Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Angel’s Billabong & Broken Beach (Pasih Uug): Keajaiban Alam di Nusa Penida

Angel’s Billabong & Broken Beach (Pasih Uug): Keajaiban Alam di Nusa Penida

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
  • visibility 104
  • comment 0 komentar

Nusa Penida Barat menyimpan sepasang mahakarya alam yang letaknya berdekatan dan wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda: Angel’s Billabong dan Broken Beach (Pasih Uug). Kedua destinasi ini menawarkan pemandangan spektakuler yang terbentuk secara alami oleh kekuatan ombak selama ribuan tahun, menjadikannya bukti nyata keajaiban alam di Nusa Penida.

Angel’s Billabong: Infinity Pool Alami Para Bidadari

Angel’s Billabong adalah muara sungai yang buntu dan membentuk sebuah kolam alami yang menakjubkan di antara bebatuan karang hitam yang tajam. Saat air laut tenang dan surut, tempat ini berubah menjadi infinity pool pribadi dengan air berwarna hijau zamrud yang jernih. Anda bisa melihat dasar kolam dengan jelas, menciptakan pemandangan yang sureal seolah kolam para bidadari.

Namun, pengunjung harus sangat berhati-hati. Jangan pernah mencoba berenang atau berada terlalu dekat ke tepi saat air pasang. Ombak besar dari laut lepas bisa tiba-tiba datang dan menyapu ke dalam kolam, menciptakan situasi yang sangat berbahaya. Nikmatilah keindahannya dengan mengutamakan keselamatan.

Broken Beach (Pasih Uug): Jembatan Batu Ikonik

Hanya dengan berjalan kaki singkat dari Angel’s Billabong, Anda akan tiba di Broken Beach, atau yang oleh masyarakat lokal disebut Pasih Uug (pantai yang rusak). Keunikan tempat ini adalah sebuah jembatan batu raksasa yang melengkung indah di atas lautan. Lubang besar pada tebing ini memungkinkan air laut masuk dan membentuk sebuah teluk melingkar yang menawan.

Anda tidak bisa turun untuk berenang di sini, namun pemandangan dari atas tebing sudah lebih dari cukup. Lengkungan ikonik dengan deburan ombak di bawahnya adalah salah satu spot foto paling dicari di seluruh Nusa Penida.

Mengunjungi Angel’s Billabong dan Broken Beach secara bersamaan adalah pengalaman yang efisien namun luar biasa, menampilkan sisi liar dan keindahan alam Nusa Penida yang tak tertandingi.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengalaman Umrah di Tengah Pandemi

    Pengalaman Umrah di Tengah Pandemi

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pandemi COVID-19 mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk ibadah umrah. Meski dibatasi dan diiringi protokol kesehatan ketat, pengalaman “haji kecil” di tengah pandemi justru membawa hikmah tersendiri yang jarang ditemui sebelumnya. Keberangkatan umrah pada masa ini menjadi bukti cinta dan rindu yang kuat kepada Baitullah. Kekhusyukan yang Tak Terduga Sebelum pandemi, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi […]

  • Eksternalitas: Biaya dan Manfaat Tersembunyi dari Sebuah Aktivitas Ekonomi

    Eksternalitas: Biaya dan Manfaat Tersembunyi dari Sebuah Aktivitas Ekonomi

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Dalam setiap transaksi ekonomi, seperti membeli secangkir kopi atau proses produksi di sebuah pabrik, ada harga yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Namun, sering kali ada dampak lain—baik positif maupun negatif—yang dirasakan oleh pihak ketiga yang sama sekali tidak terlibat dalam transaksi tersebut. Fenomena inilah yang disebut sebagai Eksternalitas. Eksternalitas adalah “efek samping” dari suatu […]

  • Kretek: Lebih dari Sekadar Rokok, Ini Warisan Budaya Indonesia

    Kretek: Lebih dari Sekadar Rokok, Ini Warisan Budaya Indonesia

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kretek, rokok khas Indonesia yang aromanya mendunia, memiliki sejarah yang unik dan mendalam, jauh sebelum menjadi industri besar. Asal-usulnya dimulai pada abad ke-19 di Kudus, Jawa Tengah, oleh seorang pria bernama Haji Jamhari. Ia konon mencampurkan cengkeh ke dalam tembakau untuk mengobati sesak napas yang dideritanya. Hasilnya, rasa dan aroma yang dihasilkan tidak hanya menyembuhkan, […]

  • Investasi Pasar Karbon: Meraup Keuntungan dari Komitmen Lingkungan di Indonesia

    Investasi Pasar Karbon: Meraup Keuntungan dari Komitmen Lingkungan di Indonesia

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Seiring menguatnya komitmen global untuk mencapai Net Zero Emission, sebuah instrumen investasi baru yang inovatif kini hadir di Indonesia: investasi pasar karbon. Sejak diluncurkannya Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) oleh pemerintah, pintu peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam ekonomi hijau semakin terbuka lebar. Apa Itu Perdagangan Karbon? Secara sederhana, pasar karbon adalah sebuah sistem pasar tempat […]

  • Uranium: Unsur Berat dengan Potensi Luar Biasa

    Uranium: Unsur Berat dengan Potensi Luar Biasa

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Ketika berbicara tentang uranium, banyak pikiran mungkin langsung tertuju pada energi nuklir atau bahkan senjata. Namun, uranium adalah unsur berat dengan potensi luar biasa yang perannya jauh lebih kompleks dan beragam. Memahami sifat dan aplikasi unsur ini adalah kunci untuk mengapresiasi kontribusinya dalam berbagai bidang, dari energi hingga penelitian ilmiah. Secara alami, uranium adalah logam […]

  • Budaya Makan Nasi Tumpeng: Simbol Syukur dan Kehidupan

    Budaya Makan Nasi Tumpeng: Simbol Syukur dan Kehidupan

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Nasi Tumpeng, dengan bentuknya yang kerucut menjulang tinggi dan dikelilingi aneka lauk pauk, bukan sekadar hidangan biasa. Ia adalah simbol sakral dalam budaya Indonesia, khususnya Jawa dan Bali, yang merepresentasikan rasa syukur, harmoni kehidupan, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Nasi tumpeng selalu hadir dalam berbagai upacara adat, perayaan, atau acara penting, menjadi pusat perhatian […]

expand_less