Selasa, 17 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Dalam ekonomi makro, hubungan antara pengangguran dan inflasi adalah topik yang selalu menarik. Salah satu konsep paling penting yang menggambarkan hubungan ini adalah NAIRU atau Non-Accelerating Inflation Rate of Unemployment. Sederhananya, NAIRU adalah tingkat pengangguran “alami” di mana inflasi tidak naik atau turun secara signifikan. Ini bukan berarti pengangguran nol, melainkan tingkat di mana tekanan upah dan harga seimbang, sehingga ekonomi dapat tumbuh tanpa memicu inflasi yang tidak terkendali.

Mengapa NAIRU Penting?

Ketika tingkat pengangguran turun di bawah NAIRU, pasar tenaga kerja menjadi sangat ketat. Perusahaan harus bersaing untuk mendapatkan pekerja dengan menawarkan upah yang lebih tinggi. Kenaikan upah ini kemudian dapat diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga barang dan jasa yang lebih tinggi, memicu inflasi. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran berada di atas NAIRU, ada banyak pekerja yang mencari pekerjaan, sehingga tekanan upah dan inflasi cenderung menurun.

Sifat NAIRU

Penting untuk dicatat bahwa NAIRU bukanlah angka yang tetap. Ia dapat bergeser dari waktu ke waktu tergantung pada faktor-faktor struktural dalam perekonomian, seperti:

Perubahan demografi: Masuknya angkatan kerja baru atau pensiunnya generasi yang lebih tua.

Perubahan teknologi: Otomatisasi atau inovasi yang membuat beberapa pekerjaan usang.

Kebijakan pemerintah: Seperti kebijakan upah minimum atau program pelatihan.

Sebagai contoh, jika sebuah inovasi teknologi besar membuat banyak pekerjaan usang, NAIRU bisa naik karena lebih banyak orang menganggur secara struktural. Sebaliknya, jika ada peningkatan investasi dalam pendidikan dan pelatihan, NAIRU bisa turun karena tenaga kerja menjadi lebih terampil dan mudah diserap.

Perbedaan dengan Tingkat Pengangguran ‘Alami’

NAIRU seringkali disamakan dengan tingkat pengangguran alami (natural rate of unemployment). Perbedaannya, tingkat pengangguran alami mencakup pengangguran friksional (orang yang sedang mencari pekerjaan) dan struktural (pengangguran akibat ketidakcocokan antara keterampilan pekerja dan permintaan pasar). NAIRU fokus pada titik di mana inflasi mulai berakselerasi. Meskipun keduanya sangat terkait, NAIRU lebih ditekankan sebagai target kebijakan, khususnya oleh bank sentral.

Memahami NAIRU sangat krusial bagi bank sentral dan pembuat kebijakan. Mereka menggunakannya sebagai tolok ukur untuk memutuskan apakah akan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Jika tingkat pengangguran saat ini berada di bawah estimasi NAIRU, bank sentral mungkin akan khawatir akan percepatan inflasi dan cenderung menaikkan suku bunga. Sebaliknya, jika pengangguran di atas NAIRU, mereka mungkin akan merasa ‘aman’ untuk melonggarkan kebijakan moneter untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, NAIRU membantu para pengambil keputusan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas harga.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Jitu Mengelola Keuangan untuk Freelancer dan Pekerja Lepas

    Tips Jitu Mengelola Keuangan untuk Freelancer dan Pekerja Lepas

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Menjadi seorang freelancer atau pekerja lepas menawarkan fleksibilitas dan kebebasan yang menggiurkan. Namun, di balik kebebasan itu ada tantangan besar: mengelola pendapatan yang tidak menentu. Tanpa strategi keuangan yang solid, arus kas yang tidak stabil dapat dengan cepat menimbulkan stres dan ketidakpastian. Kunci utama untuk meraih stabilitas finansial sebagai freelancer adalah proaktif dan disiplin. Berikut […]

  • Jangan Panik Dulu! Waspada Modus Penipuan “Ganjal ATM” yang Masih Mengintai di Indonesia

    Jangan Panik Dulu! Waspada Modus Penipuan “Ganjal ATM” yang Masih Mengintai di Indonesia

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Di tengah kemudahan bertransaksi, kita tetap harus waspada terhadap kejahatan konvensional yang masih marak, salah satunya adalah penipuan “ganjal ATM”. Modus ini memanfaatkan kelengahan korban saat bertransaksi di mesin ATM. Sekilas, masalah yang terjadi tampak seperti kerusakan mesin biasa, namun sebenarnya sudah direncanakan oleh penipu. Mengenali taktik mereka adalah kunci untuk melindungi uang Anda. Ciri-Ciri […]

  • Memahami Respons Konsumen: Efek Substitusi dan Efek Pendapatan

    Memahami Respons Konsumen: Efek Substitusi dan Efek Pendapatan

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Ketika harga suatu barang berubah, respons kita sebagai konsumen bukanlah hal yang sederhana. Perubahan ini memicu dua efek psikologis dan ekonomis yang berbeda namun saling terkait: efek substitusi dan efek pendapatan. Memahami kedua konsep ini sangat penting untuk menganalisis perilaku konsumen dan dinamika permintaan pasar. Efek Substitusi: Mencari Alternatif yang Lebih Murah Efek substitusi adalah […]

  • Ketimpangan Ekonomi Antara Wilayah Barat dan Timur Indonesia

    Ketimpangan Ekonomi Antara Wilayah Barat dan Timur Indonesia

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Meskipun Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif, isu ketimpangan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia masih menjadi tantangan struktural yang signifikan. Kesenjangan ini tercermin dari konsentrasi aktivitas ekonomi, industri, dan pembangunan yang masih sangat dominan di Pulau Jawa dan Sumatera, sementara wilayah timur seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara relatif tertinggal. Akar masalah […]

  • Bonus Demografi: Peluang Emas atau Ancaman bagi Masa Depan Indonesia?

    Bonus Demografi: Peluang Emas atau Ancaman bagi Masa Depan Indonesia?

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Indonesia kini berada di tengah periode emas yang dikenal sebagai bonus demografi, sebuah kondisi langka di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) mendominasi populasi nasional. Fenomena ini sering disebut sebagai jendela peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Namun, pertanyaan krusialnya adalah: mampukah Indonesia mengubah potensi ini menjadi kemajuan nyata, atau justru akan menjadi ancaman? Disebut […]

  • Cara Menjaga Wudhu Tetap Suci Selama Umrah

    Cara Menjaga Wudhu Tetap Suci Selama Umrah

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Menjaga kesucian wudhu adalah hal krusial bagi setiap jamaah Umrah. Wudhu yang terjaga memungkinkan kita untuk terus beribadah dan merasakan ketenangan selama berada di Tanah Suci. Lingkungan yang ramai dan padat mungkin menjadi tantangan, tetapi ada beberapa strategi efektif yang bisa Anda terapkan.   1. Perencanaan Sebelum Berangkat Pastikan Anda mengambil wudhu dengan sempurna dari […]

expand_less