Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
  • visibility 140
  • comment 0 komentar

Di padang sabana Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebuah tradisi kuno yang mendebarkan berlangsung setiap tahunnya: Pasola. Dilihat sepintas, Pasola tampak seperti perang sungguhan antar dua kelompok ksatria berkuda yang saling melempar lembing kayu. Namun, di balik adegan yang keras ini, tersimpan makna dan filosofi mendalam yang berakar dari kepercayaan asli Sumba, Marapu.

Pasola bukanlah ajang permusuhan, melainkan sebuah ritual sakral untuk memohon restu para dewa demi kesuburan tanah dan kelimpahan panen. Inti dari upacara ini adalah keyakinan bahwa setiap tetes darah yang tumpah ke bumi akan menjadi “pupuk” bagi tanah. Semakin banyak darah yang tumpah, maka hasil panen diyakini akan semakin melimpah.

Ritual yang Terikat dengan Alam

Upacara Pasola digelar setahun sekali, antara bulan Februari dan Maret, dan waktunya tidak ditentukan sembarangan. Pelaksanaannya sangat bergantung pada munculnya nyale, cacing laut berwarna-warni yang menepi ke pantai. Para Rato (pemimpin adat) akan mengamati tanda alam ini untuk menentukan tanggal pelaksanaan Pasola, yang sekaligus menjadi penanda dimulainya musim tanam.

Para peserta Pasola adalah para ksatria pilihan dari berbagai desa, yang dengan gagah berani menunggangi kuda sandelwood yang lincah sambil melemparkan lembing kayu tumpul (hola) ke arah lawan. Meski penuh risiko, semangat sportivitas dan kebersamaan tetap dijunjung tinggi.

Lebih dari sekadar atraksi wisata, Pasola adalah wujud syukur, pengorbanan, dan harmoni antara manusia, alam, dan leluhur. Ritual ini adalah warisan budaya tak ternilai yang menunjukkan betapa kuatnya masyarakat Sumba memegang teguh tradisi dan nilai-nilai spiritual mereka.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sistem Matrilineal Minangkabau: Saat Garis Keturunan Ibu Menjadi yang Utama

    Sistem Matrilineal Minangkabau: Saat Garis Keturunan Ibu Menjadi yang Utama

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Di tengah keragaman budaya Indonesia, suku Minangkabau di Sumatera Barat menonjol dengan sistem sosialnya yang unik: sistem matrilineal. Berbeda dari sistem patrilineal yang umum di banyak tempat, sistem ini menempatkan garis keturunan ibu sebagai poros utama dalam kehidupan masyarakat, warisan, dan adat. Dalam adat Minang, garis keturunan dan suku diwariskan dari pihak ibu. Seorang anak […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini, 17 Juni 2025: Turun Drastis!

    Harga Emas Antam Hari Ini, 17 Juni 2025: Turun Drastis!

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Jakarta, 17 Juni 2025 – Bagi Anda para investor dan pencinta emas, ada kabar terbaru mengenai pergerakan harga emas Logam Mulia Antam hari ini, Selasa 17 Juni 2025. Berdasarkan pantauan terakhir pada pukul 08:25 WIB, harga emas Antam mengalami penurunan yang cukup signifikan, menjadikannya momen yang patut dicermati. Hari ini, harga emas per gramnya berada […]

  • PPATK dan Kepatuhan Pelapor: Mengapa Bank Wajib Melaporkan Transaksi?

    PPATK dan Kepatuhan Pelapor: Mengapa Bank Wajib Melaporkan Transaksi?

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Pencucian uang sering kali memanfaatkan sistem perbankan untuk menyembunyikan asal-usul dana ilegal. Untuk memerangi kejahatan ini, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak, terutama perbankan, melalui skema kepatuhan pelapor. Mengapa bank wajib melaporkan transaksi kepada PPATK? Dan apa dampaknya bagi sistem keuangan? Mencegah Bank Jadi Alat Kejahatan Aturan […]

  • Update Harga Emas Hari Ini, Senin 7 Juli 2025: Logam Mulia Menawarkan Harga Menarik!

    Update Harga Emas Hari Ini, Senin 7 Juli 2025: Logam Mulia Menawarkan Harga Menarik!

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Bagi Anda yang selalu mengikuti perkembangan harga emas, hari Senin, 7 Juli 2025, membawa kabar terbaru dari Logam Mulia. Emas tetap menjadi pilihan investasi yang menarik, dan memahami pergerakan harganya sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat. Berdasarkan informasi terkini dari Logam Mulia (logammulia.com) per pukul 08:29 WIB, harga emas menunjukkan angka yang patut dicermati. […]

  • Guru Ngaji di Demak Didenda Rp 25 Juta: Kasus Viral yang Menguras Empati Publik

    Guru Ngaji di Demak Didenda Rp 25 Juta: Kasus Viral yang Menguras Empati Publik

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    DEMAK, JAWA TENGAH – Sebuah peristiwa yang menimpa seorang guru ngaji di Demak, Ahmad Zuhdi (63), menjadi viral dan memicu perbincangan luas di seluruh Indonesia. Kasus ini bermula saat sang guru, yang telah mengabdi puluhan tahun, didenda Rp 25 juta oleh wali murid setelah memberikan sanksi fisik kepada seorang siswa. Kronologi kejadian bermula pada bulan […]

  • Melahirkan di Hutan: Tradisi Unik Penuh Makna dari Suku Anak Dalam

    Melahirkan di Hutan: Tradisi Unik Penuh Makna dari Suku Anak Dalam

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Di tengah belantara hutan Jambi dan Sumatera Selatan, Suku Anak Dalam atau Orang Rimba memegang teguh sebuah tradisi yang mengagumkan sekaligus ekstrem: melahirkan di tengah hutan. Praktik ini bukan dilakukan karena keterbatasan, melainkan sebuah pilihan yang sarat akan makna filosofis, kemandirian, dan ikatan mendalam dengan alam. Bagi Suku Anak Dalam, hutan adalah ibu yang memberi […]

expand_less