Jumat, 13 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Salawat Dulang: Dakwah Lewat Sastra Lisan di Minangkabau

Salawat Dulang: Dakwah Lewat Sastra Lisan di Minangkabau

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
  • visibility 70
  • comment 0 komentar

Salawat Dulang adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang unik dari Minangkabau, Sumatera Barat. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media dakwah yang efektif, menggabungkan unsur sastra lisan dengan alunan musik dan humor. Nama “Salawat Dulang” sendiri berasal dari dua kata: salawat yang berarti pujian kepada Nabi Muhammad SAW, dan dulang yang merujuk pada piring logam besar yang dipukul sebagai pengiring musik.

Dalam pertunjukannya, biasanya ada dua orang seniman atau tukang salawat yang duduk berhadapan. Mereka akan membawakan syair-syair yang sarat akan ajaran Islam, kisah-kisah nabi, serta nasihat-nasihat moral yang disampaikan dalam bahasa Minang yang puitis. Alur cerita dan dialog yang dibawakan bersifat spontan dan improvisasi, seringkali diselingi dengan adu pantun atau lawakan-lawakan ringan yang mengundang tawa penonton. Humor ini menjadi bumbu yang membuat pesan dakwah menjadi lebih mudah diterima dan tidak terasa menggurui.

Alat musik utama dalam Salawat Dulang adalah dua buah dulang (piring logam besar) yang diletakkan di antara kedua pemain. Dulang ini dipukul dengan ritme yang dinamis dan bervariasi, menciptakan irama yang khas dan mengiringi setiap bait syair. Sesekali, mereka juga akan saling beradu dulang untuk menambah semarak pertunjukan.

Fungsi utama Salawat Dulang adalah sebagai media dakwah. Pertunjukan ini sering dipentaskan pada acara-acara keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi, maupun acara-acara adat seperti pernikahan dan sunatan. Melalui seni ini, nilai-nilai keagamaan, sejarah Islam, dan kearifan lokal terus diwariskan dari generasi ke generasi dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Sebagai warisan budaya yang berharga, Salawat Dulang terus dijaga kelestariannya. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi, seni ini tetap hidup dan terus menjadi bagian dari identitas budaya Minangkabau. Salawat Dulang adalah bukti nyata bahwa seni dapat menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan ajaran agama dan nilai-nilai luhur.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPATK dan Kepatuhan Pelapor: Mengapa Bank Wajib Melaporkan Transaksi?

    PPATK dan Kepatuhan Pelapor: Mengapa Bank Wajib Melaporkan Transaksi?

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Pencucian uang sering kali memanfaatkan sistem perbankan untuk menyembunyikan asal-usul dana ilegal. Untuk memerangi kejahatan ini, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) menjalin kerja sama erat dengan berbagai pihak, terutama perbankan, melalui skema kepatuhan pelapor. Mengapa bank wajib melaporkan transaksi kepada PPATK? Dan apa dampaknya bagi sistem keuangan? Mencegah Bank Jadi Alat Kejahatan Aturan […]

  • BFIN Tebar Dividen Interim Rp 519 Miliar: Rp 35 per Saham Masuk Rekening Investor!

    BFIN Tebar Dividen Interim Rp 519 Miliar: Rp 35 per Saham Masuk Rekening Investor!

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) kembali membuktikan kinerja keuangan yang solid dengan mengumumkan pembagian dividen tunai interim yang signifikan. BFIN berencana membagikan total dividen senilai Rp 519,72 miliar untuk periode tahun buku 2025. Nilai dividen interim ini setara dengan Rp 35 per saham, sebuah langkah yang menarik perhatian pasar dan menunjukkan komitmen perusahaan pembiayaan […]

  • John Maynard Keynes: Bapak Makroekonomi Modern dan Peran Pemerintah dalam Resesi 📈

    John Maynard Keynes: Bapak Makroekonomi Modern dan Peran Pemerintah dalam Resesi 📈

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    John Maynard Keynes (1883–1946) adalah seorang ekonom Inggris yang gagasannya merevolusi pemikiran ekonomi abad ke-20. Ia secara luas dianggap sebagai Bapak Makroekonomi Modern, sebuah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian secara keseluruhan—termasuk inflasi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi. Karyanya yang paling berpengaruh, The General Theory of Employment, Interest and Money (1936), lahir dari pengalaman pahit Depresi […]

  • Akulturasi Rasa: Jejak Kuliner Arab dan India dalam Masakan Nusantara

    Akulturasi Rasa: Jejak Kuliner Arab dan India dalam Masakan Nusantara

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Indonesia sejak lama dikenal sebagai titik temu berbagai peradaban dunia. Selain rempah-rempah aslinya, kekayaan rasa masakan Nusantara banyak dipengaruhi oleh kedatangan para pedagang dari Arab dan India berabad-abad silam. Pengaruh ini tidak hanya membawa bahan baru, tetapi juga teknik memasak yang mengubah wajah kuliner Indonesia menjadi lebih kaya dan berkarakter. Pengaruh India sangat kental terasa […]

  • Inovasi Terbuka: Mendorong Pertumbuhan Bisnis Melalui Kolaborasi

    Inovasi Terbuka: Mendorong Pertumbuhan Bisnis Melalui Kolaborasi

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Di era persaingan bisnis yang sangat dinamis, perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan sumber daya internal untuk berinovasi. Di sinilah konsep inovasi terbuka (open innovation) menjadi strategi krusial untuk meraih pertumbuhan. Berbeda dengan model tradisional yang tertutup, inovasi terbuka adalah paradigma di mana perusahaan secara aktif mencari dan memanfaatkan ide, teknologi, serta bakat dari sumber […]

  • Studi Kasus: Implementasi Sukses Pertanian Presisi di Indonesia

    Studi Kasus: Implementasi Sukses Pertanian Presisi di Indonesia

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Pertanian presisi seringkali dianggap sebagai teknologi masa depan yang hanya bisa diterapkan di negara maju. Namun, di Indonesia, petani-petani modern telah membuktikan sebaliknya. Salah satu studi kasus implementasi sukses pertanian presisi di Indonesia adalah yang dilakukan oleh para petani di Jawa Barat, yang berhasil meningkatkan efisiensi dan hasil panen dengan teknologi cerdas. Dari Perkiraan ke […]

expand_less