Model Cournot vs. Bertrand: Memahami Kompetisi Oligopoli
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Ming, 24 Agu 2025
- visibility 8
- comment 0 komentar

Pasar oligopoli adalah struktur di mana hanya ada beberapa perusahaan yang dominan, sehingga setiap keputusan perusahaan secara signifikan memengaruhi pasar dan pesaing lainnya. Dalam menganalisis perilaku perusahaan-perusahaan ini, para ekonom menggunakan model-model yang berbeda, dua yang paling terkenal adalah Model Cournot dan Model Bertrand. Perbedaan utama terletak pada variabel strategi yang digunakan oleh perusahaan: kuantitas atau harga.
Model Cournot: Bersaing pada Kuantitas
Dalam Model Cournot, perusahaan-perusahaan berasumsi bahwa pesaing mereka akan mempertahankan tingkat produksi (kuantitas) mereka. Dengan asumsi ini, setiap perusahaan memutuskan berapa banyak barang yang akan diproduksi untuk memaksimalkan keuntungannya. Mereka berfokus pada volume produksi dan membiarkan pasar yang menentukan harga berdasarkan total pasokan.
Hasil dari model ini adalah keseimbangan yang berada di antara monopoli dan persaingan sempurna. Output total di pasar lebih tinggi daripada output monopoli tetapi lebih rendah dari output persaingan sempurna, yang berarti harganya juga berada di antara keduanya. Model ini sering digunakan untuk industri seperti minyak atau sumber daya alam lainnya, di mana keputusan produksi jangka panjang lebih relevan.
Model Bertrand: Bersaing pada Harga
Sebaliknya, Model Bertrand mengasumsikan bahwa setiap perusahaan akan mempertahankan harga mereka. Perusahaan-perusahaan ini bersaing dengan saling menurunkan harga sedikit di bawah pesaing mereka untuk merebut seluruh pangsa pasar. Logika ini mendorong harga turun terus-menerus hingga mencapai biaya marginal.
Hasil dari model ini, yang dikenal sebagai Paradoks Bertrand, adalah harga dan output yang identik dengan pasar persaingan sempurna. Ini terjadi meskipun hanya ada dua perusahaan di pasar, menunjukkan bahwa persaingan harga yang ketat dapat mengikis keuntungan hingga nol. Model ini relevan untuk industri yang menjual produk homogen (serupa) seperti air mineral atau bensin, di mana konsumen sangat sensitif terhadap harga.
Pilihan model Cournot atau Bertrand sangat bergantung pada industri yang dianalisis. Pemahaman tentang mana yang lebih relevan akan memberikan wawasan yang lebih akurat tentang perilaku strategis perusahaan dan hasil pasar yang mungkin terjadi.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar