Sabtu, 30 Agu 2025
light_mode
Beranda » Budaya » Jipeng: Akulturasi Seni Tionghoa dan Tanji di Jawa Barat

Jipeng: Akulturasi Seni Tionghoa dan Tanji di Jawa Barat

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar

Jipeng adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang unik, merupakan hasil akulturasi budaya antara Tionghoa dan Tanji (nama lain untuk Gambang Kromong) yang berkembang di wilayah Jawa Barat, khususnya di Bekasi dan sekitarnya. Kesenian ini menggabungkan unsur musik, tari, dan drama dalam satu panggung, menciptakan harmoni yang khas dan menjadi cerminan dari keragaman budaya di Nusantara.

Nama Jipeng sendiri diambil dari dua instrumen utama yang digunakan, yaitu jengglong (sebuah instrumen perkusi dari gamelan) dan tehyan (alat musik gesek dari Tiongkok). Perpaduan antara alat musik tradisional Jawa dan Tionghoa ini menjadi inti dari musik Jipeng. Selain jengglong dan tehyan, orkestra Jipeng juga seringkali diperkaya dengan instrumen lain seperti kongahyan, sukong, dan gendang khas Betawi. Perpaduan ini menghasilkan melodi yang riang, dinamis, dan mudah dinikmati.

Dalam pertunjukannya, Jipeng membawakan berbagai cerita yang seringkali berpusat pada kisah-kisah percintaan, perjuangan, dan kehidupan sehari-hari yang dikemas dengan humor. Dialog dalam Jipeng seringkali menggunakan bahasa Betawi atau Sunda dengan logat yang lucu, menjadikan pertunjukan ini sangat interaktif dan dekat dengan penonton. Tarian yang mengiringi Jipeng juga menampilkan perpaduan gerakan yang dinamis, mencerminkan semangat budaya yang beragam.

Seni Jipeng tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk merekatkan hubungan sosial dan melestarikan nilai-nilai luhur. Di masa lalu, Jipeng sering dipentaskan pada acara-acara perayaan, seperti pesta pernikahan, khitanan, atau syukuran, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Meskipun menghadapi tantangan dari modernisasi, seni Jipeng tetap bertahan berkat kegigihan para seniman dan komunitas lokal. Upaya untuk merevitalisasi dan memperkenalkan seni ini kepada generasi muda terus dilakukan, sehingga warisan budaya ini tetap hidup. Jipeng adalah bukti nyata bahwa seni dan budaya mampu menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan dan menciptakan keindahan dalam keberagaman.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seni Wayang Beber: Pertunjukan Gambar Tertua di Indonesia

    Seni Wayang Beber: Pertunjukan Gambar Tertua di Indonesia

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Wayang Beber adalah salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional tertua di Indonesia, yang bahkan mendahului wayang kulit. Seni ini begitu unik karena tidak menggunakan boneka, melainkan lembaran-lembaran kain yang digambar dan dibeberkan (dibentangkan) satu per satu. Setiap lembar gambar menceritakan satu adegan, dan dalang akan menggulung dan membentangkan gulungan kain tersebut seiring dengan alur cerita. […]

  • Analisis Data dalam Inovasi: Mengidentifikasi Peluang Tersembunyi

    Analisis Data dalam Inovasi: Mengidentifikasi Peluang Tersembunyi

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, inovasi tidak lagi hanya bergantung pada intuisi atau firasat. Perusahaan yang paling sukses adalah mereka yang mampu membuat keputusan berbasis bukti. Di sinilah peran analisis data dalam inovasi menjadi sangat vital, yaitu sebuah proses untuk mengubah kumpulan data mentah menjadi wawasan strategis guna mengidentifikasi peluang baru yang sering kali tidak […]

  • Sinden: Suara Emas di Balik Panggung Pertunjukan Jawa

    Sinden: Suara Emas di Balik Panggung Pertunjukan Jawa

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Dalam gemerlap dan harmoni ansambel gamelan Jawa, terdapat satu sosok penting yang seringkali mencuri perhatian melalui lantunan suara emasnya: Sinden. Lebih dari sekadar penyanyi, Sinden adalah ruh dari sebuah pertunjukan tradisional, pembawa melodi yang menghidupkan cerita dan suasana dalam wayang kulit, ketoprak, maupun pagelaran gamelan klasik. Secara etimologi, istilah “Sinden” berasal dari kata “pasindhèn” yang […]

  • Mendaki Gunung Batur: Pengalaman Trekking Mengejar Sunrise Tak Terlupakan

    Mendaki Gunung Batur: Pengalaman Trekking Mengejar Sunrise Tak Terlupakan

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Bagi para pecinta alam dan petualangan, mendaki Gunung Batur adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bali. Terletak di kawasan Kintamani, gunung berapi aktif ini menawarkan jalur trekking yang relatif mudah dijangkau namun menyuguhkan pemandangan matahari terbit yang benar-benar memukau. Petualangan biasanya dimulai pada dini hari, sekitar pukul 03.00 atau 04.00 WITA. Dipandu […]

  • Peluang Bisnis Waralaba: Modal Kecil Untung Besar

    Peluang Bisnis Waralaba: Modal Kecil Untung Besar

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Di tengah persaingan bisnis yang ketat, peluang bisnis waralaba hadir sebagai alternatif menarik, terutama bagi mereka yang memiliki modal terbatas namun ingin meraih keuntungan besar. Sistem waralaba atau franchise menawarkan model bisnis yang sudah teruji dengan merek yang dikenal, sehingga meminimalkan risiko kegagalan dibandingkan memulai usaha dari nol. Mengapa Waralaba Modal Kecil Menarik? Berikut beberapa […]

  • Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

    Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Tanaman penutup tanah, atau cover crops, sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, praktik ini adalah salah satu strategi paling efektif dan ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan tanah. Cover crops bukanlah tanaman utama yang akan dipanen, melainkan “selimut” alami yang ditanam di luar musim tanam atau di sela-sela barisan tanaman utama. Mencegah Erosi dan Menjaga Kelembapan […]

expand_less