Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Inflasi Inti vs. Inflasi Utama: Mana yang Lebih Diperhatikan Bank Sentral?

Inflasi Inti vs. Inflasi Utama: Mana yang Lebih Diperhatikan Bank Sentral?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Dalam dunia ekonomi, sering kali kita mendengar dua istilah yang berkaitan dengan kenaikan harga: inflasi utama (headline inflation) dan inflasi inti (core inflation). Keduanya sama-sama mengukur laju kenaikan harga, namun dengan fokus yang berbeda. Memahami perbedaan ini sangat krusial, terutama untuk mengetahui bagaimana bank sentral, seperti Bank Indonesia, mengambil keputusan kebijakan moneter.

 

Inflasi Utama: Gambaran Lengkap

 

Inflasi utama adalah angka inflasi total yang paling sering dilaporkan di media. Angka ini mencerminkan kenaikan harga dari seluruh keranjang barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat, termasuk komoditas yang harganya sangat fluktuatif, seperti makanan dan energi. Kenaikan harga bensin atau beras yang tajam, misalnya, akan langsung tercermin pada angka inflasi utama. Oleh karena itu, inflasi utama sering kali bergejolak dan mencerminkan “suasana harian” yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Inflasi Inti: Tren yang Mendasari

 

Berbeda dengan inflasi utama, inflasi inti mengesampingkan komponen harga yang mudah bergejolak, yaitu makanan yang diatur pemerintah dan energi. Bank sentral menganggap perubahan harga di sektor ini sering kali disebabkan oleh faktor eksternal atau musiman yang sulit dikendalikan oleh kebijakan moneter, seperti bencana alam atau dinamika harga minyak global.

Karena itu, inflasi inti memberikan gambaran yang lebih akurat tentang tren inflasi jangka panjang yang didorong oleh faktor-faktor fundamental seperti permintaan domestik, ekspektasi inflasi, dan nilai tukar. Angka ini dianggap sebagai cerminan yang lebih murni dari tekanan permintaan-penawaran dalam perekonomian.

 

Fokus Bank Sentral

 

Jadi, mana yang lebih diperhatikan? Bank sentral cenderung lebih fokus pada inflasi inti. Alasannya, kebijakan moneter seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga membutuhkan waktu untuk memberikan dampak. Jika bank sentral bereaksi terhadap setiap lonjakan harga makanan atau energi yang bersifat sementara, kebijakan mereka bisa menjadi tidak stabil dan justru membingungkan pasar.

Dengan berfokus pada inflasi inti, bank sentral bisa membuat keputusan kebijakan yang lebih terarah dan stabil, yang bertujuan untuk mengendalikan inflasi yang sifatnya persisten atau fundamental.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesona Berbahaya: Uranium dalam Benda Antik dan Koleksi

    Pesona Berbahaya: Uranium dalam Benda Antik dan Koleksi

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Meskipun dikenal sebagai bahan bakar reaktor nuklir, uranium juga memiliki sejarah menarik dalam pembuatan berbagai benda antik dan koleksi. Sejak akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, senyawa uranium digunakan untuk menciptakan warna-warna cerah dan efek unik pada keramik, kaca, dan bahkan jam tangan. Benda-benda ini kini menjadi incaran kolektor, namun keberadaan uranium di dalamnya […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp12.000 per Gram, Apa Penyebabnya?

    Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp12.000 per Gram, Apa Penyebabnya?

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jakarta, Indonesia – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terjun bebas pada perdagangan hari ini, Rabu, 9 Juli 2025. Penurunan tajam ini mematahkan tren penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya dan menjadi perhatian utama para investor logam mulia. Berdasarkan data terbaru dari situs resmi Logam Mulia pada pukul 08:36 WIB, harga satu […]

  • Seni Anyam Pandan: Kerajinan Tangan yang Menopang Ekonomi Desa

    Seni Anyam Pandan: Kerajinan Tangan yang Menopang Ekonomi Desa

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Seni anyaman pandan adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang tak hanya indah, tetapi juga memiliki peran vital dalam menopang ekonomi desa. Kerajinan tangan yang memanfaatkan daun pandan berduri sebagai bahan utama ini telah menjadi tradisi turun-temurun di banyak daerah, menciptakan produk-produk bernilai jual tinggi. Proses pembuatan anyaman pandan memerlukan ketelitian dan kesabaran. Daun pandan […]

  • Arsitektur Ramah Lingkungan: Desain untuk Keberlanjutan

    Arsitektur Ramah Lingkungan: Desain untuk Keberlanjutan

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Di era modern dengan tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, konsep arsitektur ramah lingkungan menjadi semakin penting. Bukan hanya sekadar tren, desain untuk keberlanjutan adalah sebuah kebutuhan mendesak, terutama di negara dengan pertumbuhan pesat seperti Indonesia. Arsitektur ramah lingkungan berfokus pada pembangunan yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memaksimalkan efisiensi sumber daya. Salah satu […]

  • Dugderan: Tradisi Unik Semarang Menyambut Ramadan dengan Warak Ngendog

    Dugderan: Tradisi Unik Semarang Menyambut Ramadan dengan Warak Ngendog

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Kota Semarang memiliki sebuah tradisi unik yang selalu dinanti-nanti warganya: Dugderan. Tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-19 ini merupakan pesta rakyat meriah yang menjadi penanda bahwa ibadah puasa akan segera dimulai, dengan ikon khasnya yang legendaris, Warak Ngendog. Nama “Dugderan” sendiri berasal dari gabungan dua suara yang menjadi penanda […]

  • Tips Hemat Ala Milenial: Gaya Hidup Minimalis yang Menguntungkan

    Tips Hemat Ala Milenial: Gaya Hidup Minimalis yang Menguntungkan

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Gaya hidup minimalis semakin populer di kalangan milenial Indonesia. Lebih dari sekadar tren, pendekatan ini menawarkan solusi cerdas untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif sambil tetap menikmati hidup. Hemat ala milenial bukan berarti pelit, melainkan tentang pengeluaran yang lebih sadar dan terarah pada hal-hal yang benar-benar bernilai. Salah satu kunci utama hemat ala milenial adalah […]

expand_less