Qasidah: Seni Suara Islami yang Populer di Indonesia
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 15 Agu 2025
- visibility 19
- comment 0 komentar

Qasidah adalah sebuah genre musik dan seni suara yang sarat akan nilai-nilai Islami, sangat populer dan mengakar kuat dalam kebudayaan Indonesia. Berasal dari tradisi Timur Tengah, Qasidah masuk ke Nusantara seiring dengan penyebaran agama Islam. Di Indonesia, seni ini berkembang pesat dan beradaptasi dengan budaya lokal, menciptakan bentuk yang unik dan digemari oleh berbagai kalangan.
Ciri khas utama Qasidah terletak pada syair-syairnya yang religius, yang berisi pujian kepada Allah SWT, shalawat untuk Nabi Muhammad SAW, serta nasihat-nasihat moral dan ajaran keagamaan. Lirik-lirik ini seringkali disampaikan dengan vokal yang harmonis dan merdu, diiringi oleh alunan alat musik tradisional.
Instrumen musik dalam Qasidah sangat beragam, namun yang paling umum adalah rebana atau gendang. Harmoni antara vokal dan tabuhan rebana menciptakan irama yang khas, seringkali bersifat energik dan membangkitkan semangat. Seiring berjalannya waktu, Qasidah juga mengalami modernisasi, di mana instrumen musik seperti keyboard, gitar, dan drum ikut digunakan, melahirkan genre baru seperti Qasidah Modern yang tetap menjaga esensi liriknya.
Pada era 1980-an dan 1990-an, Qasidah mencapai puncak popularitasnya di Indonesia. Grup-grup seperti Nasida Ria dari Semarang menjadi sangat terkenal, dengan lagu-lagu mereka yang mudah diingat dan liriknya yang relevan dengan kehidupan sosial, seperti “Perdamaian” atau “Kota Santri”. Musik mereka tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi yang efektif, menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan perdamaian.
Hingga kini, Qasidah tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan-perayaan keagamaan, seperti acara Maulid Nabi, pernikahan, dan berbagai festival Islami. Kesenian ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga terus beradaptasi dan berkembang, membuktikan bahwa seni dapat menjadi jembatan yang kuat untuk menyebarkan nilai-nilai spiritual dan sosial di masyarakat.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar