Senin, 1 Sep 2025
light_mode
Beranda » Edukasi » Penambangan Uranium: Bawah Tanah vs. Terbuka, Mana Lebih Unggul?

Penambangan Uranium: Bawah Tanah vs. Terbuka, Mana Lebih Unggul?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

Uranium, bahan bakar utama untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, diekstraksi dari bumi melalui beberapa metode. Dua yang paling umum adalah penambangan uranium bawah tanah dan penambangan terbuka (dikenal juga sebagai open-pit). Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang signifikan, terutama dari segi biaya, keamanan, dan dampak lingkungan.

Penambangan Bawah Tanah: Presisi di Kedalaman

Metode ini melibatkan penggalian terowongan dan poros (shaft) untuk mencapai bijih uranium yang terletak jauh di bawah permukaan. Keunggulan utamanya adalah jejak kerusakan di permukaan yang jauh lebih kecil dan volume limbah batuan yang lebih sedikit dibandingkan tambang terbuka.

Namun, penambangan bawah tanah umumnya lebih mahal karena membutuhkan teknologi yang kompleks dan tenaga kerja intensif. Selain itu, metode ini memiliki risiko keselamatan kerja yang lebih tinggi bagi penambang, termasuk potensi paparan gas radon (produk peluruhan uranium), ventilasi yang buruk, dan bahaya keruntuhan terowongan.

Penambangan Terbuka: Skala Besar di Permukaan

Sebaliknya, penambangan terbuka dilakukan dengan mengeruk lapisan tanah dan batuan di permukaan untuk mengekspos deposit bijih yang relatif dangkal. Metode ini umumnya lebih aman bagi pekerja dan lebih hemat biaya, terutama untuk deposit bervolume besar dengan kadar bijih rendah, karena memungkinkan penggunaan alat berat secara masif.

Akan tetapi, dampak lingkungan dari tambang terbuka sangat signifikan. Metode ini menyebabkan kerusakan lanskap yang masif, menghasilkan tumpukan batuan sisa dalam jumlah sangat besar, dan memiliki risiko lebih tinggi untuk mencemari sumber air permukaan dan air tanah jika tidak dikelola dengan benar.

Kesimpulan: Pilihan Berdasarkan Kondisi

Pada akhirnya, tidak ada satu metode yang mutlak lebih baik. Pilihan antara penambangan bawah tanah dan terbuka sangat bergantung pada faktor geologis deposit (kedalaman dan kadar bijih), pertimbangan biaya penambangan, serta peraturan lingkungan yang berlaku di lokasi tersebut. Keduanya menuntut praktik manajemen lingkungan yang sangat ketat untuk memitigasi dampak jangka panjangnya.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membedah Dampak Konflik Geopolitik pada Pasar Keuangan Global

    Membedah Dampak Konflik Geopolitik pada Pasar Keuangan Global

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Di dunia yang saling terhubung, konflik geopolitik—baik itu perang, sanksi ekonomi, maupun sengketa wilayah—menjadi salah satu sumber utama ketidakpastian bagi pasar keuangan global. Peristiwa ini dapat memicu reaksi berantai yang berdampak langsung pada portofolio investor di seluruh dunia. Dampak paling cepat terasa adalah lonjakan volatilitas. Investor cenderung menghindari risiko saat ketegangan meningkat, yang memicu aksi […]

  • Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi internet telah membuka babak baru dalam dunia sastra, melahirkan fenomena yang dikenal sebagai sastra siber. Jika dahulu karya sastra hanya bisa dinikmati melalui media cetak, kini puisi dan cerpen dapat dengan mudah ditemukan di berbagai platform digital, mulai dari blog, media sosial, hingga situs-situs khusus. Sastra siber bukan hanya sekadar memindahkan teks ke […]

  • Inovasi Sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan

    Inovasi Sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Di tengah tantangan global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada tahun 2030, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi pilar fundamental. Pembangunan berkelanjutan yang mencakup pilar lingkungan, sosial, dan ekonomi, membutuhkan terobosan dan cara berpikir baru. Inovasi menjadi mesin penggerak yang memungkinkan kita menciptakan solusi efektif dan efisien untuk masalah-masalah paling mendesak di […]

  • Kompleks Candi Arjuna: Mengungkap Sejarah di Candi Hindu Tertua di Pulau Jawa

    Kompleks Candi Arjuna: Mengungkap Sejarah di Candi Hindu Tertua di Pulau Jawa

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kompleks Candi Arjuna adalah sebuah situs peninggalan bersejarah yang menakjubkan di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Terletak di tengah hamparan dataran tinggi yang indah, kompleks ini bukan hanya sekumpulan candi biasa, melainkan bukti nyata keberadaan peradaban Hindu tertua di Pulau Jawa. Mengunjungi Candi Arjuna adalah sebuah perjalanan melintasi waktu untuk memahami kekayaan sejarah Indonesia. Kompleks […]

  • Mengenal Komputer Generasi Keempat: Era Mikroprosesor dan Komputer Pribadi

    Mengenal Komputer Generasi Keempat: Era Mikroprosesor dan Komputer Pribadi

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Komputer Generasi Keempat (sekitar 1970-an hingga saat ini) adalah periode yang benar-benar mengubah wajah komputasi dan memperkenalkan kita pada komputer pribadi (PC). Lompatan revolusioner di era ini adalah penemuan mikroprosesor, sebuah “komputer di atas chip” yang memungkinkan perangkat yang jauh lebih kecil, lebih murah, dan lebih kuat. Mikroprosesor pertama, Intel 4004 pada tahun 1971, mengintegrasikan […]

  • Mewaspadai Resesi Global: Sinyal Awal dan Langkah Persiapan Indonesia

    Mewaspadai Resesi Global: Sinyal Awal dan Langkah Persiapan Indonesia

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Kekhawatiran akan terjadinya resesi global terus menghantui perekonomian dunia. Berbagai faktor, mulai dari inflasi tinggi yang persisten, kenaikan suku bunga agresif di negara-negara maju, hingga ketegangan geopolitik, menjadi sinyal resesi yang patut diwaspadai. Lantas, apa saja indikator awal yang perlu kita perhatikan, dan bagaimana persiapan Indonesia dalam menghadapi potensi guncangan ini? Beberapa sinyal resesi global […]

expand_less