Minggu, 24 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Menyaksikan Pertunjukan Tari Barong dan Keris di Batubulan

Menyaksikan Pertunjukan Tari Barong dan Keris di Batubulan

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Saat berlibur di Bali, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan salah satu pertunjukan seni paling ikonik dan dramatis: Tari Barong dan Keris. Dan tempat terbaik untuk menikmatinya adalah di Desa Batubulan, Kabupaten Gianyar, yang telah lama dikenal sebagai pusat seni pertunjukan dan patung batu di Bali.

Kisah Abadi Kebaikan Melawan Kejahatan

Pertunjukan ini bukanlah sekadar tarian biasa, melainkan sebuah drama epik yang mengisahkan pertarungan abadi antara kebaikan (Dharma) melawan kejahatan (Adharma). Sosok Barong Ket, makhluk mitologi berwujud singa yang riang dan bijaksana, melambangkan roh pelindung dan kebajikan. Ia harus berhadapan dengan lawannya, Rangda, ratu para leak (penyihir) yang menakutkan dan menyebarkan wabah penyakit. Diiringi oleh alunan gamelan Bali yang dinamis, penonton akan dibawa ke dalam alur cerita yang penuh ketegangan dan diselingi humor.

Puncak Adegan: Tarian Keris yang Mistis

Puncak dari pertunjukan ini adalah adegan tarian keris yang sangat ditunggu-tunggu. Dalam keadaan trance (kesurupan), para pengikut Barong dengan membabi buta mencoba menyerang Rangda. Namun, kekuatan sihir Rangda membuat mereka berbalik menyerang diri sendiri dengan keris (belati tradisional). Di sinilah keajaiban terjadi; kekuatan pelindung Barong membuat tubuh mereka kebal dari tusukan senjata tajam mereka sendiri. Adegan ini menggambarkan betapa kuatnya perlindungan kebaikan atas para pengikutnya.

Informasi Praktis

Pertunjukan Tari Barong dan Keris di berbagai panggung di Batubulan biasanya diadakan setiap hari, umumnya pada pagi hari sekitar pukul 09:30 WITA. Ini adalah pengalaman budaya yang tak terlupakan bagi segala usia. Pastikan untuk datang lebih awal agar mendapatkan tempat duduk terbaik dan saksikan sendiri bagaimana mitologi Bali dihidupkan secara spektakuler di atas panggung.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambisi apa solusi? Mendes mau henti kan penyebaran minimarket demi kopdes.

    Ambisi apa solusi? Mendes mau henti kan penyebaran minimarket demi kopdes.

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Ahir ahir ini kita di sajikan berita yang menarik terkait keberadaan minimarket yang kata nya menjadi ancaman untuk kopdes. Alih alih memikirkan solusi justru Medes mau henti kan penyebaran minimarket yang telah lama menjamur demi kopdes.   Disini mimin mau bertanya apakah menghentikan penyebaran minimarket menjadi solusi untuk pertumbuhan kopdes atau justru menjadi persaingan bisnis […]

  • Hyperloop: Realisasi Kereta Kapsul Berkecepatan Super untuk Masa Depan Indonesia

    Hyperloop: Realisasi Kereta Kapsul Berkecepatan Super untuk Masa Depan Indonesia

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Bayangkan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Visi futuristik ini mungkin segera menjadi kenyataan berkat Hyperloop, sebuah konsep revolusioner dalam dunia transportasi yang menjanjikan era kereta kapsul berkecepatan super. Digagas dan dipopulerkan oleh tokoh teknologi Elon Musk, Hyperloop adalah mode transportasi darat yang dirancang untuk mengalahkan kecepatan pesawat […]

  • Tato Mentawai: Seni Rajah Tubuh Tertua di Dunia yang Sarat Makna

    Tato Mentawai: Seni Rajah Tubuh Tertua di Dunia yang Sarat Makna

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Jauh di lepas pantai barat Sumatera, Kepulauan Mentawai adalah rumah bagi salah satu tradisi paling kuno di dunia: seni rajah tubuh atau tato. Dikenal secara lokal sebagai titi atau sipatiti, tradisi ini diyakini oleh banyak peneliti sebagai seni tato tertua di dunia, bahkan mendahului tato Mesir kuno. Namun, bagi Suku Mentawai, tato bukan sekadar hiasan, […]

  • Ondel-Ondel: Ikon Budaya Betawi yang Penuh Warna

    Ondel-Ondel: Ikon Budaya Betawi yang Penuh Warna

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Siapa yang tak kenal dengan Ondel-Ondel? Sepasang boneka raksasa yang menari dengan lincah diiringi musik tanjidor ini telah menjadi pemandangan khas dan ikon budaya Betawi yang tak terpisahkan dari denyut nadi kota Jakarta. Namun, di balik penampilannya yang meriah, Ondel-Ondel menyimpan sejarah dan makna filosofis yang mendalam. Pada mulanya, Ondel-Ondel dikenal dengan nama “Barongan” dan […]

  • Waspada Penipuan Cryptocurrency: Apa yang Perlu Kamu Tahu

    Waspada Penipuan Cryptocurrency: Apa yang Perlu Kamu Tahu

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Dunia cryptocurrency menawarkan peluang investasi yang menjanjikan, namun juga menjadi lahan subur bagi para penipu. Dengan pesatnya pertumbuhan aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum, berbagai modus penipuan cryptocurrency semakin canggih dan sulit dikenali. Mengenali tanda-tanda penipuan ini adalah langkah pertama dan terpenting untuk melindungi aset digital Anda. Modus Penipuan Cryptocurrency yang Umum Beberapa modus penipuan […]

  • Jajanan Pasar: Harta Karun Kuliner yang Terancam Punah

    Jajanan Pasar: Harta Karun Kuliner yang Terancam Punah

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Di tengah gempuran makanan cepat saji dan kudapan modern, jajanan pasar tetap memancarkan pesonanya sebagai harta karun kuliner Indonesia yang tak ternilai. Lebih dari sekadar camilan, jajanan pasar adalah cerminan dari kekayaan budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, di balik kelezatannya, tersimpan kekhawatiran akan nasibnya yang semakin terancam punah. Dari klepon […]

expand_less