Selasa, 16 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Tedak Siten: Makna di Balik Tradisi Injak Tanah Pertama bagi Bayi Jawa

Tedak Siten: Makna di Balik Tradisi Injak Tanah Pertama bagi Bayi Jawa

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
  • visibility 146
  • comment 0 komentar

Dalam khazanah budaya Jawa yang kaya, Tedak Siten menjadi salah satu upacara adat yang penuh makna. Berasal dari kata “tedak” (turun atau menginjak) dan “siten” atau “siti” (tanah), tradisi ini digelar saat seorang bayi berusia sekitar tujuh atau delapan bulan, sebagai penanda ia siap untuk pertama kalinya menapakkan kaki di bumi.

Upacara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah ritual yang sarat dengan doa dan harapan orang tua untuk masa depan anaknya. Tedak Siten menjadi simbol bahwa sang anak mulai memasuki babak baru kehidupannya, berinteraksi langsung dengan alam, dan bersiap untuk berjalan mandiri di bawah bimbingan keluarga.

Filosofi dalam Setiap Prosesi

Setiap tahapan dalam Tedak Siten memiliki simbolisme yang mendalam. Prosesi diawali dengan membersihkan kaki si bayi, melambangkan awal perjalanan hidup yang suci. Kemudian, bayi dituntun untuk berjalan di atas tujuh buah jadah (kue dari ketan) aneka warna. Tujuh warna ini merepresentasikan berbagai rintangan kehidupan, sementara angka tujuh (pitu dalam bahasa Jawa) diartikan sebagai harapan akan pitulungan atau pertolongan dari Tuhan.

Salah satu prosesi ikonik adalah saat anak dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang telah dihias. Di dalamnya, diletakkan berbagai benda seperti buku, mainan, atau uang. Benda yang dipilih oleh sang bayi dipercaya sebagai gambaran minat dan profesinya di masa depan. Ritual ditutup dengan memandikan bayi dengan air kembang dan menyebar udhik-udhik (beras kuning dan uang logam) sebagai simbol harapan akan kemakmuran dan sifat dermawan.

Lebih dari sekadar tradisi, Tedak Siten adalah wujud syukur, pendidikan karakter sejak dini, dan jalinan doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, serta bermanfaat bagi sesama.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siraman: Mengenal Ritual Pensucian Calon Pengantin Adat Jawa dan Sunda

    Siraman: Mengenal Ritual Pensucian Calon Pengantin Adat Jawa dan Sunda

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Dalam rangkaian prosesi pernikahan adat Jawa dan Sunda, terdapat satu ritual sakral yang penuh makna, yaitu Siraman. Bukan sekadar memandikan calon pengantin, ritual ini merupakan simbol pensucian diri secara lahir dan batin sebelum melangkah ke jenjang kehidupan baru yang suci. Prosesi ini umumnya dilaksanakan sehari sebelum akad nikah di kediaman masing-masing calon mempelai. Tujuan utama […]

  • Mantar Betawi: Seni Berbalas Pantun Memeriahkan Pernikahan Tradisional

    Mantar Betawi: Seni Berbalas Pantun Memeriahkan Pernikahan Tradisional

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pernikahan adat Betawi kaya akan prosesi unik dan meriah, salah satunya adalah tradisi Mantar. Tradisi ini merupakan seni berbalas pantun yang dilantunkan oleh perwakilan dari pihak pengantin pria dan wanita. Lebih dari sekadar hiburan, Mantar menjadi bagian penting dalam menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan, serta menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan dalam acara pernikahan. Makna […]

  • Zero Trust Security: Paradigma Baru Keamanan Jaringan di Era Digital Indonesia

    Zero Trust Security: Paradigma Baru Keamanan Jaringan di Era Digital Indonesia

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Di tengah lanskap ancaman siber yang semakin canggih, pendekatan keamanan jaringan tradisional yang berfokus pada perimeter kini dianggap kurang efektif. Zero Trust Security hadir sebagai paradigma baru yang revolusioner, mengedepankan prinsip “jangan pernah percaya, selalu verifikasi” untuk melindungi aset digital organisasi di Indonesia. Menggeser Paradigma Keamanan Tradisional Model keamanan perimeter tradisional mengasumsikan bahwa semua yang […]

  • Mau Sukses? Lakukan Hal Ini dalam Mengelola Keuanganmu

    Mau Sukses? Lakukan Hal Ini dalam Mengelola Keuanganmu

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sebagai impian bagi hampir setiap orang, mencapai kesuksesan bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Terdapat berbagai usaha dan rintangan yang harus dilalui sebelum Anda menjadi orang yang sukses. Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam mencapai kesuksesan adalah mengelola keuangan dengan tepat. Keuangan yang dikelola dengan benar memiliki peran penting dalam perjalanan menuju kesuksesan. […]

  • Grebeg Sudiro: Perayaan Imlek dengan Sentuhan Budaya Jawa di Solo

    Grebeg Sudiro: Perayaan Imlek dengan Sentuhan Budaya Jawa di Solo

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kota Solo (Surakarta) setiap tahunnya menjadi tuan rumah sebuah perayaan unik bernama Grebeg Sudiro. Acara ini merupakan puncak perayaan menyambut Tahun Baru Imlek yang istimewa, karena di sinilah budaya Jawa dan budaya Tionghoa melebur dengan harmonis. Berpusat di kawasan pecinan Sudiroprajan, Grebeg Sudiro menjadi etalase kerukunan antar-etnis yang telah terjalin selama berabad-abad. Daya tarik utama […]

  • Cara Mudah Atur Keuangan Supaya Tidak Habis di Tengah Bulan

    Cara Mudah Atur Keuangan Supaya Tidak Habis di Tengah Bulan

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sebagian besar orang mendapatkan pemasukan di awal bulan. Karena pemasukan tersebut terlihat besar, tidak sedikit orang yang langsung menggunakan uang tersebut tanpa menerapkan cara atur keuangan dengan tepat. Jika dibiarkan, kebiasaan buruk tersebut dapat mengakibatkan sulitnya kehidupan di akhir bulan. Mereka yang terbiasa menghambur-hamburkan uang setelah menerima pemasukan biasanya akan kehabisan uang di tengah bulan. […]

expand_less