Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Kentrung: Sastra Lisan Pesisir Jawa yang Penuh Humor dan Petuah

Kentrung: Sastra Lisan Pesisir Jawa yang Penuh Humor dan Petuah

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 130
  • comment 0 komentar

Kentrung adalah sebuah seni pertunjukan tradisional dari kawasan pesisir Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seni ini termasuk dalam kategori sastra lisan yang unik, karena menggabungkan cerita tutur, lagu, dan humor yang disampaikan oleh seorang dalang, atau lebih tepatnya, seniman kentrung, dengan diiringi tabuhan alat musik sederhana. Kentrung menjadi media hiburan dan penyampai pesan moral yang efektif bagi masyarakat.

Pertunjukan kentrung biasanya hanya dimainkan oleh satu atau dua orang seniman. Mereka akan duduk di hadapan penonton dan membawakan cerita dengan gaya yang santai, akrab, dan seringkali diselingi dengan lawakan atau lelucon yang segar. Cerita yang dibawakan sangat beragam, mulai dari kisah-kisah legenda dan dongeng rakyat, hingga cerita-cerita baru yang mengangkat isu-isu sosial dan kehidupan sehari-hari.

Salah satu ciri khas utama kentrung adalah alat musik yang digunakan. Seniman kentrung akan memukul sebuah rebana atau kendang kecil dengan tangan dan kaki secara bergantian, menciptakan irama yang ritmis dan mengiringi narasi. Terkadang, mereka juga menggunakan sebuah instrumen seperti kecrek atau alat musik sederhana lainnya untuk menambah variasi bunyi. Perpaduan antara suara vokal, tabuhan rebana, dan narasi yang mengalir membuat kentrung menjadi pertunjukan yang hidup dan menarik.

Di balik unsur humornya, kentrung memiliki peran penting sebagai media untuk menyampaikan nasihat dan kritik sosial secara halus. Seniman kentrung seringkali menyisipkan petuah-petuah bijak tentang kehidupan, moralitas, dan kritik terhadap ketidakadilan, yang dikemas dalam bentuk cerita yang mudah dicerna oleh masyarakat.

Saat ini, kentrung menghadapi tantangan dari gempuran budaya modern. Namun, beberapa komunitas dan seniman terus berupaya melestarikan seni ini dengan mengadakan pertunjukan, festival, dan pelatihan bagi generasi muda. Kentrung adalah bukti nyata bahwa sastra lisan dapat menjadi jembatan antara hiburan dan pendidikan, terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat pesisir Jawa.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencegah Pendanaan Terorisme: Peran Ganda PPATK

    Mencegah Pendanaan Terorisme: Peran Ganda PPATK

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Pendanaan terorisme adalah ancaman serius bagi keamanan nasional. Teroris membutuhkan dana untuk melancarkan aksinya, dan seringkali mereka menggunakan cara-cara yang mirip dengan pencucian uang untuk menyamarkan asal-usul atau tujuan dana tersebut. Di Indonesia, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) memegang peran ganda yang krusial: tidak hanya melacak dana ilegal, tetapi juga mencegahnya digunakan untuk […]

  • Bantuan Luar Negeri: Berkah atau Kutukan bagi Negara Penerima?

    Bantuan Luar Negeri: Berkah atau Kutukan bagi Negara Penerima?

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Bantuan luar negeri sering dipandang sebagai tindakan mulia untuk membantu negara yang sedang berjuang. Dari bantuan pasca-bencana hingga pendanaan proyek pembangunan, tujuannya terlihat luhur. Namun, di balik niat baik tersebut, perdebatan mengenai dampak sebenarnya bagi negara penerima terus mengemuka. Apakah bantuan ini benar-benar sebuah berkah, atau justru bisa menjadi kutukan terselubung? Sisi Berkah: Mendorong Pembangunan […]

  • Gambang Kromong: Orkestra Akulturasi Budaya Tionghoa dan Betawi

    Gambang Kromong: Orkestra Akulturasi Budaya Tionghoa dan Betawi

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Gambang Kromong adalah sebuah orkestra musik tradisional yang menjadi simbol unik dari akulturasi budaya antara Tionghoa dan Betawi di Jakarta. Nama Gambang Kromong sendiri diambil dari dua alat musik utamanya: gambang, alat musik pukul yang terbuat dari bilah-bilah kayu, dan kromong, deretan gong kecil yang disusun secara horizontal. Perpaduan kedua instrumen ini menciptakan harmoni yang […]

  • Itinerary 7 Hari 6 Malam di Bali: Eksplorasi Maksimal dari Selatan hingga Ubud

    Itinerary 7 Hari 6 Malam di Bali: Eksplorasi Maksimal dari Selatan hingga Ubud

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Merencanakan liburan 7 hari 6 malam di Bali? Rencana perjalanan ini dirancang untuk memaksimalkan waktu Anda, menjelajahi pesona kontras antara hiruk pikuk di Selatan dan ketenangan budaya di Ubud. Dapatkan pengalaman liburan tak terlupakan dengan itinerary yang seimbang antara petualangan, budaya, dan relaksasi. Hari 1-3: Pesona Bali Selatan Mulailah petualangan Anda dengan mendarat di Bandara […]

  • Pentingnya Menggunakan Kata Sandi yang Kuat dan Unik

    Pentingnya Menggunakan Kata Sandi yang Kuat dan Unik

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Di era digital, di mana hampir semua aspek kehidupan kita terhubung secara online, keamanan data pribadi menjadi prioritas utama. Salah satu garis pertahanan terdepan adalah kata sandi atau password. Menggunakan kata sandi yang kuat dan unik bukan lagi sekadar anjuran, melainkan sebuah keharusan untuk melindungi diri dari berbagai ancaman siber, seperti peretasan dan pencurian identitas. […]

  • Nuklir di Indonesia: Arah Kebijakan Energi Atom Nasional di Tahun 2025

    Nuklir di Indonesia: Arah Kebijakan Energi Atom Nasional di Tahun 2025

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Memasuki tahun 2025, Indonesia berada di persimpangan jalan dalam menentukan masa depan sumber energinya. Dengan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dan kebutuhan energi yang terus meningkat, diskusi mengenai kebijakan nasional tentang energi nuklir dan uranium menjadi semakin relevan. Pemerintah terus mengkaji potensi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai salah satu solusi energi […]

expand_less