LMKN dan Digitalisasi: Menghadapi Tantangan Hak Cipta di Era Streaming
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Ming, 10 Agu 2025
- visibility 69
- comment 0 komentar

Era digital telah mengubah cara kita mengonsumsi musik secara fundamental. Layanan streaming seperti Spotify, Joox, atau YouTube menjadi platform utama, membuka akses tak terbatas bagi pendengar. Namun, di balik kemudahan ini, muncul tantangan besar bagi perlindungan hak cipta, terutama dalam hal royalti. Di sinilah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memainkan peran krusial dalam menghadapi era digitalisasi ini.
Tantangan terbesar di era streaming adalah volume data yang masif. Setiap detik, jutaan lagu diputar di berbagai platform di seluruh dunia. Melacak setiap stream dan memastikan setiap pencipta mendapatkan royalti yang sesuai adalah pekerjaan yang sangat kompleks. LMKN mengatasi tantangan ini dengan beradaptasi secara teknologi. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan laporan manual, tetapi menggunakan sistem dan algoritma canggih untuk memantau penggunaan karya musik di platform digital. Teknologi ini memungkinkan LMKN mengumpulkan data stream secara akurat dan transparan.
Selain itu, LMKN berperan penting dalam menjalin kerja sama dengan para Digital Service Provider (DSP). LMKN bertindak sebagai perwakilan kolektif yang bernegosiasi dengan platform streaming untuk mendapatkan kesepakatan royalti yang adil. Tanpa LMKN, para pencipta dan musisi harus berhadapan langsung dengan perusahaan teknologi raksasa, sebuah proses yang hampir mustahil. Dengan LMKN, para pencipta bisa mendapatkan hak mereka secara kolektif, yang membuat posisi tawar mereka jauh lebih kuat.
LMKN juga aktif dalam edukasi digital. Mereka menyosialisasikan pentingnya menggunakan platform legal dan menjelaskan bagaimana royalti bekerja di era streaming. Ini bertujuan untuk membangun kesadaran di kalangan pendengar dan pengguna, sehingga praktik pembajakan digital dapat terus ditekan.
Dengan beradaptasi pada digitalisasi, LMKN memastikan bahwa hak cipta tetap relevan dan terlindungi di era modern. LMKN adalah jembatan yang menghubungkan kreativitas di dunia nyata dengan kompleksitas dunia digital, menjamin bahwa setiap karya dihargai dan para pencipta bisa mendapatkan imbalan yang layak dari karya mereka.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar