Jumat, 6 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Investasi » Cara Menghitung ROI Properti: Panduan Memahami Keuntungan Investasi Anda

Cara Menghitung ROI Properti: Panduan Memahami Keuntungan Investasi Anda

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
  • visibility 53
  • comment 0 komentar

Dalam dunia investasi properti, salah satu pertanyaan paling mendasar adalah: “Apakah properti ini benar-benar menguntungkan?” Untuk menjawabnya secara objektif, Anda perlu memahami metrik kunci bernama Return on Investment (ROI). ROI adalah tolak ukur yang menunjukkan seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dari modal yang telah Anda tanamkan.

Memahami ROI sangat penting untuk mengukur keberhasilan dan membuat keputusan investasi yang cerdas.

Rumus Dasar Menghitung ROI Properti

Secara sederhana, menghitung ROI properti dapat dilakukan dengan rumus berikut, terutama untuk ROI dari hasil penjualan (capital gain):

ROI = (\frac{\text{Laba Bersih Investasi}}{\text{Total Biaya Investasi}}) \times 100\%

* Laba Bersih Investasi: Harga jual properti dikurangi total biaya investasi.

* Total Biaya Investasi: Harga beli properti ditambah semua biaya yang dikeluarkan (misalnya, biaya renovasi, pajak pembelian, biaya notaris, dll).

Contoh Sederhana

Bayangkan Anda membeli sebuah rumah seharga Rp 800 juta. Anda kemudian mengeluarkan biaya renovasi dan administrasi sebesar Rp 100 juta. Maka, Total Biaya Investasi Anda adalah Rp 900 juta.

Dua tahun kemudian, Anda berhasil menjual rumah tersebut seharga Rp 1,2 miliar.

* Hitung Laba Bersih:

Rp 1.200.000.000 (Harga Jual) – Rp 900.000.000 (Total Biaya) = Rp 300.000.000

* Hitung ROI:

ROI = (\frac{Rp\ 300.000.000}{Rp\ 900.000.000}) \times 100\% = 33.3\%

Angka ROI sebesar 33.3% ini menunjukkan keuntungan bersih Anda selama periode kepemilikan. Metrik ini sangat berguna untuk membandingkan potensi keuntungan antara satu properti dengan properti lainnya, membantu Anda memilih aset yang paling potensial untuk portofolio investasi properti Anda.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dividen Saham: Strategi Investasi untuk Passive Income

    Dividen Saham: Strategi Investasi untuk Passive Income

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Bagi para investor yang mencari passive income dari pasar modal, dividen saham bisa menjadi daya tarik utama. Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Pembayaran ini biasanya dilakukan secara periodik, misalnya setiap kuartal atau setiap tahun, dan besarnya dividen per saham ditentukan oleh kinerja keuangan perusahaan dan kebijakan dividen yang telah ditetapkan. Investasi […]

  • Waspada Penipuan Bantuan Sosial Online: Jangan Terkecoh Rayuan Palsu!

    Waspada Penipuan Bantuan Sosial Online: Jangan Terkecoh Rayuan Palsu!

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Di tengah berbagai program bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah maupun lembaga swasta di Indonesia, muncul celah yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Mereka menyebarkan informasi penipuan bantuan sosial online palsu melalui berbagai platform, seperti media sosial, aplikasi pesan instan, hingga website tidak resmi. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data pribadi, meminta biaya pendaftaran palsu, […]

  • Perbankan Syariah di Indonesia: Perkembangan dan Potensi

    Perbankan Syariah di Indonesia: Perkembangan dan Potensi

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Dalam lanskap keuangan nasional, perbankan syariah di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang mengesankan, bergerak dari pasar ceruk menjadi salah satu pilar utama perekonomian. Didorong oleh populasi muslim terbesar di dunia dan meningkatnya literasi keuangan syariah, sektor ini memegang potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Perkembangan signifikan dalam satu dekade terakhir ditandai oleh beberapa faktor […]

  • Ngelawang: Ritual Mistis Mengusir Roh Jahat dengan Barong Bangkal di Bali

    Ngelawang: Ritual Mistis Mengusir Roh Jahat dengan Barong Bangkal di Bali

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Bali, pulau Dewata, kaya akan tradisi spiritual yang unik dan memukau. Salah satunya adalah Ngelawang, sebuah ritual sakral yang bertujuan untuk mengusir roh-roh jahat dan membawa keberkahan bagi desa. Tradisi ini melibatkan figur Barong Bangkal, sebuah wujud Barong yang menyerupai babi hutan, yang dianggap memiliki kekuatan magis. Secara harfiah, Ngelawang berasal dari kata lawang yang […]

  • Efek Pengganda (Multiplier Effect) dari Belanja Pemerintah

    Efek Pengganda (Multiplier Effect) dari Belanja Pemerintah

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Dalam ekonomi, efek pengganda (multiplier effect) adalah konsep fundamental yang menjelaskan bagaimana belanja pemerintah dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih besar dari nilai belanja awalnya. Sederhananya, satu rupiah yang dibelanjakan oleh pemerintah tidak hanya menciptakan satu rupiah pertumbuhan, tetapi juga memicu serangkaian belanja tambahan yang secara kolektif meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB).   Bagaimana […]

  • Mengembalikan Lahan Menjadi Subur: Tiga Pilar Pertanian Konservasi

    Mengembalikan Lahan Menjadi Subur: Tiga Pilar Pertanian Konservasi

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Lahan pertanian yang terus-menerus digarap tanpa jeda dapat kehilangan kesuburannya, membuatnya menjadi “lahan kritis.” Pertanian Konservasi adalah pendekatan revolusioner yang berfokus pada pemulihan dan perlindungan tanah, memastikan produktivitas jangka panjang tanpa mengorbankan lingkungan. Praktik ini didasarkan pada tiga pilar utama yang saling melengkapi. 1. Minimalkan Gangguan Tanah Pilar pertama adalah tanpa olah tanah (no-tillage). Mengolah […]

expand_less