Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Quantitative Tightening (QT): Kebalikan dari QE dan Dampaknya bagi Pasar Keuangan

Quantitative Tightening (QT): Kebalikan dari QE dan Dampaknya bagi Pasar Keuangan

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Jika kita akrab dengan istilah Quantitative Easing (QE), maka kebalikannya adalah Quantitative Tightening (QT). Selama periode krisis atau resesi, bank sentral seperti Federal Reserve (The Fed) di AS atau Bank Indonesia sering melakukan QE dengan membeli aset (terutama obligasi pemerintah) untuk menyuntikkan likuiditas ke pasar dan menurunkan suku bunga jangka panjang. Nah, QT adalah proses kebalikannya: bank sentral mengurangi ukuran neracanya dengan menjual aset-aset tersebut atau membiarkannya jatuh tempo tanpa membeli yang baru.

 

Mekanisme Quantitative Tightening

 

Ketika bank sentral melakukan QT, ia secara efektif menarik likuiditas dari sistem keuangan. Ini terjadi karena saat bank sentral menjual obligasi, pembeli (bank komersial, investor) membayar dengan uang tunai, yang kemudian “dihilangkan” dari sirkulasi. Akibatnya, cadangan bank menurun, dan pasokan uang di pasar berkurang.

Tujuan utama QT adalah untuk:

Mengerem Inflasi: Dengan mengurangi likuiditas, biaya pinjaman cenderung naik, yang dapat mendinginkan aktivitas ekonomi dan membantu menekan inflasi.

Mengembalikan Neraca Bank Sentral ke Normal: Setelah bertahun-tahun melakukan QE, neraca bank sentral membengkak. QT bertujuan untuk mengembalikan ukuran neraca ke tingkat yang lebih normal dan berkelanjutan.

 

Dampak bagi Pasar Keuangan

 

QT memiliki beberapa dampak signifikan terhadap pasar keuangan, baik secara domestik maupun global, termasuk bagi Indonesia:

Kenaikan Suku Bunga: Dengan berkurangnya likuiditas, bank-bank memiliki cadangan yang lebih sedikit untuk dipinjamkan, sehingga suku bunga antarbank dan suku bunga pasar secara umum cenderung naik. Ini akan membuat biaya pinjaman bagi konsumen dan perusahaan lebih mahal.

Penurunan Harga Obligasi dan Ekuitas: Ketika bank sentral menjual obligasi, pasokan obligasi di pasar meningkat. Ini dapat menekan harga obligasi dan meningkatkan imbal hasilnya (yield). Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membuat investasi pada saham menjadi kurang menarik, sehingga dapat memicu penurunan harga saham.

Penguatan Dolar AS: Jika The Fed melakukan QT, ini akan mengurangi pasokan dolar di pasar global, yang cenderung memperkuat nilai dolar AS. Bagi negara seperti Indonesia, penguatan dolar dapat menyebabkan pelemahan rupiah, membuat impor lebih mahal dan berpotensi memicu inflasi impor.

Arus Keluar Modal dari Negara Berkembang: Dengan suku bunga yang lebih tinggi dan pasar keuangan yang lebih ketat di negara maju, investor mungkin akan menarik modalnya dari pasar negara berkembang (termasuk Indonesia) untuk mencari imbal hasil yang lebih tinggi di pasar yang lebih aman. Ini dapat menekan pasar saham dan obligasi di Indonesia.

 

Menavigasi Era QT

 

Bagi Indonesia, periode QT yang dilakukan oleh bank sentral negara maju menuntut kehati-hatian dalam kebijakan moneter dan fiskal. Bank Indonesia perlu siap untuk melakukan penyesuaian, seperti menaikkan suku bunga acuan domestik, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mencegah gejolak yang berlebihan di pasar keuangan. QT menandai berakhirnya era uang murah dan membawa tantangan baru bagi perekonomian global. πŸ“‰

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perlindungan Privasi Data Online: Regulasi dan Teknologi di Indonesia

    Perlindungan Privasi Data Online: Regulasi dan Teknologi di Indonesia

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Di era digital ini, data pribadi menjadi komoditas berharga. Aktivitas online kita menghasilkan jejak digital yang rentan terhadap penyalahgunaan. Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya perlindungan privasi data online semakin meningkat, mendorong perkembangan regulasi dan pemanfaatan teknologi untuk menjaganya. Regulasi Perlindungan Data di Indonesia Indonesia telah menunjukkan komitmen terhadap perlindungan privasi data melalui beberapa regulasi penting. […]

  • PPATK dan Perlindungan Konsumen: Melindungi Dana dari Penipuan

    PPATK dan Perlindungan Konsumen: Melindungi Dana dari Penipuan

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Dalam era digital, penipuan finansial semakin marak. Mulai dari investasi bodong hingga penipuan berkedok hadiah, semuanya mengancam dana masyarakat. Di sinilah PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) hadir untuk melindungi Anda. Meski tugas utamanya adalah memberantas pencucian uang, peran PPATK secara langsung dan tidak langsung berkontribusi besar dalam melindungi konsumen dari berbagai bentuk kejahatan […]

  • Lebih dari Sekadar Liburan: Selami Kekayaan Budaya Bali Lewat Kelas Tari, Gamelan, dan Canang Sari

    Lebih dari Sekadar Liburan: Selami Kekayaan Budaya Bali Lewat Kelas Tari, Gamelan, dan Canang Sari

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Bali, “Pulau Dewata,” tidak hanya memukau dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan kekayaan budayanya yang mendalam. Jika Anda ingin pengalaman liburan yang lebih dari sekadar bersantai di pantai, cobalah untuk menyelami jantung budaya Bali melalui berbagai kelas interaktif. Mengikuti kelas tari Bali yang anggun, belajar memainkan alunan musik gamelan yang magis, atau membuat canang sari […]

  • Taktik Penipu Menggandakan Uang di Internet: Jangan Tergiur Janji Instan!

    Taktik Penipu Menggandakan Uang di Internet: Jangan Tergiur Janji Instan!

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Di era digital ini, tawaran untuk menggandakan uang dengan cepat dan mudah seringkali berseliweran di internet. Mulai dari investasi bodong berkedok trading, skema Ponzi online, hingga “robot ajaib” yang katanya bisa menghasilkan keuntungan fantastis. Sayangnya, janji-janji manis ini hanyalah taktik penipu untuk menguras isi dompet Anda. Memahami berbagai modus mereka adalah langkah krusial untuk melindungi […]

  • Ekonomi Kriminalitas: Apakah Kemiskinan Mendorong Tindak Kejahatan?

    Ekonomi Kriminalitas: Apakah Kemiskinan Mendorong Tindak Kejahatan?

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Hubungan antara kemiskinan dan tingkat kejahatan sering dianggap sederhana: orang miskin terpaksa berbuat jahat untuk bertahan hidup. Namun, bidang Ekonomi Kriminalitas menawarkan pandangan yang lebih terstruktur, melihat pelaku kejahatan sebagai individu rasional yang menimbang untung dan rugi. Dipopulerkan oleh pemenang Nobel Gary Becker, pendekatan ini berpendapat bahwa seseorang akan melakukan tindak kejahatan jika ekspektasi keuntungan […]

  • Ingin merasakan Bali yang sesungguhnya? Kunjungi pasar-pasar

    Ingin merasakan Bali yang sesungguhnya? Kunjungi pasar-pasar

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Di tengah gemerlap kafe modern dan butik mewah, jantung kehidupan masyarakat Bali yang sesungguhnya berdetak kencang di dalam pasar-pasar tradisionalnya. Mengunjungi pasar bukan hanya sekadar berbelanja, melainkan sebuah cara menyelami pengalaman lokal yang kaya akan warna, aroma, dan suara. Mengapa Wajib Mengunjungi Pasar Tradisional? Pasar tradisional adalah tempat terbaik untuk menyaksikan denyut nadi kehidupan sehari-hari […]

expand_less