Biofortifikasi: Meningkatkan Kandungan Gizi Padi melalui Bioteknologi
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sen, 11 Agu 2025
- visibility 15
- comment 0 komentar

Kekurangan nutrisi mikro (micronutrient deficiencies) atau hidden hunger menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Tuban, Jawa Timur, Indonesia. Salah satu cara inovatif untuk mengatasi masalah ini adalah melalui biofortifikasi, yaitu proses meningkatkan kandungan gizi dalam tanaman pangan melalui bioteknologi atau pemuliaan tanaman konvensional. Padi, sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia, menjadi target utama dalam upaya meningkatkan kandungan gizi melalui biofortifikasi.
Memperkaya Padi dengan Nutrisi Penting
Biofortifikasi pada padi bertujuan untuk meningkatkan kadar vitamin dan mineral esensial seperti zat besi, seng, dan vitamin A. Melalui rekayasa genetika atau teknik pemuliaan selektif, gen-gen yang bertanggung jawab untuk produksi nutrisi tersebut ditingkatkan ekspresinya dalam biji padi. Contohnya, padi yang dibiofortifikasi dengan gen penghasil beta-karoten akan menghasilkan Golden Rice, varietas padi berwarna kuning keemasan yang kaya akan prekursor vitamin A.
Selain rekayasa genetika, pemuliaan konvensional juga berperan penting. Ilmuwan mencari varietas padi yang secara alami memiliki kandungan zat besi atau seng yang lebih tinggi, kemudian menyilangkan varietas tersebut untuk menghasilkan keturunan yang lebih unggul dalam hal nutrisi. Proses ini menghasilkan varietas padi biofortifikasi yang dapat ditanam oleh petani lokal di Tuban dan seluruh Indonesia.
Dampak Positif bagi Kesehatan Masyarakat
Implementasi padi biofortifikasi memiliki potensi dampak positif yang besar bagi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil yang seringkali mengalami kekurangan nutrisi mikro. Konsumsi padi yang kaya akan vitamin A dapat membantu mencegah kebutaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Padi dengan kandungan zat besi yang lebih tinggi dapat membantu mengatasi anemia, yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia.
Di Tuban, dengan pertanian padi sebagai tulang punggung ekonomi, adopsi varietas padi biofortifikasi dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan status gizi masyarakat secara keseluruhan. Ini adalah contoh bagaimana bioteknologi dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat secara efektif melalui peningkatan kualitas pangan dari sumbernya.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar