Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Membebaskan Diri dari Sunk Cost Fallacy: Mengambil Keputusan yang Lebih Baik

Membebaskan Diri dari Sunk Cost Fallacy: Mengambil Keputusan yang Lebih Baik

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
  • visibility 60
  • comment 0 komentar

Pernahkah kamu merasa kesulitan untuk meninggalkan suatu proyek, hubungan, atau investasi, meskipun sudah jelas-jelas tidak memberikan hasil yang baik? Jika iya, kamu mungkin sedang terjebak dalam sunk cost fallacy. Ini adalah kecenderungan psikologis di mana kita terus mengalokasikan sumber daya (waktu, uang, atau tenaga) ke suatu hal karena sudah banyak yang kita korbankan di dalamnya, bukan karena prospek masa depannya yang menjanjikan.

Sederhananya, kita merasa sayang untuk “melepas” apa yang sudah terlanjur kita keluarkan, meskipun melanjutkan akan lebih merugikan. Contoh klasiknya adalah tetap menonton film yang membosankan di bioskop karena sudah membayar tiket, atau terus memperbaiki mobil tua yang biayanya lebih mahal dari membeli yang baru.

Lalu, bagaimana cara melepaskan diri dari jebakan ini?

Fokus pada Masa Depan, Bukan Masa Lalu

Kunci utamanya adalah menggeser fokus dari “apa yang sudah saya korbankan” menjadi “apa keputusan terbaik yang bisa saya ambil saat ini untuk masa depan?”. Ingatlah, biaya yang sudah dikeluarkan (sunk cost) tidak akan pernah kembali, terlepas dari keputusan apa pun yang kamu ambil selanjutnya. Jangan biarkan pengorbanan masa lalu membajak logika kamu.

Minta Pendapat Orang Lain

Terkadang, saat kita sudah terlalu dalam terlibat, sulit untuk melihat situasi secara objektif. Minta pendapat dari orang yang tidak terlibat langsung dapat memberikan sudut pandang yang segar dan rasional. Mereka bisa membantu kamu melihat bahwa melepaskan sesuatu yang sudah tidak relevan bukanlah sebuah kegagalan, melainkan sebuah keputusan cerdas untuk menyelamatkan diri dari kerugian yang lebih besar di kemudian hari.

Dengan mengenali dan mengatasi sunk cost fallacy, kamu akan mampu mengambil keputusan yang lebih strategis dan berani, membebaskan diri dari beban masa lalu, dan melangkah maju menuju hasil yang lebih baik.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uranium: Unsur Berat dengan Potensi Luar Biasa

    Uranium: Unsur Berat dengan Potensi Luar Biasa

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Ketika berbicara tentang uranium, banyak pikiran mungkin langsung tertuju pada energi nuklir atau bahkan senjata. Namun, uranium adalah unsur berat dengan potensi luar biasa yang perannya jauh lebih kompleks dan beragam. Memahami sifat dan aplikasi unsur ini adalah kunci untuk mengapresiasi kontribusinya dalam berbagai bidang, dari energi hingga penelitian ilmiah. Secara alami, uranium adalah logam […]

  • Akulturasi Rasa: Jejak Kuliner Arab dan India dalam Masakan Nusantara

    Akulturasi Rasa: Jejak Kuliner Arab dan India dalam Masakan Nusantara

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Indonesia sejak lama dikenal sebagai titik temu berbagai peradaban dunia. Selain rempah-rempah aslinya, kekayaan rasa masakan Nusantara banyak dipengaruhi oleh kedatangan para pedagang dari Arab dan India berabad-abad silam. Pengaruh ini tidak hanya membawa bahan baru, tetapi juga teknik memasak yang mengubah wajah kuliner Indonesia menjadi lebih kaya dan berkarakter. Pengaruh India sangat kental terasa […]

  • Energi Gelombang Laut: Potensi Tersembunyi Energi Bersih

    Energi Gelombang Laut: Potensi Tersembunyi Energi Bersih

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki potensi energi gelombang laut yang sangat besar namun belum termanfaatkan secara optimal. Energi gelombang laut adalah bentuk energi terbarukan yang dihasilkan dari pergerakan naik turun gelombang air laut. Pemanfaatannya dapat menjadi solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan […]

  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) pada Pasar Tenaga Kerja Masa Depan

    Dampak Kecerdasan Buatan (AI) pada Pasar Tenaga Kerja Masa Depan

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat dan mulai merombak berbagai sektor industri. Salah satu dampak terbesarnya dirasakan pada pasar tenaga kerja, memunculkan pertanyaan penting: apakah AI menjadi ancaman bagi pekerjaan manusia atau justru membuka gerbang peluang baru? Otomatisasi dan Pergeseran Pekerjaan Dampak kecerdasan buatan yang paling nyata adalah kemampuannya untuk melakukan otomatisasi. Pekerjaan […]

  • Seni Tenun Ikat Sumba: Mahakarya Kesabaran dari Timur

    Seni Tenun Ikat Sumba: Mahakarya Kesabaran dari Timur

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur tak hanya memukau dengan padang savana dan kuda liarnya, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya yang adiluhung: seni tenun ikat Sumba. Lebih dari sekadar kain, setiap helai tenun ikat adalah cerminan filosofi hidup masyarakat Sumba, lahir dari proses panjang yang membutuhkan ketelatenan, ketelitian, dan kesabaran luar biasa. Keindahan Corak yang […]

  • Tradisi Pingitan Calon Pengantin: Masih Relevankah di Era Modern?

    Tradisi Pingitan Calon Pengantin: Masih Relevankah di Era Modern?

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus modernisasi, banyak tradisi pernikahan di Indonesia yang mulai dipertanyakan eksistensinya, salah satunya adalah tradisi pingitan calon pengantin. Praktik yang mengharuskan calon mempelai, terutama wanita, untuk tidak keluar rumah dalam kurun waktu tertentu sebelum hari pernikahan ini sering dianggap usang. Lantas, masihkah tradisi ini relevan? Makna Filosofis di Balik Pingitan Pada intinya, […]

expand_less