Jipeng: Akulturasi Seni Tionghoa dan Tanji di Jawa Barat
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sel, 12 Agu 2025
- visibility 14
- comment 0 komentar

Jipeng adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang unik, merupakan hasil akulturasi budaya antara Tionghoa dan Tanji (nama lain untuk Gambang Kromong) yang berkembang di wilayah Jawa Barat, khususnya di Bekasi dan sekitarnya. Kesenian ini menggabungkan unsur musik, tari, dan drama dalam satu panggung, menciptakan harmoni yang khas dan menjadi cerminan dari keragaman budaya di Nusantara.
Nama Jipeng sendiri diambil dari dua instrumen utama yang digunakan, yaitu jengglong (sebuah instrumen perkusi dari gamelan) dan tehyan (alat musik gesek dari Tiongkok). Perpaduan antara alat musik tradisional Jawa dan Tionghoa ini menjadi inti dari musik Jipeng. Selain jengglong dan tehyan, orkestra Jipeng juga seringkali diperkaya dengan instrumen lain seperti kongahyan, sukong, dan gendang khas Betawi. Perpaduan ini menghasilkan melodi yang riang, dinamis, dan mudah dinikmati.
Dalam pertunjukannya, Jipeng membawakan berbagai cerita yang seringkali berpusat pada kisah-kisah percintaan, perjuangan, dan kehidupan sehari-hari yang dikemas dengan humor. Dialog dalam Jipeng seringkali menggunakan bahasa Betawi atau Sunda dengan logat yang lucu, menjadikan pertunjukan ini sangat interaktif dan dekat dengan penonton. Tarian yang mengiringi Jipeng juga menampilkan perpaduan gerakan yang dinamis, mencerminkan semangat budaya yang beragam.
Seni Jipeng tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk merekatkan hubungan sosial dan melestarikan nilai-nilai luhur. Di masa lalu, Jipeng sering dipentaskan pada acara-acara perayaan, seperti pesta pernikahan, khitanan, atau syukuran, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Meskipun menghadapi tantangan dari modernisasi, seni Jipeng tetap bertahan berkat kegigihan para seniman dan komunitas lokal. Upaya untuk merevitalisasi dan memperkenalkan seni ini kepada generasi muda terus dilakukan, sehingga warisan budaya ini tetap hidup. Jipeng adalah bukti nyata bahwa seni dan budaya mampu menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan dan menciptakan keindahan dalam keberagaman.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar