Rabu, 5 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

NAIRU: Tingkat Pengangguran ‘Aman’ yang Tidak Memicu Inflasi

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
  • visibility 108
  • comment 0 komentar

Dalam ekonomi makro, hubungan antara pengangguran dan inflasi adalah topik yang selalu menarik. Salah satu konsep paling penting yang menggambarkan hubungan ini adalah NAIRU atau Non-Accelerating Inflation Rate of Unemployment. Sederhananya, NAIRU adalah tingkat pengangguran “alami” di mana inflasi tidak naik atau turun secara signifikan. Ini bukan berarti pengangguran nol, melainkan tingkat di mana tekanan upah dan harga seimbang, sehingga ekonomi dapat tumbuh tanpa memicu inflasi yang tidak terkendali.

Mengapa NAIRU Penting?

Ketika tingkat pengangguran turun di bawah NAIRU, pasar tenaga kerja menjadi sangat ketat. Perusahaan harus bersaing untuk mendapatkan pekerja dengan menawarkan upah yang lebih tinggi. Kenaikan upah ini kemudian dapat diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga barang dan jasa yang lebih tinggi, memicu inflasi. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran berada di atas NAIRU, ada banyak pekerja yang mencari pekerjaan, sehingga tekanan upah dan inflasi cenderung menurun.

Sifat NAIRU

Penting untuk dicatat bahwa NAIRU bukanlah angka yang tetap. Ia dapat bergeser dari waktu ke waktu tergantung pada faktor-faktor struktural dalam perekonomian, seperti:

Perubahan demografi: Masuknya angkatan kerja baru atau pensiunnya generasi yang lebih tua.

Perubahan teknologi: Otomatisasi atau inovasi yang membuat beberapa pekerjaan usang.

Kebijakan pemerintah: Seperti kebijakan upah minimum atau program pelatihan.

Sebagai contoh, jika sebuah inovasi teknologi besar membuat banyak pekerjaan usang, NAIRU bisa naik karena lebih banyak orang menganggur secara struktural. Sebaliknya, jika ada peningkatan investasi dalam pendidikan dan pelatihan, NAIRU bisa turun karena tenaga kerja menjadi lebih terampil dan mudah diserap.

Perbedaan dengan Tingkat Pengangguran ‘Alami’

NAIRU seringkali disamakan dengan tingkat pengangguran alami (natural rate of unemployment). Perbedaannya, tingkat pengangguran alami mencakup pengangguran friksional (orang yang sedang mencari pekerjaan) dan struktural (pengangguran akibat ketidakcocokan antara keterampilan pekerja dan permintaan pasar). NAIRU fokus pada titik di mana inflasi mulai berakselerasi. Meskipun keduanya sangat terkait, NAIRU lebih ditekankan sebagai target kebijakan, khususnya oleh bank sentral.

Memahami NAIRU sangat krusial bagi bank sentral dan pembuat kebijakan. Mereka menggunakannya sebagai tolok ukur untuk memutuskan apakah akan menaikkan atau menurunkan suku bunga. Jika tingkat pengangguran saat ini berada di bawah estimasi NAIRU, bank sentral mungkin akan khawatir akan percepatan inflasi dan cenderung menaikkan suku bunga. Sebaliknya, jika pengangguran di atas NAIRU, mereka mungkin akan merasa ‘aman’ untuk melonggarkan kebijakan moneter untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, NAIRU membantu para pengambil keputusan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas harga.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tari Kecak: Drama Ramayana yang Diceritakan Lewat Paduan Suara “Cak”

    Tari Kecak: Drama Ramayana yang Diceritakan Lewat Paduan Suara “Cak”

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Bali, pulau dewata, tak pernah kehabisan pesona budaya. Salah satu pertunjukannya yang paling ikonik dan memukau dunia adalah Tari Kecak. Lebih dari sekadar tarian, Kecak adalah sebuah drama musikal yang unik, menceritakan фрагменты dari epos রামায়ণ (Ramayana) melalui kekuatan vokal ratusan penari pria yang membentuk paduan suara “Cak”. Keistimewaan utama Tari Kecak terletak pada absennya […]

  • Wisata Kota Tua Jakarta: Napak Tilas Sejarah Batavia dalam Sehari

    Wisata Kota Tua Jakarta: Napak Tilas Sejarah Batavia dalam Sehari

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Kota Tua Jakarta adalah permata sejarah yang tak boleh dilewatkan bagi siapa saja yang ingin menyelami jejak Batavia lama. Kawasan ini menawarkan pengalaman unik, membawa pengunjung seolah kembali ke masa kolonial Belanda dengan bangunan-bangunan kuno yang megah dan cerita-cerita menarik di baliknya. Menjelajahi Kota Tua dalam sehari adalah petualangan yang kaya akan edukasi dan hiburan. […]

  • Ketimpangan Ekonomi Antara Wilayah Barat dan Timur Indonesia

    Ketimpangan Ekonomi Antara Wilayah Barat dan Timur Indonesia

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Meskipun Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif, isu ketimpangan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia masih menjadi tantangan struktural yang signifikan. Kesenjangan ini tercermin dari konsentrasi aktivitas ekonomi, industri, dan pembangunan yang masih sangat dominan di Pulau Jawa dan Sumatera, sementara wilayah timur seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara relatif tertinggal. Akar masalah […]

  • Persaingan Monopolistik: Strategi Diferensiasi Produk di Pasar yang Ramai

    Persaingan Monopolistik: Strategi Diferensiasi Produk di Pasar yang Ramai

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Persaingan monopolistik adalah struktur pasar di mana banyak perusahaan menjual produk yang serupa tetapi tidak identik. Pasar ini menggabungkan elemen monopoli dan persaingan sempurna. Contohnya termasuk restoran, salon kecantikan, dan merek pakaian. Kunci dari pasar ini adalah diferensiasi produk. Diferensiasi Produk: Kunci untuk Monopoli Sementara Setiap perusahaan dalam persaingan monopolistik berusaha membuat produknya sedikit berbeda […]

  • Qasidah: Seni Suara Islami yang Populer di Indonesia

    Qasidah: Seni Suara Islami yang Populer di Indonesia

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Qasidah adalah sebuah genre musik dan seni suara yang sarat akan nilai-nilai Islami, sangat populer dan mengakar kuat dalam kebudayaan Indonesia. Berasal dari tradisi Timur Tengah, Qasidah masuk ke Nusantara seiring dengan penyebaran agama Islam. Di Indonesia, seni ini berkembang pesat dan beradaptasi dengan budaya lokal, menciptakan bentuk yang unik dan digemari oleh berbagai kalangan. […]

  • Ancaman Terorisme Nuklir: Mengamankan Uranium untuk Mencegah Malapetaka Global

    Ancaman Terorisme Nuklir: Mengamankan Uranium untuk Mencegah Malapetaka Global

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Ancaman terorisme terus berevolusi, dan salah satu kekhawatiran terbesar adalah potensi kelompok teroris untuk mendapatkan akses atau menggunakan materi nuklir. Ancaman terorisme nuklir bukan lagi sekadar skenario fiksi; ini adalah risiko nyata yang menuntut perhatian dan tindakan global yang serius. Uranium, sebagai bahan utama dalam senjata nuklir dan bahan bakar reaktor, menjadi fokus utama dalam […]

expand_less