Rabu, 22 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Inflasi Inti vs. Inflasi Utama: Mana yang Lebih Diperhatikan Bank Sentral?

Inflasi Inti vs. Inflasi Utama: Mana yang Lebih Diperhatikan Bank Sentral?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

Dalam dunia ekonomi, sering kali kita mendengar dua istilah yang berkaitan dengan kenaikan harga: inflasi utama (headline inflation) dan inflasi inti (core inflation). Keduanya sama-sama mengukur laju kenaikan harga, namun dengan fokus yang berbeda. Memahami perbedaan ini sangat krusial, terutama untuk mengetahui bagaimana bank sentral, seperti Bank Indonesia, mengambil keputusan kebijakan moneter.

 

Inflasi Utama: Gambaran Lengkap

 

Inflasi utama adalah angka inflasi total yang paling sering dilaporkan di media. Angka ini mencerminkan kenaikan harga dari seluruh keranjang barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat, termasuk komoditas yang harganya sangat fluktuatif, seperti makanan dan energi. Kenaikan harga bensin atau beras yang tajam, misalnya, akan langsung tercermin pada angka inflasi utama. Oleh karena itu, inflasi utama sering kali bergejolak dan mencerminkan “suasana harian” yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Inflasi Inti: Tren yang Mendasari

 

Berbeda dengan inflasi utama, inflasi inti mengesampingkan komponen harga yang mudah bergejolak, yaitu makanan yang diatur pemerintah dan energi. Bank sentral menganggap perubahan harga di sektor ini sering kali disebabkan oleh faktor eksternal atau musiman yang sulit dikendalikan oleh kebijakan moneter, seperti bencana alam atau dinamika harga minyak global.

Karena itu, inflasi inti memberikan gambaran yang lebih akurat tentang tren inflasi jangka panjang yang didorong oleh faktor-faktor fundamental seperti permintaan domestik, ekspektasi inflasi, dan nilai tukar. Angka ini dianggap sebagai cerminan yang lebih murni dari tekanan permintaan-penawaran dalam perekonomian.

 

Fokus Bank Sentral

 

Jadi, mana yang lebih diperhatikan? Bank sentral cenderung lebih fokus pada inflasi inti. Alasannya, kebijakan moneter seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga membutuhkan waktu untuk memberikan dampak. Jika bank sentral bereaksi terhadap setiap lonjakan harga makanan atau energi yang bersifat sementara, kebijakan mereka bisa menjadi tidak stabil dan justru membingungkan pasar.

Dengan berfokus pada inflasi inti, bank sentral bisa membuat keputusan kebijakan yang lebih terarah dan stabil, yang bertujuan untuk mengendalikan inflasi yang sifatnya persisten atau fundamental.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penipuan Berkedok Jasa Titip Beli Barang Luar Negeri: Waspada Impian Belanja Impor

    Penipuan Berkedok Jasa Titip Beli Barang Luar Negeri: Waspada Impian Belanja Impor

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Barang-barang dari luar negeri seringkali menjadi daya tarik bagi banyak orang karena keunikan, kualitas, atau harganya yang lebih murah. Hal ini memicu popularitas jasa titip beli (jastip) barang luar negeri. Namun, di balik kemudahan ini, bersembunyi Penipuan Berkedok Jasa Titip Beli Barang Luar Negeri yang merugikan. Para penipu memanfaatkan keinginan konsumen akan barang impor dan […]

  • Kebijakan Sisi Penawaran: Benarkah Pemotongan Pajak Mendorong Pertumbuhan?

    Kebijakan Sisi Penawaran: Benarkah Pemotongan Pajak Mendorong Pertumbuhan?

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda mendengar istilah “supply-side economics” atau ekonomi sisi penawaran? Gagasan ini menjadi salah satu pilar utama dalam kebijakan ekonomi, terutama sejak era Presiden Ronald Reagan di Amerika Serikat. Inti dari teori ini sangatlah sederhana: pemotongan pajak, terutama pajak penghasilan dan pajak korporasi, dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.   Bagaimana Cara Kerjanya?   Pendukung […]

  • Inovasi Kuliner: Gastronomi Molekuler dan Pangan Berkelanjutan

    Inovasi Kuliner: Gastronomi Molekuler dan Pangan Berkelanjutan

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Dunia kuliner terus berinovasi, menggabungkan ilmu pengetahuan dan kreativitas untuk menciptakan pengalaman makan yang tak terlupakan. Dua tren utama yang mendominasi lanskap kuliner saat ini adalah gastronomi molekuler dan fokus pada pangan berkelanjutan. Kedua konsep ini, meskipun berbeda dalam pendekatan, memiliki tujuan yang sama: meningkatkan kualitas makanan dan dampaknya bagi lingkungan serta kesehatan. Gastronomi molekuler […]

  • Waspada! Kenali Skema Ponzi dan Bedanya dengan Investasi Saham yang Sah di Indonesia

    Waspada! Kenali Skema Ponzi dan Bedanya dengan Investasi Saham yang Sah di Indonesia

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Di Indonesia, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu jebakan yang sering muncul adalah skema Ponzi. Meskipun tampak menarik, skema ini sangat berbeda dengan bisnis saham yang merupakan instrumen investasi legal dan diawasi. Memahami perbedaan mendasar antara keduanya penting agar Anda tidak menjadi korban penipuan berkedok […]

  • Car Free Day Sudirman-Thamrin: Lebih dari Sekadar Olahraga Pagi

    Car Free Day Sudirman-Thamrin: Lebih dari Sekadar Olahraga Pagi

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Setiap Minggu pagi, jalur padat Jalan Sudirman dan Thamrin di Jakarta berubah menjadi arena bebas kendaraan yang ramai. Dikenal sebagai Car Free Day (CFD), acara mingguan ini telah menjadi tradisi yang dinanti-nanti, menawarkan lebih dari sekadar kesempatan untuk berolahraga. CFD adalah ruang publik di mana warga Jakarta bisa berkumpul, bersosialisasi, dan menikmati kota dari perspektif […]

  • Reksa Dana Saham: Pilihan Tepat untuk Pemula

    Reksa Dana Saham: Pilihan Tepat untuk Pemula

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Bagi banyak investor pemula, keinginan untuk berinvestasi di pasar saham seringkali dihadapkan pada dua tantangan besar: risiko tinggi dan kompleksitas dalam memilih saham yang tepat. Kabar baiknya, ada sebuah solusi yang dapat menjadi jembatan, yaitu reksa dana saham. Instrumen ini sering dianggap sebagai pilihan ideal untuk memulai perjalanan investasi di dunia saham. Apa itu reksa […]

expand_less