Minggu, 22 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Budaya “Ngeliwet”: Makan Bersama di Atas Daun Pisang

Budaya “Ngeliwet”: Makan Bersama di Atas Daun Pisang

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
  • visibility 129
  • comment 0 komentar

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, ada satu tradisi kuno yang kembali menemukan tempatnya di hati banyak orang: budaya “ngeliwet”. Lebih dari sekadar makan bersama, ngeliwet adalah sebuah ritual komunal yang sarat makna, di mana kebersamaan dan kesederhanaan menjadi bintang utamanya. Tradisi yang berasal dari tanah Sunda ini mengundang kita untuk kembali terhubung dengan alam dan satu sama lain melalui cara yang paling otentik.

Inti dari ngeliwet adalah nasi liwet yang dimasak dengan santan, serai, daun salam, dan cabai, memberikan aroma wangi yang begitu menggugah selera. Setelah matang, nasi ini dituang langsung di atas hamparan daun pisang yang panjang, disebar merata di sepanjang meja atau tikar. Kemudian, aneka lauk pauk tradisional ditata di sekeliling nasi, menciptakan sebuah “prasmanan” alami yang begitu kaya warna dan rasa.

Lauk-pauk yang biasa menemani ngeliwet sangat beragam. Mulai dari ayam goreng atau bakar, aneka ikan asin, tahu dan tempe goreng, hingga sayur lalapan segar, sambal, dan kerupuk. Semua hidangan ini disusun sedemikian rupa, memanjakan mata sekaligus menggugah selera.

Yang paling spesial dari ngeliwet adalah cara makannya. Semua orang akan duduk melingkar di sekitar hamparan daun pisang, makan bersama-sama menggunakan tangan. Tradisi ini menghapus sekat-sekat sosial dan menciptakan suasana yang akrab, hangat, dan penuh canda tawa. Di sini, yang terpenting bukanlah kemewahan, melainkan kebersamaan dan kenikmatan sederhana yang tercipta.

Budaya ngeliwet adalah pengingat akan pentingnya menghargai momen bersama dan bersyukur atas rezeki yang ada. Ia adalah ajakan untuk meninggalkan sejenak gadget, bersantai, dan menikmati kebersamaan dalam kesederhanaan yang indah. Ngeliwet bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang menciptakan kenangan dan mempererat tali silaturahmi yang berharga.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggali Cuan dari Industri Rasa: Investasi pada Seni Kuliner dan Bisnis F&B

    Menggali Cuan dari Industri Rasa: Investasi pada Seni Kuliner dan Bisnis F&B

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Industri makanan dan minuman (F&B) adalah sektor yang tak pernah mati. Di Indonesia, dengan kekayaan kuliner yang melimpah dan budaya makan yang kuat, investasi pada seni kuliner dan bisnis F&B menawarkan potensi pertumbuhan yang sangat menarik. Bukan hanya sekadar tren sesaat, bisnis ini adalah kebutuhan pokok yang terus berkembang. Potensi Keuntungan di Setiap Gigitan Investasi […]

  • Masa Depan Pertanian: Mengintip Era Pertanian Presisi 4.0

    Masa Depan Pertanian: Mengintip Era Pertanian Presisi 4.0

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Pertanian telah menjadi tulang punggung peradaban manusia selama ribuan tahun. Namun, di tengah tantangan global seperti pertumbuhan populasi, perubahan iklim, dan kelangkaan sumber daya, sektor ini membutuhkan evolusi signifikan. Jawabannya terletak pada Pertanian Presisi 4.0, sebuah revolusi yang menggabungkan teknologi canggih untuk mengubah cara kita bercocok tanam. Apa itu Pertanian Presisi 4.0? Pertanian Presisi 4.0 […]

  • Oligopoli dan Perang Harga: Mengapa Harga Kuota Sering Banting Harga?

    Oligopoli dan Perang Harga: Mengapa Harga Kuota Sering Banting Harga?

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dalam pasar yang didominasi oleh beberapa pemain besar, seperti industri telekomunikasi, kita sering menyaksikan fenomena yang dikenal sebagai perang harga (price war). Ini adalah situasi di mana perusahaan-perusahaan saling berlomba menurunkan harga produk mereka untuk menarik pelanggan dari pesaing. Fenomena ini adalah ciri khas dari pasar oligopoli, di mana persaingan sangat ketat dan setiap keputusan […]

  • LMKN: Evaluasi Kinerja dan Upaya Peningkatan Layanan

    LMKN: Evaluasi Kinerja dan Upaya Peningkatan Layanan

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sebagai lembaga yang ditunjuk negara untuk mengelola royalti musik, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) secara berkala melakukan evaluasi kinerja untuk memastikan layanannya berjalan optimal. Evaluasi ini adalah langkah krusial untuk mengidentifikasi kelemahan dan merumuskan upaya peningkatan layanan demi kepuasan seluruh pemangku kepentingan, dari musisi hingga pengguna musik komersial. Salah satu fokus utama evaluasi adalah pada […]

  • Peran Drone dalam Revolusi Pertanian: Dari Pemetaan hingga Penyemprotan

    Peran Drone dalam Revolusi Pertanian: Dari Pemetaan hingga Penyemprotan

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 90
    • 0Komentar

    ​​Revolusi teknologi terus merambah berbagai sektor, tak terkecuali pertanian. Salah satu inovasi yang paling signifikan adalah hadirnya drone atau pesawat tanpa awak. Perangkat canggih ini kini memainkan peran krusial dalam mentransformasi praktik pertanian tradisional menjadi lebih efisien, presisi, dan berkelanjutan. ​Drone sebagai Mata di Langit ​Di era Pertanian 4.0, drone berfungsi sebagai “mata di langit” […]

  • Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi internet telah membuka babak baru dalam dunia sastra, melahirkan fenomena yang dikenal sebagai sastra siber. Jika dahulu karya sastra hanya bisa dinikmati melalui media cetak, kini puisi dan cerpen dapat dengan mudah ditemukan di berbagai platform digital, mulai dari blog, media sosial, hingga situs-situs khusus. Sastra siber bukan hanya sekadar memindahkan teks ke […]

expand_less