Sistem Pertanian Terapung: Solusi Inovatif untuk Daerah Rawan Banjir
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 7 Nov 2025
- visibility 32
- comment 0 komentar

Perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas banjir, yang seringkali menghancurkan lahan pertanian dan mengancam ketahanan pangan. Untuk mengatasi tantangan ini, Sistem Pertanian Terapung muncul sebagai solusi inovatif dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir atau kawasan pesisir.
Konsep pertanian terapung melibatkan penanaman tanaman pada media tanam ringan yang diletakkan di atas rakit atau platform yang mengapung di permukaan air, baik itu danau, rawa, atau bahkan air banjir. Salah satu metode yang banyak dikembangkan adalah penggunaan media tanam dari jerami kering atau eceng gondok yang kemudian ditutup dengan lapisan lumpur dan pupuk organik, membentuk semacam pulau tanam buatan.
Keunggulan utama dari sistem ini adalah kemampuannya beradaptasi terhadap fluktuasi ketinggian air. Ketika permukaan air naik karena banjir, platform pertanian akan ikut terangkat, menyelamatkan tanaman dari kerusakan. Ini menjamin produksi pangan tetap berlangsung bahkan di musim hujan yang ekstrem.
Selain itu, sistem ini membantu memanfaatkan badan air yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber pangan. Pertanian terapung juga terbukti efisien dalam penggunaan air dan nutrisi, karena tanaman dapat langsung menyerap kebutuhan mereka dari air di bawahnya, mengurangi pemborosan.
Dengan menggabungkan kearifan lokal dalam memanfaatkan rawa dan inovasi modern, pertanian terapung menawarkan model ketahanan pangan yang tangguh. Ini adalah bukti bahwa alih-alih melawan alam, kita dapat bekerja sama dengan air untuk menghasilkan pangan segar dan berkelanjutan bagi komunitas yang paling rentan terhadap bencana.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar