Akulturasi Rasa: Jejak Kuliner Arab dan India dalam Masakan Nusantara
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar

Indonesia sejak lama dikenal sebagai titik temu berbagai peradaban dunia. Selain rempah-rempah aslinya, kekayaan rasa masakan Nusantara banyak dipengaruhi oleh kedatangan para pedagang dari Arab dan India berabad-abad silam. Pengaruh ini tidak hanya membawa bahan baru, tetapi juga teknik memasak yang mengubah wajah kuliner Indonesia menjadi lebih kaya dan berkarakter.
Pengaruh India sangat kental terasa pada penggunaan rempah-rempah dasar yang kompleks dan penggunaan kuah kental. Hidangan seperti Kari dan Gulai merupakan hasil evolusi dari teknik memasak India yang kemudian diadaptasi dengan penggunaan santan kelapa khas lokal. Selain itu, kudapan populer seperti Martabak Telur dan Roti Cane (atau Roti Maryam) adalah bukti nyata asimilasi budaya India yang kini telah menjadi bagian dari identitas jajanan harian masyarakat Indonesia. Penggunaan kunyit, jintan, dan ketumbar yang dominan adalah warisan abadi dari tanah Bollywood ini.
[Gambar ilustrasi perpaduan nasi berbumbu dengan daging kambing dan roti cane]
Di sisi lain, pengaruh Arab memberikan warna tersendiri, terutama dalam pengolahan daging kambing dan penggunaan minyak samin. Hidangan ikonik seperti Nasi Kebuli, Nasi Mandhi, dan Sate Kambing memiliki akar yang kuat dari tradisi Timur Tengah. Penggunaan rempah aromatik seperti kapulaga, cengkeh, dan kayu manis memberikan aroma harum yang menenangkan dan rasa hangat yang khas. Di daerah dengan komunitas keturunan Arab yang besar, seperti di pesisir utara Jawa dan Sumatra, pengaruh ini masih sangat murni dan dijaga kelestariannya.
Proses akulturasi ini berlangsung secara harmonis. Masyarakat Nusantara tidak sekadar meniru, namun memadukan bumbu-bumbu impor tersebut dengan bahan-bahan lokal seperti lengkuas, serai, dan terasi.
Jejak kuliner Arab dan India dalam masakan Indonesia adalah bukti bahwa lidah kita adalah cermin sejarah. Keragaman ini menjadikan kuliner Indonesia unikβterasa akrab namun memiliki kedalaman rasa internasional yang memikat dunia.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar