Minggu, 31 Agu 2025
light_mode
Beranda » Inovasi » Apa Itu Amunisi Uranium Terdeplesi dan Mengapa Kontroversial?

Apa Itu Amunisi Uranium Terdeplesi dan Mengapa Kontroversial?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

Uranium terdeplesi (DU) adalah material yang sering menjadi sorotan dalam konflik modern, terutama karena penggunaannya dalam amunisi penembus lapis baja. Namun, apa sebenarnya DU dan mengapa penggunaannya begitu diperdebatkan?

Uranium terdeplesi adalah produk sampingan dari proses pengayaan uranium untuk bahan bakar reaktor nuklir atau senjata. Dalam proses ini, isotop Uranium-235 yang lebih radioaktif diambil, menyisakan uranium yang sebagian besar terdiri dari Uranium-238. Hasilnya adalah logam dengan tingkat radioaktivitas sekitar 40% lebih rendah dari uranium alam, namun memiliki sifat fisik yang sangat unik.

Alasan utama militer menggunakan DU adalah kepadatan tingginya yang luar biasa, sekitar 1,7 kali lebih padat dari timbal. Ketika dibentuk menjadi proyektil, material ini mampu menembus pelindung baja tebal pada tank dan kendaraan lapis baja dengan sangat efektif. Selain itu, DU bersifat piroforik, artinya ia akan terbakar secara spontan saat menghantam target dengan kecepatan tinggi, meningkatkan daya hancur di dalam kendaraan musuh.

Kontroversi utamanya terletak pada dampak jangka panjangnya. Saat amunisi uranium ini menghantam target, ia menciptakan debu halus partikel DU yang beracun. Jika terhirup atau tertelan, partikel logam berat ini dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, termasuk kerusakan ginjal dan potensi peningkatan risiko kanker. Sisa-sisa proyektil ini juga dapat mencemari tanah dan air di zona konflik selama bertahun-tahun, mengancam warga sipil dan personel pemulihan pasca-perang.

Penggunaan uranium terdeplesi menunjukkan dilema kompleks: efektivitas militer di satu sisi, dan ancaman kesehatan serta lingkungan jangka panjang di sisi lain. Akibatnya, statusnya terus menjadi subjek perdebatan sengit di panggung internasional.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovasi dalam Rantai Pasok: Efisiensi dan Transparansi

    Inovasi dalam Rantai Pasok: Efisiensi dan Transparansi

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Di era bisnis modern, rantai pasok bukan lagi sekadar aliran barang, tetapi menjadi tulang punggung keberhasilan operasional dan kepuasan pelanggan. Untuk bersaing, perusahaan harus merangkul inovasi dalam rantai pasok demi mencapai efisiensi dan transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah kunci untuk mengurangi biaya, meningkatkan kecepatan, dan membangun kepercayaan konsumen. Salah satu pendorong utama […]

  • Tergiur Harga Murah? Ini Alasan Banyak Orang Terjebak Investasi Properti Fiktif di Indonesia

    Tergiur Harga Murah? Ini Alasan Banyak Orang Terjebak Investasi Properti Fiktif di Indonesia

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Investasi properti masih menjadi primadona di Indonesia karena dianggap menjanjikan keuntungan stabil. Namun, impian memiliki aset properti dengan harga miring seringkali menjadi celah bagi penipuan investasi properti fiktif. Banyak orang akhirnya gigit jari karena uang yang diinvestasikan lenyap tanpa ada properti yang jelas. Mengapa begitu banyak yang terjebak? Berikut beberapa alasannya. Faktor-Faktor yang Membuat Orang […]

  • Atur Uang di Tengah Inflasi: Jurus Ampuh dari Pakar Ekonomi

    Atur Uang di Tengah Inflasi: Jurus Ampuh dari Pakar Ekonomi

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Inflasi yang terus merangkak naik membuat nilai uang kita semakin tergerus. Daya beli menurun, dan harga-harga kebutuhan pokok pun ikut terkerek. Dalam situasi seperti ini, mengelola anggaran pribadi menjadi semakin krusial. Bukan lagi sekadar mencatat pengeluaran, tapi juga menerapkan strategi cerdas agar keuangan tetap stabil. Para ahli ekonomi berbagi tips praktis untuk menghadapi tantangan inflasi […]

  • Peusijuek: Tradisi Tepung Tawar untuk Keberkahan di Aceh

    Peusijuek: Tradisi Tepung Tawar untuk Keberkahan di Aceh

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Aceh, yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, menyimpan kekayaan tradisi yang kental dengan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Salah satu tradisi yang hingga kini terus lestari adalah Peusijuek. Dikenal juga sebagai prosesi tepung tawar, Peusijuek merupakan upacara adat untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini menjadi bagian […]

  • Shadow Banking: Sistem Keuangan di Luar Perbankan Tradisional yang Penuh Risiko

    Shadow Banking: Sistem Keuangan di Luar Perbankan Tradisional yang Penuh Risiko

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Istilah shadow banking atau “perbankan bayangan” mungkin terdengar misterius dan sedikit menyeramkan. Sebenarnya, istilah ini merujuk pada serangkaian aktivitas dan lembaga keuangan yang menyediakan layanan mirip bank, seperti memberikan pinjaman atau kredit, namun beroperasi di luar kerangka regulasi perbankan yang ketat. Mereka bukanlah lembaga ilegal, melainkan entitas yang bergerak “di dalam bayang-bayang” pengawasan ketat yang […]

  • Canggu: Ibukota Digital Nomad, Surfer, dan Kafe Sehat di Bali

    Canggu: Ibukota Digital Nomad, Surfer, dan Kafe Sehat di Bali

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jika Anda mencari denyut nadi Bali yang paling modern dan dinamis, maka Canggu adalah jawabannya. Bergeser dari kemewahan Seminyak, Canggu menawarkan suasana yang lebih santai, kreatif, dan berjiwa muda. Dikelilingi sawah hijau yang bertemu dengan pantai berpasir hitam, kawasan ini telah mengukuhkan dirinya sebagai ibukota global bagi para digital nomad, peselancar, dan pencinta gaya hidup […]

expand_less