atau indikator kualitas calon karyawan, membantu mereka dalam proses perekrutan dan mengurangi risiko informasi yang tidak lengkap.
Merek sebagai Sinyal Kualitas Produk
Sama halnya dengan ijazah, merek yang kuat dan terkenal berfungsi sebagai sinyal kualitas produk atau layanan. Konsumen seringkali tidak memiliki informasi lengkap tentang kualitas suatu produk sebelum membelinya. Merek yang telah membangun reputasi positif selama bertahun-tahun menyampaikan pesan bahwa produk tersebut kemungkinan memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan.
Perusahaan menginvestasikan banyak uang dalam membangun merek mereka melalui iklan, pemasaran, dan menjaga kualitas produk. Investasi ini menjadi sinyal bagi konsumen bahwa mereka percaya pada produk mereka dan bersedia mempertaruhkan reputasi mereka. Konsumen, yang mungkin enggan mengambil risiko dengan produk yang tidak dikenal, cenderung memilih merek yang sudah dikenal sebagai jaminan kualitas. Dengan demikian, merek membantu mengurangi ketidakpastian dan membangun kepercayaan antara penjual dan pembeli.
Singkatnya, signalling theory menyoroti bagaimana tindakan atau atribut tertentu (seperti ijazah dan merek) dapat menyampaikan informasi penting tentang kualitas dan kemampuan, mengatasi masalah asimetri informasi dalam berbagai transaksi ekonomi.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar