Rabu, 5 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Teknologi Penangkapan Karbon Langsung (DAC): Menyedot CO2 dari Udara sebagai Solusi Iklim

Teknologi Penangkapan Karbon Langsung (DAC): Menyedot CO2 dari Udara sebagai Solusi Iklim

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 102
  • comment 0 komentar

Di tengah perjuangan global melawan perubahan iklim, mengurangi emisi saja tidak lagi cukup. Dunia kini memerlukan teknologi yang mampu membersihkan karbon dioksida (CO2) yang sudah terlanjur ada di atmosfer. Di sinilah peran krusial Teknologi Penangkapan Karbon Langsung (DAC), sebuah inovasi terdepan yang berfungsi layaknya penyedot debu raksasa untuk gas rumah kaca.

Berbeda dari penangkapan karbon konvensional yang menyaring emisi langsung dari sumbernya seperti cerobong asap pabrik, DAC bekerja dengan cara menyaring CO2 langsung dari udara bebas. Proses ini umumnya melibatkan penggunaan kipas-kipas besar untuk menarik udara sekitar ke dalam unit kolektor. Di dalamnya, serangkaian filter khusus atau larutan kimia akan mengikat molekul CO2 secara selektif, sementara udara bersih lainnya dilepaskan kembali ke atmosfer.

Setelah terpisah, CO2 murni yang berhasil ditangkap dapat dikelola dengan dua cara utama:

* Penyimpanan Permanen: CO2 diinjeksikan ke dalam formasi geologis di bawah tanah, di mana ia akan tersimpan dengan aman selama ribuan tahun dan tidak lagi berkontribusi pada efek rumah kaca.

* Pemanfaatan Kembali (Utilization): Karbon yang ditangkap dapat diubah menjadi produk bernilai, seperti bahan bakar sintetis, bahan bangunan (beton), atau bahkan bahan baku untuk plastik dan bahan kimia lainnya, menciptakan ekonomi sirkular karbon.

Meskipun sangat menjanjikan, teknologi DAC masih menghadapi tantangan besar, terutama biaya operasional yang tinggi dan kebutuhan energi yang masif. Agar efektif, fasilitas DAC harus ditenagai oleh sumber energi bersih untuk memastikan prosesnya tidak menghasilkan lebih banyak emisi daripada yang ditangkap.

Meski begitu, DAC dianggap sebagai alat komplementer yang vital, bukan pengganti upaya pengurangan emisi. Teknologi ini sangat penting untuk menetralkan emisi dari sektor yang sulit didekarbonisasi, seperti penerbangan dan industri berat, serta untuk mencapai target ambisius net-zero emission pada pertengahan abad ini. Seiring dengan inovasi yang terus berjalan untuk menekan biayanya, DAC menjadi pilar harapan utama dalam portofolio solusi iklim global.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Rukun, Wajib, dan Sunnah Umrah

    Mengenal Rukun, Wajib, dan Sunnah Umrah

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Ibadah umrah terdiri dari beberapa rangkaian amalan yang memiliki tingkatan hukum berbeda, yaitu rukun, wajib, dan sunnah. Memahami ketiganya sangat penting agar ibadah Anda sah dan sempurna. Rukun Umrah Rukun adalah amalan yang wajib dilakukan. Jika salah satu rukun ini tidak terpenuhi, maka umrah tidak sah dan harus diulang. Rukun umrah terdiri dari: * Niat […]

  • Perbankan Syariah di Indonesia: Perkembangan dan Potensi

    Perbankan Syariah di Indonesia: Perkembangan dan Potensi

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Dalam lanskap keuangan nasional, perbankan syariah di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang mengesankan, bergerak dari pasar ceruk menjadi salah satu pilar utama perekonomian. Didorong oleh populasi muslim terbesar di dunia dan meningkatnya literasi keuangan syariah, sektor ini memegang potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Perkembangan signifikan dalam satu dekade terakhir ditandai oleh beberapa faktor […]

  • Panduan Lengkap Wisata ke Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

    Panduan Lengkap Wisata ke Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Taman Nasional Ujung Kulon di Banten adalah destinasi wisata alam yang tak tertandingi. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, kawasan ini menawarkan keindahan alam yang masih sangat asri, mulai dari hutan hujan tropis yang lebat hingga pantai-pantai eksotis. Ini adalah tempat yang sempurna bagi para pencinta alam dan petualangan yang ingin menyaksikan langsung habitat badak Jawa […]

  • PPATK dan Kejahatan Lingkungan: Melacak Aliran Dana Ilegal Logging

    PPATK dan Kejahatan Lingkungan: Melacak Aliran Dana Ilegal Logging

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Kejahatan lingkungan, seperti illegal logging (pembalakan liar), tidak hanya merusak alam tetapi juga menghasilkan aliran dana ilegal yang besar.  Uang haram ini kemudian dicuci melalui sistem keuangan untuk menyamarkan asal-usulnya. Di sinilah PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) berperan penting sebagai intelijen keuangan yang membantu aparat penegak hukum menelusuri dan membongkar jaringan kejahatan lingkungan. […]

  • Vertical Farming: Memanen Sayuran Segar di Tengah Kota

    Vertical Farming: Memanen Sayuran Segar di Tengah Kota

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Vertical farming atau pertanian vertikal adalah inovasi revolusioner yang memungkinkan kita menanam sayuran segar di area perkotaan yang terbatas. Dengan memanfaatkan ruang secara vertikal, teknik ini mengubah bangunan kosong atau gudang menjadi lahan pertanian produktif, membawa pertanian lebih dekat ke konsumen. Konsep dasarnya adalah menumpuk lapisan-lapisan tanaman secara vertikal, seringkali di dalam ruangan dengan lingkungan […]

  • Emas Mengkilap di Tengah Badai Inflasi Global: Aset Aman Pelindung Kekayaan

    Emas Mengkilap di Tengah Badai Inflasi Global: Aset Aman Pelindung Kekayaan

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Di tengah gejolak inflasi global yang terus menjadi sorotan, investor di seluruh dunia kian melirik emas sebagai aset pelindung nilai. Logam mulia ini telah lama menyandang reputasi sebagai safe haven, sebuah benteng pertahanan di saat nilai mata uang tergerus oleh kenaikan harga. Namun, bagaimana sebenarnya pergerakan harga emas di tengah badai inflasi? Secara historis, terdapat […]

expand_less