Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Salawat Dulang: Dakwah Lewat Sastra Lisan di Minangkabau

Salawat Dulang: Dakwah Lewat Sastra Lisan di Minangkabau

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Salawat Dulang adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang unik dari Minangkabau, Sumatera Barat. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media dakwah yang efektif, menggabungkan unsur sastra lisan dengan alunan musik dan humor. Nama “Salawat Dulang” sendiri berasal dari dua kata: salawat yang berarti pujian kepada Nabi Muhammad SAW, dan dulang yang merujuk pada piring logam besar yang dipukul sebagai pengiring musik.

Dalam pertunjukannya, biasanya ada dua orang seniman atau tukang salawat yang duduk berhadapan. Mereka akan membawakan syair-syair yang sarat akan ajaran Islam, kisah-kisah nabi, serta nasihat-nasihat moral yang disampaikan dalam bahasa Minang yang puitis. Alur cerita dan dialog yang dibawakan bersifat spontan dan improvisasi, seringkali diselingi dengan adu pantun atau lawakan-lawakan ringan yang mengundang tawa penonton. Humor ini menjadi bumbu yang membuat pesan dakwah menjadi lebih mudah diterima dan tidak terasa menggurui.

Alat musik utama dalam Salawat Dulang adalah dua buah dulang (piring logam besar) yang diletakkan di antara kedua pemain. Dulang ini dipukul dengan ritme yang dinamis dan bervariasi, menciptakan irama yang khas dan mengiringi setiap bait syair. Sesekali, mereka juga akan saling beradu dulang untuk menambah semarak pertunjukan.

Fungsi utama Salawat Dulang adalah sebagai media dakwah. Pertunjukan ini sering dipentaskan pada acara-acara keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi, maupun acara-acara adat seperti pernikahan dan sunatan. Melalui seni ini, nilai-nilai keagamaan, sejarah Islam, dan kearifan lokal terus diwariskan dari generasi ke generasi dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Sebagai warisan budaya yang berharga, Salawat Dulang terus dijaga kelestariannya. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi, seni ini tetap hidup dan terus menjadi bagian dari identitas budaya Minangkabau. Salawat Dulang adalah bukti nyata bahwa seni dapat menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan ajaran agama dan nilai-nilai luhur.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp12.000 per Gram, Apa Penyebabnya?

    Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp12.000 per Gram, Apa Penyebabnya?

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terjun bebas pada perdagangan hari ini, Rabu, 9 Juli 2025. Penurunan tajam ini mematahkan tren penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya dan menjadi perhatian utama para investor logam mulia. Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Logam Mulia pada pukul 08:36 WIB, harga satu […]

  • Pajak Karbon: Solusi Efektif untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca?

    Pajak Karbon: Solusi Efektif untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca?

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Di tengah krisis perubahan iklim yang semakin mendesak, berbagai negara mencari instrumen kebijakan untuk menekan laju pemanasan global. Salah satu solusi yang paling banyak dibicarakan adalah pajak karbon. Namun, seberapa efektifkah kebijakan ini untuk mengurangi emisi gas rumah kaca? Pajak karbon adalah pungutan yang dikenakan pada setiap ton emisi karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan dari […]

  • Kretek: Lebih dari Sekadar Rokok, Ini Warisan Budaya Indonesia

    Kretek: Lebih dari Sekadar Rokok, Ini Warisan Budaya Indonesia

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Kretek, rokok khas Indonesia yang aromanya mendunia, memiliki sejarah yang unik dan mendalam, jauh sebelum menjadi industri besar. Asal-usulnya dimulai pada abad ke-19 di Kudus, Jawa Tengah, oleh seorang pria bernama Haji Jamhari. Ia konon mencampurkan cengkeh ke dalam tembakau untuk mengobati sesak napas yang dideritanya. Hasilnya, rasa dan aroma yang dihasilkan tidak hanya menyembuhkan, […]

  • Bali di Luar Jalur Umum: Menemukan Permata Tersembunyi yang Jarang Dikunjungi

    Bali di Luar Jalur Umum: Menemukan Permata Tersembunyi yang Jarang Dikunjungi

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Ketika membicarakan Bali, pikiran banyak orang langsung tertuju pada keramaian Kuta, kemewahan Seminyak, atau hiruk pikuk Canggu. Namun, pesona sejati Pulau Dewata seringkali tersembunyi di luar jalur umum, menanti untuk ditemukan oleh mereka yang berani menjelajah lebih jauh. Jika Anda mencari ketenangan dan pengalaman otentik, inilah saatnya menemukan permata tersembunyi Bali. Arahkan perjalanan Anda ke […]

  • Arja: Opera Tradisional Bali yang Penuh Humor

    Arja: Opera Tradisional Bali yang Penuh Humor

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Arja adalah sebuah bentuk seni pertunjukan teater tradisional Bali yang sering disebut sebagai opera Bali. Pertunjukan ini unik karena menggabungkan unsur tari, drama, vokal (tembang), dan humor yang khas. Arja menjadi salah satu seni klasik yang sangat populer di kalangan masyarakat Bali dan sering dipentaskan dalam berbagai upacara adat maupun sebagai hiburan semata. Ciri khas […]

  • Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

    Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harga suatu barang bisa naik atau turun? Jawabannya terletak pada dua kekuatan dasar ekonomi: permintaan dan penawaran. Memahami kedua konsep ini adalah kunci untuk menguraikan bagaimana harga keseimbangan terbentuk di pasar. Permintaan mengacu pada kuantitas suatu barang atau jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalam […]

expand_less