Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Viral di Jogja: Kekasih Driver Shopee Food Dianiaya Customer Karena Telat 5 Menit, Begini Kronologi Lengkapnya

Viral di Jogja: Kekasih Driver Shopee Food Dianiaya Customer Karena Telat 5 Menit, Begini Kronologi Lengkapnya

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
  • visibility 142
  • comment 0 komentar

YOGYAKARTA – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan insiden penganiayaan terhadap kekasih seorang driver Shopee Food di Godean, Sleman, Yogyakarta. Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, 3 Juli 2025, ini menjadi puncak kemarahan publik dan memicu aksi solidaritas masif dari ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Gudeg.

Kasus ini kembali menyorot risiko dan kerentanan yang dihadapi para mitra pengemudi di lapangan. Berikut adalah kronologi lengkap dan fakta-fakta terkait kasus driver Shopee Food dianiaya customer yang viral di Jogja.

Berawal dari Keterlambatan 5 Menit

Semua bermula dari pesanan makanan yang diantar oleh seorang driver Shopee Food bernama Arzeto Duta (AD). Saat itu, AD tidak sendiri, ia ditemani oleh sang kekasih, Ayuningtyas Mega Lukito (AM).

Pesanan tersebut mengalami keterlambatan sekitar lima menit dari estimasi waktu tiba. Menurut penuturan korban, keterlambatan ini disebabkan oleh adanya pesanan ganda (double order) yang harus diantar serta kondisi lalu lintas yang padat, sebuah situasi yang lazim dihadapi para driver.

Kronologi Penganiayaan yang Memicu Amarah

Setibanya di lokasi pengantaran, AD dan AM disambut dengan keluhan dan kata-kata tidak menyenangkan dari customer, seorang pria berinisial T. Merasa kesal karena menunggu, T terus memarahi driver.

Melihat situasi tersebut, AM berusaha turun tangan untuk menenangkan dan menjelaskan penyebab keterlambatan. Namun, niat baiknya justru berbuah petaka. T, yang dalam perdebatan mengaku sebagai “orang pelayaran”, diduga terpancing emosi dan melakukan kekerasan fisik terhadap AM. Akibatnya, AM dilaporkan mengalami luka-luka seperti cakaran dan menderita trauma.

Kemarahan Memuncak, Solidaritas Ojol Menggema

Rekaman video pasca-kejadian dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Kabar mengenai penganiayaan kekasih driver ojol ini langsung menyulut kemarahan dan simpati, terutama dari rekan-rekan seprofesinya.

Sebagai bentuk solidaritas, pada hari Jumat, 4 Juli 2025, dan Sabtu, 5 Juli 2025, ratusan pengemudi ojek online dari berbagai aplikasi berkumpul dan mendatangi kediaman T di Godean. Aksi ini tidak berhenti di sana, massa juga bergerak mengawal kasus ini hingga ke Markas Polresta Sleman, tempat pelaku diamankan. Aksi ini menjadi bukti kuatnya ikatan komunal dan jiwa korsa di kalangan para driver ojol.

Penanganan oleh Pihak Kepolisian

Menanggapi gejolak yang terjadi, pihak kepolisian bergerak cepat. Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan, telah mengonfirmasi kejadian tersebut. Pelaku, T, sudah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Korban, AM, telah membuat laporan resmi dan menjalani proses visum untuk melengkapi bukti penyelidikan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus penganiayaan di Godean ini akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Di sisi lain, polisi juga akan menindaklanjuti insiden perusakan mobil patroli yang terjadi saat aksi solidaritas berlangsung.

Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya saling menghargai dan memahami profesi para pekerja di sektor jasa, khususnya para pengemudi ojek online yang bekerja keras di jalanan setiap hari.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Bersih untuk Semua: Mengapa Konservasi Air Penting untuk Kehidupan

    Air Bersih untuk Semua: Mengapa Konservasi Air Penting untuk Kehidupan

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Air bersih adalah hak asasi manusia, namun miliaran orang di dunia masih kesulitan mengaksesnya. Ketersediaan air bersih untuk semua bukan hanya isu sosial, tetapi juga fondasi utama kehidupan dan konservasi air menjadi sangat penting. Tanpa air bersih yang memadai, kesehatan, pangan, dan ekosistem global akan terancam. Pentingnya air bersih sangat mendasar. Air adalah komponen vital […]

  • Penti: Ritual Syukur Panen Meriah di Desa Adat Wae Rebo

    Penti: Ritual Syukur Panen Meriah di Desa Adat Wae Rebo

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Di ketinggian pegunungan Flores, Nusa Tenggara Timur, tersembunyi desa adat Wae Rebo yang magis dengan rumah kerucutnya yang ikonik, Mbaru Niang. Setiap tahun, biasanya pada bulan November, masyarakatnya menggelar ritual adat terpenting dan termeriah mereka, yaitu Penti. Ini adalah sebuah perayaan akbar sebagai ungkapan syukur atas panen yang telah usai dan permohonan berkah untuk musim […]

  • Melihat Kembali Bitcoin Halving 2024: Dampaknya pada Pasar Kripto

    Melihat Kembali Bitcoin Halving 2024: Dampaknya pada Pasar Kripto

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Peristiwa Bitcoin Halving 2024 yang terjadi pada bulan April tahun lalu menjadi salah satu momen paling krusial dalam siklus pasar kripto terkini. Seperti yang telah diantisipasi, agenda empat tahunan ini kembali menegaskan prinsip kelangkaan (scarcity) yang menjadi fundamental utama Bitcoin. Secara teknis, halving memangkas separuh imbalan bagi para penambang (miner) dari 6,25 BTC menjadi 3,125 […]

  • Sejarah Teh di Indonesia: Dari Tanaman Kolonial hingga Budaya “Ngeteh” 🍵

    Sejarah Teh di Indonesia: Dari Tanaman Kolonial hingga Budaya “Ngeteh” 🍵

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Teh, minuman yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia, memiliki sejarah panjang yang dimulai pada masa kolonial. Awalnya, teh bukanlah tanaman asli nusantara. Bibit teh pertama yang dibawa ke Indonesia datang dari Jepang dan ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1826 oleh Dr. A.E.F. van den Bosch. Namun, percobaan ini kurang berhasil. […]

  • Membangun Masa Depan: Kekuatan Sinergi Akademisi, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Inovasi

    Membangun Masa Depan: Kekuatan Sinergi Akademisi, Industri, dan Pemerintah dalam Ekosistem Inovasi

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Inovasi bukan lagi sekadar keajaiban individu, melainkan hasil dari interaksi yang dinamis dan kolaboratif dalam sebuah ekosistem inovasi. Ibarat sebuah taman yang subur, inovasi membutuhkan nutrisi dari berbagai sumber. Tiga pilar utama yang memegang peran krusial dalam menciptakan ekosistem yang kondusif adalah akademisi, industri, dan pemerintah. Sinergi yang kuat di antara ketiganya adalah kunci untuk […]

  • Investasi Pasar Karbon: Meraup Keuntungan dari Komitmen Lingkungan di Indonesia

    Investasi Pasar Karbon: Meraup Keuntungan dari Komitmen Lingkungan di Indonesia

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Seiring menguatnya komitmen global untuk mencapai Net Zero Emission, sebuah instrumen investasi baru yang inovatif kini hadir di Indonesia: investasi pasar karbon. Sejak diluncurkannya Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) oleh pemerintah, pintu peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam ekonomi hijau semakin terbuka lebar. Apa Itu Perdagangan Karbon? Secara sederhana, pasar karbon adalah sebuah sistem pasar tempat […]

expand_less