Candi Sukuh & Cetho: Jejak Hindu Unik di Lereng Gunung Lawu
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar

Jika Anda mengira semua candi Hindu di Jawa memiliki arsitektur yang seragam, Candi Sukuh dan Candi Cetho akan mengubah pandangan Anda. Terletak di lereng Gunung Lawu, dua candi ini memiliki keunikan yang sangat berbeda dari candi-candi lain seperti Prambanan. Arsitekturnya justru mengingatkan pada piramida Maya di Meksiko atau candi kuno di Kamboja, menunjukkan kekayaan artistik dan budaya yang tak biasa di Indonesia.
Candi Sukuh dibangun pada abad ke-15 Masehi, pada akhir masa Majapahit. Bangunannya berbentuk piramida dengan relief yang menggambarkan cerita-cerita unik, termasuk tentang kesuburan dan kehidupan, yang sering kali dianggap tabu. Relief-relief ini sangat detail, menampilkan manusia, hewan, dan simbol-simbol yang memiliki makna mendalam. Candi ini menawarkan suasana yang sunyi dan spiritual, cocok bagi mereka yang mencari ketenangan.
Tak jauh dari Candi Sukuh, terdapat Candi Cetho. Candi ini juga memiliki gaya arsitektur berundak yang mirip, dan dipercaya sebagai tempat pemujaan dan ritual. Candi Cetho menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dari ketinggian, dengan udara yang sejuk dan pemandangan perkebunan teh yang terhampar luas. Pintu gerbangnya yang megah seolah menyambut pengunjung ke dunia spiritual yang berbeda.
Mengunjungi kedua candi ini bukan hanya sekadar wisata sejarah, tetapi juga petualangan spiritual dan alam. Keduanya merupakan bukti nyata bahwa peradaban kuno di Jawa memiliki variasi arsitektur dan keyakinan yang luar biasa. Candi Sukuh dan Candi Cetho adalah destinasi sempurna bagi Anda yang ingin menjelajahi sisi lain dari sejarah Hindu di Indonesia, dikelilingi oleh keindahan alam Gunung Lawu yang menawan.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar