Sabtu, 30 Agu 2025
light_mode
Beranda » Inovasi » Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
  • visibility 4
  • comment 0 komentar

Tanaman penutup tanah, atau cover crops, sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, praktik ini adalah salah satu strategi paling efektif dan ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan tanah. Cover crops bukanlah tanaman utama yang akan dipanen, melainkan “selimut” alami yang ditanam di luar musim tanam atau di sela-sela barisan tanaman utama.

Mencegah Erosi dan Menjaga Kelembapan Tanah

Ketika lahan pertanian dibiarkan kosong, terutama saat musim kemarau atau hujan deras, tanah menjadi sangat rentan. Terik matahari dapat mengeringkan dan mematikan mikroorganisme, sementara hujan deras dapat menyebabkan erosi yang mengikis lapisan tanah paling subur. Dengan menanam cover crops seperti gandum, gandum hitam, atau kacang-kacangan, tanah tertutup dan terlindungi dari paparan langsung. Akibatnya, kelembapan tanah terjaga, struktur tanah tidak rusak, dan kehidupan mikrobial tetap aktif.

Menambah Nutrisi dan Mengusir Hama Secara Alami

Salah satu keunggulan utama cover crops adalah kemampuannya untuk memperkaya tanah dengan nutrisi. Jenis cover crops seperti kacang-kacangan (legum) dapat mengikat nitrogen dari udara dan menyimpannya di dalam tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk nitrogen kimia. Selain itu, cover crops dapat berfungsi sebagai “tanaman pengusir” hama. Tanaman seperti mustard atau lobak, misalnya, dapat melepaskan senyawa kimia yang menekan populasi nematoda (cacing parasit) di dalam tanah, menjaga tanaman utama tetap sehat.

Meningkatkan Produktivitas dan Mengurangi Biaya

Meskipun tidak dijual, cover crops adalah investasi yang sangat menguntungkan. Tanah yang sehat dan kaya nutrisi akan meningkatkan hasil panen tanaman utama di musim berikutnya. Dengan berkurangnya kebutuhan pupuk dan pestisida, biaya operasional pertanian juga menurun. Praktik ini adalah langkah proaktif menuju pertanian yang lebih tangguh, lestari, dan menguntungkan dalam jangka panjang.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dahau: Kemeriahan Pesta Adat Besar Suku Dayak di Kalimantan Timur

    Dahau: Kemeriahan Pesta Adat Besar Suku Dayak di Kalimantan Timur

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Kalimantan Timur menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya tercermin dalam tradisi Dahau. Bagi Suku Dayak, Dahau bukanlah sekadar pesta biasa, melainkan sebuah perayaan adat besar yang memiliki makna mendalam dan melibatkan seluruh komunitas. Kemeriahannya menjadi simbol persatuan, syukur, dan pelestarian warisan leluhur. Secara harfiah, Dahau dapat diartikan sebagai pesta besar atau perayaan penting. […]

  • Go Digital, Go Global: Mengangkat Daya Saing UMKM di Era Digital

    Go Digital, Go Global: Mengangkat Daya Saing UMKM di Era Digital

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Di era serba digital ini, adaptasi teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dan berkembang. Digitalisasi UMKM menjadi kunci utama untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, dan pada akhirnya, menguatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat. Manfaat Nyata Digitalisasi bagi UMKM Mengadopsi teknologi digital […]

  • Mengubah Hujan Menjadi Oase: Pemanfaatan Air Hujan untuk Irigasi

    Mengubah Hujan Menjadi Oase: Pemanfaatan Air Hujan untuk Irigasi

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Air hujan, yang sering dianggap sebagai anugerah alam yang datang dan pergi begitu saja, sesungguhnya menyimpan potensi luar biasa, terutama untuk dunia pertanian. Pemanfaatan air hujan, atau Rainwater Harvesting, adalah solusi cerdas dan berkelanjutan untuk mengairi lahan pertanian, menjadikannya praktik yang semakin relevan di tengah isu kelangkaan air dan perubahan iklim. Mengapa Air Hujan Begitu […]

  • Stagflasi: Ketika Inflasi Tinggi Bertemu dengan Pertumbuhan Ekonomi yang Lambat

    Stagflasi: Ketika Inflasi Tinggi Bertemu dengan Pertumbuhan Ekonomi yang Lambat

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Dalam dunia ekonomi, kita sering mendengar tentang inflasi (kenaikan harga) dan resesi (pertumbuhan ekonomi negatif). Namun, ada satu kondisi yang dianggap sangat menakutkan dan rumit untuk diatasi, yaitu stagflasi. Stagflasi adalah situasi paradoks di mana suatu perekonomian mengalami inflasi yang tinggi secara bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat (atau bahkan stagnan) dan tingkat pengangguran yang […]

  • Kolaborasi Internasional dalam Inovasi: Menyatukan Kekuatan untuk Kemajuan Bersama

    Kolaborasi Internasional dalam Inovasi: Menyatukan Kekuatan untuk Kemajuan Bersama

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Di tengah kompleksitas tantangan global dan persaingan yang ketat, tidak ada satu negara atau entitas pun yang dapat berinovasi sendirian. Kolaborasi internasional kini menjadi kunci strategis untuk mengakselerasi kemajuan, menyatukan kekuatan dari berbagai penjuru dunia demi menciptakan solusi terobosan. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan, sumber daya, dan keahlian yang melintasi batas geografis. Manfaat utama […]

  • Big Data di Sawah: Menganalisis Data untuk Panen Maksimal

    Big Data di Sawah: Menganalisis Data untuk Panen Maksimal

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Di era digital, data telah menjadi komoditas paling berharga, tidak terkecuali di sektor pertanian. Konsep Big Data, yang merujuk pada volume data yang sangat besar dan kompleks, kini merambah ke sawah dan kebun, membuka jalan baru untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Menganalisis data dari berbagai sumber memungkinkan petani membuat keputusan yang jauh lebih cerdas untuk […]

expand_less