Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Peresean Lombok: Menguji Ketangkasan dan Keberanian dalam Tradisi Unik

Peresean Lombok: Menguji Ketangkasan dan Keberanian dalam Tradisi Unik

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

Lombok, Nusa Tenggara Barat, dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau dan juga kekayaan budayanya yang luhur. Salah satu tradisi unik yang menjadi daya tarik tersendiri adalah Peresean, sebuah pertunjukan adu ketangkasan antara dua pria (“pepadu”) yang menggunakan rotan sebagai senjata dan perisai kulit sebagai pelindung. Lebih dari sekadar pertarungan, Peresean sarat akan nilai-nilai keberanian, sportivitas, dan persahabatan.

Makna Filosofis di Balik Pertarungan

Tradisi Peresean memiliki akar sejarah yang kuat dan dipercaya telah ada sejak zaman kerajaan di Lombok. Dahulu, pertarungan ini sering diadakan untuk menguji ketangguhan para prajurit. Namun, seiring berjalannya waktu, Peresean bertransformasi menjadi sebuah seni pertunjukan rakyat yang menghibur dan mengandung makna filosofis yang mendalam. Pertarungan melambangkan ujian hidup, di mana setiap individu harus berani menghadapi tantangan dan kesulitan. Penggunaan rotan dan perisai mengajarkan tentang pentingnya strategi, ketangkasan, dan pertahanan diri.

Aturan dan Semangat Sportivitas

Meskipun terlihat seperti perkelahian, Peresean memiliki aturan main yang jelas dan menjunjung tinggi sportivitas. Pertandingan dipimpin oleh seorang wasit (“pakembar”) yang bertugas mengawasi jalannya pertarungan dan memastikan keselamatan kedua pepadu. Para pepadu saling berhadapan dengan semangat persahabatan, dan setelah pertandingan selesai, mereka saling bersalaman sebagai tanda penghormatan.

Daya Tarik Budaya dan Pariwisata

Tradisi Peresean bukan hanya menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Lombok, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang unik. Pertunjukan Peresean seringkali ditampilkan dalam berbagai acara adat dan festival, menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberanian para pepadu, ketegangan pertarungan, serta iringan musik tradisional Gamelan Sasak menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Kesimpulan

Peresean adalah warisan budaya Lombok yang patut untuk dilestarikan. Tradisi adu ketangkasan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan tentang keberanian, sportivitas, dan pentingnya menjaga persahabatan. Melalui Peresean, kekayaan budaya Lombok terus hidup dan menjadi daya tarik yang mempesona bagi siapa saja yang menyaksikannya.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal REITs: Cara Cerdas Investasi Properti Tanpa Harus Beli Properti Fisik

    Mengenal REITs: Cara Cerdas Investasi Properti Tanpa Harus Beli Properti Fisik

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Ingin berinvestasi di sektor properti yang menguntungkan, tetapi terhalang oleh modal besar dan kerumitan mengurus aset fisik? Kini, ada cara yang lebih mudah dan terjangkau untuk masuk ke pasar real estat, yaitu melalui Dana Investasi Real Estat atau yang lebih dikenal sebagai Real Estate Investment Trusts (REITs). Apa Sebenarnya REITs Itu? REITs adalah sebuah perusahaan […]

  • Solusi untuk Eksternalitas: Teorema Coase dan Pajak Pigouvian

    Solusi untuk Eksternalitas: Teorema Coase dan Pajak Pigouvian

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Eksternalitas terjadi ketika aktivitas ekonomi seseorang memengaruhi orang lain yang tidak terlibat dalam transaksi tersebut. Contohnya adalah polusi dari pabrik yang merugikan masyarakat sekitar. Untuk mengatasi masalah ini, ekonom telah mengembangkan dua solusi utama: Teorema Coase dan Pajak Pigouvian. Teorema Coase: Solusi Melalui Negosiasi Teorema Coase, yang dikemukakan oleh ekonom Ronald Coase, menyatakan bahwa jika […]

  • Serverless Computing: Efisiensi Tanpa Repot Mengelola Server untuk Pengembang Indonesia

    Serverless Computing: Efisiensi Tanpa Repot Mengelola Server untuk Pengembang Indonesia

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Bagi para pengembang di Indonesia yang ingin fokus sepenuhnya pada pembuatan aplikasi inovatif tanpa terbebani urusan infrastruktur, Serverless Computing menawarkan solusi yang revolusioner. Konsep ini memungkinkan Anda menjalankan kode dan membangun aplikasi tanpa perlu menyediakan atau mengelola server secara langsung, membawa efisiensi ke tingkat yang baru. Bagaimana Serverless Bekerja? Dalam model serverless, penyedia layanan cloud […]

  • Anggaran Rumah Tangga Efektif: Kunci Mengelola Keuangan dan Mencapai Tujuan Finansial

    Anggaran Rumah Tangga Efektif: Kunci Mengelola Keuangan dan Mencapai Tujuan Finansial

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Mengelola keuangan rumah tangga seringkali terasa seperti tantangan, tetapi dengan anggaran rumah tangga yang efektif, Anda bisa mengubahnya menjadi sebuah keunggulan. Anggaran bukan sekadar daftar pengeluaran; ini adalah peta jalan finansial yang membantu Anda memahami ke mana uang Anda pergi dan bagaimana Anda bisa mengarahkannya untuk mencapai tujuan.Mengapa Anggaran Itu Penting?Tanpa anggaran, sulit mengetahui berapa […]

  • Adam Smith dan Invisible Hand: Ide Revolusioner yang Membentuk Kapitalisme

    Adam Smith dan Invisible Hand: Ide Revolusioner yang Membentuk Kapitalisme

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Ketika berbicara tentang fondasi ekonomi modern, nama Adam Smith tak bisa dilepaskan. Ekonom dan filsuf asal Skotlandia ini dikenal sebagai “Bapak Ekonomi Modern” berkat karyanya yang monumental, The Wealth of Nations, yang diterbitkan pada tahun 1776. Salah satu konsep paling revolusioner yang ia perkenalkan adalah “invisible hand” atau tangan tak terlihat. Konsep Tangan Tak Terlihat […]

  • BFIN Tebar Dividen Interim Rp 519 Miliar: Rp 35 per Saham Masuk Rekening Investor!

    BFIN Tebar Dividen Interim Rp 519 Miliar: Rp 35 per Saham Masuk Rekening Investor!

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 118
    • 0Komentar

    PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) kembali membuktikan kinerja keuangan yang solid dengan mengumumkan pembagian dividen tunai interim yang signifikan. BFIN berencana membagikan total dividen senilai Rp 519,72 miliar untuk periode tahun buku 2025. Nilai dividen interim ini setara dengan Rp 35 per saham, sebuah langkah yang menarik perhatian pasar dan menunjukkan komitmen perusahaan pembiayaan […]

expand_less