Jumat, 20 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Teknologi Penangkapan Karbon Langsung (DAC): Menyedot CO2 dari Udara sebagai Solusi Iklim

Teknologi Penangkapan Karbon Langsung (DAC): Menyedot CO2 dari Udara sebagai Solusi Iklim

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Di tengah perjuangan global melawan perubahan iklim, mengurangi emisi saja tidak lagi cukup. Dunia kini memerlukan teknologi yang mampu membersihkan karbon dioksida (CO2) yang sudah terlanjur ada di atmosfer. Di sinilah peran krusial Teknologi Penangkapan Karbon Langsung (DAC), sebuah inovasi terdepan yang berfungsi layaknya penyedot debu raksasa untuk gas rumah kaca.

Berbeda dari penangkapan karbon konvensional yang menyaring emisi langsung dari sumbernya seperti cerobong asap pabrik, DAC bekerja dengan cara menyaring CO2 langsung dari udara bebas. Proses ini umumnya melibatkan penggunaan kipas-kipas besar untuk menarik udara sekitar ke dalam unit kolektor. Di dalamnya, serangkaian filter khusus atau larutan kimia akan mengikat molekul CO2 secara selektif, sementara udara bersih lainnya dilepaskan kembali ke atmosfer.

Setelah terpisah, CO2 murni yang berhasil ditangkap dapat dikelola dengan dua cara utama:

* Penyimpanan Permanen: CO2 diinjeksikan ke dalam formasi geologis di bawah tanah, di mana ia akan tersimpan dengan aman selama ribuan tahun dan tidak lagi berkontribusi pada efek rumah kaca.

* Pemanfaatan Kembali (Utilization): Karbon yang ditangkap dapat diubah menjadi produk bernilai, seperti bahan bakar sintetis, bahan bangunan (beton), atau bahkan bahan baku untuk plastik dan bahan kimia lainnya, menciptakan ekonomi sirkular karbon.

Meskipun sangat menjanjikan, teknologi DAC masih menghadapi tantangan besar, terutama biaya operasional yang tinggi dan kebutuhan energi yang masif. Agar efektif, fasilitas DAC harus ditenagai oleh sumber energi bersih untuk memastikan prosesnya tidak menghasilkan lebih banyak emisi daripada yang ditangkap.

Meski begitu, DAC dianggap sebagai alat komplementer yang vital, bukan pengganti upaya pengurangan emisi. Teknologi ini sangat penting untuk menetralkan emisi dari sektor yang sulit didekarbonisasi, seperti penerbangan dan industri berat, serta untuk mencapai target ambisius net-zero emission pada pertengahan abad ini. Seiring dengan inovasi yang terus berjalan untuk menekan biayanya, DAC menjadi pilar harapan utama dalam portofolio solusi iklim global.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! Penipuan Berkedok Petugas PLN atau Bank: Jangan Sampai Terjebak!

    Waspada! Penipuan Berkedok Petugas PLN atau Bank: Jangan Sampai Terjebak!

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Masyarakat Indonesia seringkali menjadi target penipuan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai petugas PLN atau petugas bank. Modus operandi mereka dirancang untuk menciptakan rasa panik dan mendesak korban agar memberikan informasi pribadi atau melakukan transfer uang. Sangat penting untuk mengenali taktik-taktik ini agar kita tidak mudah tertipu dan terhindar dari kerugian finansial. Modus Penipuan […]

  • Kapan Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Ibadah Umrah?

    Kapan Waktu Terbaik untuk Melaksanakan Ibadah Umrah?

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Memilih waktu yang tepat untuk berumrah dapat sangat memengaruhi pengalaman ibadah Anda. Meskipun umrah dapat dilakukan kapan saja, ada beberapa waktu yang dianggap lebih istimewa atau lebih nyaman. Mengetahui waktu-waktu ini akan membantu Anda merencanakan perjalanan yang paling sesuai dengan kebutuhan spiritual dan finansial Anda. Bulan Ramadhan: Pahala Berlipat Banyak Muslim memilih berumrah di bulan […]

  • Sejarah Roti Buaya dalam Pernikahan Adat Betawi

    Sejarah Roti Buaya dalam Pernikahan Adat Betawi

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Dalam setiap perayaan pernikahan adat Betawi, ada satu hidangan yang tak pernah absen dan selalu menarik perhatian: Roti Buaya. Lebih dari sekadar penganan, roti berbentuk reptil ini adalah simbol sakral yang kaya akan makna filosofis dan historis, menjadi representasi dari harapan dan doa dalam sebuah ikatan suci. Kehadirannya bukan hanya pelengkap, melainkan bagian integral dari […]

  • LMKN: Pendaftaran Karya dan Pengawasan Penggunaan

    LMKN: Pendaftaran Karya dan Pengawasan Penggunaan

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Bagi para pencipta dan musisi, memastikan karya mereka terlindungi dan mendapatkan imbalan yang layak adalah hal utama. Di sinilah Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memainkan peran kunci dengan sistem pendaftaran karya yang efisien dan mekanisme pengawasan penggunaan yang efektif. Proses pendaftaran karya di LMKN bukanlah pendaftaran tunggal. Sebaliknya, LMKN bekerja sama erat dengan Lembaga Manajemen […]

  • Rupiah Tangguh: Hari Ini, 2 Juni 2025, Gimana Nasib Uang Jajan Kita?

    Rupiah Tangguh: Hari Ini, 2 Juni 2025, Gimana Nasib Uang Jajan Kita?

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Halo, Gen Z dan Millenial! Pernah dengar “nilai tukar Rupiah”? Mungkin kedengarannya rumit, tapi sebenarnya penting banget buat tahu, lho. Hari ini, tanggal 2 Juni 2025, yuk kita intip gimana kabar Rupiah kita, si uang jajan kesayangan. Apa Itu Nilai Tukar Rupiah? Gampangnya, nilai tukar itu harga Rupiah kita kalau mau ditukarkan sama mata uang […]

  • Ayam Taliwang: Pedasnya Sengatan dari Lombok

    Ayam Taliwang: Pedasnya Sengatan dari Lombok

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Di Pulau Lombok yang indah, tersembunyi sebuah mahakarya kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membakar semangat: Ayam Taliwang. Lebih dari sekadar hidangan ayam bakar, Ayam Taliwang adalah representasi dari cita rasa pedas khas Lombok yang begitu kuat dan berani. Kelezatan yang satu ini telah menjadi ikon kuliner dan magnet bagi para pencinta makanan […]

expand_less